Kecukupan Data Matriks: Main Bukti
Target Kombinasi Koper
Mencari nilai determinan matriks invers cukup dilakukan dengan membalik nilai determinan matriks asalnya.

Bayangkan mencari determinan matriks ini seperti mencari kombinasi angka untuk membuka sebuah koper. Kita tidak perlu membongkar seluruh isi koper dan membongkar susunan mekanismenya (menghitung matriks invers $B^{-1}$ yang rumit). Kita cukup menemukan angka kombinasi dari luar, yaitu nilai determinan matriks asalnya, $\det(B)$.
Berdasarkan elemen matriks $B = \begin{pmatrix} 3 & x+1 \\ y & 12 \end{pmatrix}$, determinannya dirumuskan sebagai:
$$\det(B) = (3)(12) - (x+1)y = 36 - (x+1)y$$
Dalam soal Kecukupan Data, tujuan kita bukan sekadar menghitung sembarang angka, melainkan memastikan apakah informasi yang diberikan mampu menghasilkan satu nilai tunggal yang pasti. Jika nilai kelompok $(x+1)y$ dapat ditentukan secara unik, maka $\det(B)$ dan $\det(B^{-1})$ terjawab dengan pasti. Namun, jika nilainya masih bercabang menjadi banyak kemungkinan, informasi tersebut belum cukup.
Jika diketahui determinan dari suatu matriks A adalah 5, berapakah determinan dari matriks invers A?
- Determinan invers A adalah -5.
- Determinan invers A adalah 1/5.
- Determinan invers A tetap 5.
- Tidak dapat ditentukan tanpa mengetahui elemen-elemen matriks A.
Jawaban: Determinan invers A adalah 1/5.
Berdasarkan sifat dasar determinan, perkalian sebuah matriks dengan inversnya menghasilkan matriks identitas berdeterminan 1, sehingga det(A^-1) = 1/det(A) = 1/5. Pilihan A salah karena invers matriks bukan lawan penjumlahan (negasi). Pilihan C salah karena determinan invers tidak sama persis dengan asalnya. Pilihan D salah karena sifat ini berlaku umum untuk setiap matriks persegi yang memiliki invers.
Sifat relasi determinan matriks dengan determinan inversnya yaitu det(A^-1) = 1/det(A).
Petunjuk dari Saksi Pertama
Syarat transpose matriks simetris menyamakan elemen yang posisinya berseberangan, namun satu persamaan dengan dua variabel tidak menghasilkan solusi tunggal.
Pernyataan (1) menyebutkan bahwa $B = B^T$. Operasi transpose matriks dilakukan dengan menukar baris menjadi kolom. Jika matriks asal adalah $B = \begin{pmatrix} 3 & x+1 \\ y & 12 \end{pmatrix}$, maka transpose matriksnya adalah:
$$B^T = \begin{pmatrix} 3 & y \\ x+1 & 12 \end{pmatrix}$$
Ketika $B = B^T$, elemen-elemen seletaknya harus sama persis:
$$\begin{pmatrix} 3 & x+1 \\ y & 12 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 3 & y \\ x+1 & 12 \end{pmatrix} \implies x + 1 = y \iff y - x = 1$$
Persamaan $y - x = 1$ ini seperti petunjuk dari saksi pertama yang hanya mengingat bahwa selisih kedua angka kode adalah 1. Ada tak hingga banyak pasangan $(x, y)$ yang memenuhi persamaan ini:
Jika $(x, y) = (1, 2)$, maka nilai target $(x+1)y = (1+1)(2) = 4$.
Jika $(x, y) = (2, 3)$, maka nilai target $(x+1)y = (2+1)(3) = 9$.
Dua Saksi, Satu Kepastian
Dua persamaan linear yang independen jika digabungkan akan mengerucut pada satu titik solusi pasti yang menjawab pertanyaan kecukupan data.
Mari uji Pernyataan (2) secara terpisah: $x + y = 7$. Saksi kedua ini hanya mengingat bahwa jumlah kedua angka kode adalah 7. Persamaan ini pun memiliki tak hingga kemungkinan pasangan $(x, y)$:
Jika $(x, y) = (1, 6)$, maka nilai target $(x+1)y = (1+1)(6) = 12$.
Jika $(x, y) = (2, 5)$, maka nilai target $(x+1)y = (2+1)(5) = 15$.
Karena menghasilkan nilai determinan yang berubah-ubah, Pernyataan (2) SAJA tidak cukup. Miskonsepsi pada Opsi B muncul jika kita mengira jumlah dua variabel otomatis mengunci nilai perkalian targetnya.

Apa yang terjadi jika kesaksian kedua saksi digabungkan? Kita memiliki dua persamaan linear:
$$\begin{aligned} y - x &= 1 \\ y + x &= 7 \end{aligned}$$
Dengan menjumlahkan kedua persamaan (metode eliminasi):
$$2y = 8 \implies y = 4$$
Substitusikan ke persamaan kedua:
$$x + 4 = 7 \implies x = 3$$
Kini kita memperoleh tepat satu pasang solusi unik: $x = 3$ dan $y = 4$.
$$\begin{aligned} (x+1)y &= (3+1)(4) = 16 \\ \det(B) &= 36 - 16 = 20 \\ \det(B^{-1}) &= \frac{1}{20} \end{aligned}$$
Dalam soal kecukupan data lain, Pernyataan (1) menghasilkan persamaan a + b = 10, sedangkan Pernyataan (2) menghasilkan 2a + 2b = 20. Apakah kedua pernyataan bersama-sama cukup untuk menentukan nilai pasti dari a?
- Kedua pernyataan bersama-sama cukup karena sudah memuat dua persamaan.
- Kedua pernyataan bersama-sama tetap tidak cukup karena persamaannya berkelipatan.
- Pernyataan (1) saja sudah cukup karena bentuk bilangannya lebih sederhana.
- Kedua pernyataan cukup untuk menemukan a, asalkan variabel b juga ikut dihitung.
Jawaban: Kedua pernyataan bersama-sama tetap tidak cukup karena persamaannya berkelipatan.
Persamaan kedua (2a + 2b = 20) diperoleh dengan mengalikan persamaan pertama (a + b = 10) dengan 2, sehingga kedua persamaan ini bergantung linier (identik/berimpit) dan tidak memberikan informasi baru. Sistem ini tetap memiliki tak hingga banyak solusi untuk a dan b. Pilihan A dan D salah karena sekadar ada dua persamaan belum tentu cukup jika tidak independen. Pilihan C salah karena satu persamaan dengan dua variabel bebas tidak pernah menghasilkan satu nilai pasti.
Kondisi di mana gabungan dua persamaan (Pernyataan 1 dan 2) menghasilkan solusi pasti hanya jika persamaannya independen.