Struktur Tepat: Modal & Conditional 3
Aturan Dasar Modal Verbs
Modal verb selalu dan hanya bisa diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (bare infinitive).

Kata kerja bantu seperti can, could, will, would, dan must memiliki aturan sambungan yang kaku. Bentuk dasar kata kerja murni (bare infinitive) adalah kata kerja yang belum mendapat imbuhan apa pun—tanpa tambahan -s, -ed, -ing, maupun kata to di depannya (misalnya: be, study, go).
Dalam analogi blok Lego, modal verb adalah balok fondasi yang bentuk tonjolan atasnya dirancang khusus hanya untuk mengunci balok bare infinitive. Balok kata kerja lampau seperti studied (yang berakhiran -ed sebagai bentuk lampau atau partisip) memiliki bentuk dudukan yang sama sekali berbeda. Keduanya secara fisik dan struktural tidak akan pernah bisa saling menancap.
Itulah mengapa frasa "could studied" pada Opsi A kalimat soal langsung keliru secara mutlak. Aturan dasar sebuah modal verb dilanggar secara langsung tanpa kompromi. Kesalahan struktur seperti ini berkedudukan jauh lebih mutlak daripada susunan kata keterangan yang terkadang hanya terasa kurang luwes di telinga kita. Oleh karena itu, Opsi A merupakan jawaban yang tepat untuk bagian yang wajib diperbaiki.
Manakah frasa di bawah ini yang melanggar aturan dasar modal verb?
- must be
- would drove
- can swim
- could drive
Jawaban: would drove
Setelah kata kerja modal 'would', kata kerja yang mengikutinya wajib dalam bentuk bare infinitive (bentuk murni), yaitu 'drive'. Bentuk 'drove' adalah past simple (V2) sehingga melanggar aturan dasar pembentukan modal verb. Opsi 'must be', 'can swim', dan 'could drive' semuanya benar karena menggunakan bare infinitive ('be', 'swim', 'drive').
Aturan dasar bahwa kata kerja setelah modal tidak boleh ditambahi imbuhan.
Menyatakan Masa Lalu dengan Modal
Untuk menggabungkan modal verb dengan kejadian di masa lampau, kita harus menyisipkan have sebagai perantara.

Lalu muncul pertanyaan logis: jika kita ingin mengekspresikan kapasitas atau kemungkinan yang terjadi di masa lalu—yang membutuhkan makna lampau berupa past participle (V3)—tetapi modal verb sama sekali menolak bersentuhan langsung dengan V3, bagaimana cara merangkainya?
Di sinilah kita membutuhkan balok adaptor atau balok perantara bernama kata have. Kata have memiliki dua sifat istimewa:
Bentuk dasarnya merupakan bare infinitive, sehingga ia sangat sah dan pas dipasang tepat setelah modal verb (could have).
Di sisi lain, kata have memiliki sifat gramatikal bawaan yang berfungsi menyambungkan dirinya ke bentuk past participle (have studied).
Dengan rantai ini, frasa yang keliru pada soal—yaitu could studied—dapat kita perbaiki strukturnya menjadi could have studied. Tidak ada lagi aturan yang dilanggar karena setiap balok kini memiliki jenis sambungan yang sah.
Menerapkan pada Conditional Type 3
Conditional Type 3 menggunakan klausa utama bersyarat masa lalu (modal + have + V3) yang dipicu oleh klausa if berbentuk past perfect.
Kalimat pengandaian tipe ini digunakan saat kita membicarakan situasi di masa lalu yang kenyataannya tidak terjadi, sering kali memuat nuansa penyesalan. Karena situasinya sudah lewat, klausa pengandaiannya dibentuk berpasangan secara ketat.
Perhatikan bagian kalimat dari soal: “... if she had known the test would be that difficult ...”
Klausa syarat di atas menggunakan penanda past perfect, yaitu had + V3 (had known). Ketika kita melihat pola had + V3 pada klausa syarat, klausa pasangannya (klausa utama yang menyatakan hasil) wajib menggunakan struktur modal lampau yang baru saja kita bahas: Subject + modal (could/would/might) + have + V3.
Dengan demikian, frasa “She could studied more...” pada kalimat soal terbukti memiliki kesalahan ganda. Selain melanggar hukum dasar modal verb, frasa tersebut juga gagal melengkapi pasangan rumus wajib dari klausa syarat if she had known. Kalimat utuh yang benar seharusnya berbunyi: “She could have studied more if she had known...”.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar mengenai struktur pengandaian masa lalu (Type 3)?
- Klausa 'if' pada tipe ini selalu menggunakan bentuk past perfect (had + V3).
- Klausa hasil boleh menggunakan langsung bentuk V2 setelah modal untuk menunjukkan masa lalu.
- Struktur 'would have + V3' dapat dipasangkan dengan 'if + had + V3'.
Jawaban: Klausa 'if' pada tipe ini selalu menggunakan bentuk past perfect (had + V3).; Struktur 'would have + V3' dapat dipasangkan dengan 'if + had + V3'.
Pernyataan 1 benar karena klausa syarat pada Conditional Type 3 selalu memakai past perfect (had + V3). Pernyataan 2 salah karena kata kerja setelah modal pantang memakai V2 langsung, melainkan harus memakai jembatan 'have' diikuti V3 (past participle). Pernyataan 3 benar karena 'would have + V3' adalah pasangan baku untuk klausa 'if + had + V3'.
Mengenali pasangan yang tepat untuk klausa Conditional Type 3.