Aritmetika: Hati-Hati dengan 'Persentase dari Sisa'
Membedah Rasio Secara Langsung
Jika rasio dua bagian dan nominal salah satunya diketahui, nominal lainnya bisa langsung dihitung tanpa perlu mengetahui total keseluruhan.
Pada soal keuangan Bapak Andi, seluruh sisa uang di tahap akhir dialokasikan murni ke dua pos: dana darurat dan dana hiburan dengan perbandingan:
$$\text{Dana Darurat} : \text{Dana Hiburan} = 3 : 2$$
Karena nominal dana darurat diketahui sebesar $\text{Rp }1.080.000$, kita bisa langsung menggunakan metode satuan (unitary method) tanpa perlu repot mencari total gaji bulanan Bapak Andi terlebih dahulu.
$$\begin{aligned} 3\text{ bagian} &= \text{Rp }1.080.000 \\ 1\text{ bagian} &= \frac{\text{Rp }1.080.000}{3} = \text{Rp }360.000 \end{aligned}$$
Dengan nilai tiap bagian yang sudah diketahui, nominal dana hiburan yang bernilai $2\text{ bagian}$ langsung didapat:
$$\text{Dana Hiburan} = 2 \times \text{Rp }360.000 = \text{Rp }720.000$$
Jebakan 'Persentase dari Sisa'
Persentase selalu terikat pada basis persentasenya; $40\%$ dari sisa gaji menghasilkan nilai yang jauh lebih kecil daripada $40\%$ dari gaji awal.
Bayangkan kamu memotong sebuah kue ulang tahun besar. Mengambil $40\%$ dari satu kue utuh jelas menghasilkan potongan yang lebar. Namun, jika sepertiga kue sudah dipotong dan dibagikan terlebih dahulu, lalu kamu mengambil $40\%$ dari sisa potongan kue yang ada di atas meja, potongan yang kamu ambil tentu jauh lebih kecil. Basis persentase—yaitu nilai acuan pengali—menentukan seberapa besar nilai riilnya.
Pada alokasi gaji Bapak Andi, kebutuhan rumah tangga mengambil porsi:
$$\text{Rumah Tangga} = \frac{1}{3}\text{ Total Gaji}$$
Maka sisa gaji yang tersisa setelah kebutuhan rumah tangga adalah:
$$\text{Sisa Gaji} = 1 - \frac{1}{3} = \frac{2}{3}\text{ Total Gaji}$$
Angsuran cicilan rumah ditetapkan sebesar $40\%$ bukan dari gaji total, melainkan dari sisa tersebut:
$$\text{Cicilan Rumah} = 40\% \times \frac{2}{3} = \frac{2}{5} \times \frac{2}{3} = \frac{4}{15}\text{ Total Gaji}$$
Sebuah toko pakaian memberikan promo diskon 50%, lalu pembeli mendapatkan diskon tambahan sebesar 20% dari harga setelah diskon pertama. Berapa total persentase potongan harga sebenarnya yang diterima pembeli dari harga awal?
- 30%
- 40%
- 60%
- 70%
Jawaban: 60%
Diskon pertama memotong 50% dari harga awal, sehingga tersisa 50%. Diskon kedua adalah 20% DARI sisa tersebut, yaitu 20% x 50% = 10% dari harga awal. Total potongan harga sebenarnya adalah 50% + 10% = 60%. Opsi D (70%) adalah jebakan umum akibat langsung menjumlahkan 50% + 20% tanpa memperhatikan basis sisa.
Menghitung pecahan efektif dari suatu pemotongan bertingkat.
Menemukan Nilai Total dari Potongan Akhir
Nilai total awal ($X$) dapat ditemukan dengan menelusuri pecahan akumulatif sampai ke porsi akhir yang nominalnya diketahui.
Ketika menghadapi pecahan bertingkat, langkah kuncinya adalah menyatakan seluruh pos pengeluaran dalam satu variabel acuan yang sama, yaitu total gaji awal $X$. Kita tahu bahwa tabungan pendidikan anak mengambil $0{,}25X = \frac{1}{4}X$.
Mari kita jumlahkan seluruh pos pengeluaran yang sudah terpakai dengan menyamakan penyebutnya ke $60$:
$$\begin{aligned} \text{Total Terpakai} &= \text{Rumah Tangga} + \text{Cicilan} + \text{Pendidikan} \\ &= \frac{1}{3}X + \frac{4}{15}X + \frac{1}{4}X \\ &= \frac{20}{60}X + \frac{16}{60}X + \frac{15}{60}X \\ &= \frac{51}{60}X = \frac{17}{20}X \end{aligned}$$
Dengan demikian, porsi sisa akhir yang dibagikan untuk dana darurat dan hiburan adalah:
$$\text{Sisa Akhir} = X - \frac{17}{20}X = \frac{3}{20}X$$
Karena pos dana darurat dan hiburan dibagi dengan rasio $3 : 2$, dana darurat mengambil $3$ bagian dari total $5$ bagian sisa akhir:
$$\text{Dana Darurat} = \frac{3}{5} \times \text{Sisa Akhir} = \frac{3}{5} \times \frac{3}{20}X = \frac{9}{100}X$$
Kita sudah mengetahui nominal dana darurat adalah $\text{Rp }1.080.000$. Persamaan linearnya menjadi:
$$\begin{aligned} \frac{9}{100}X &= 1.080.000 \\ X &= \frac{1.080.000 \times 100}{9} = \text{Rp }12.000.000 \end{aligned}$$
Dengan total gaji $X = \text{Rp }12.000.000$, kita bisa menguji sisa pernyataan yang ada:
Kebutuhan Rumah Tangga: $\frac{1}{3} \times 12.000.000 = \text{Rp }4.000.000$ (merupakan pengeluaran paling besar dibanding pos lainnya, sehingga Opsi A benar).
Cicilan Rumah: $\frac{4}{15} \times 12.000.000 = \text{Rp }3.200.000$.
Tabungan Pendidikan: $\frac{1}{4} \times 12.000.000 = \text{Rp }3.000.000$.
Karena nominal cicilan rumah ($\text{Rp }3.200.000$) lebih besar daripada tabungan pendidikan ($\text{Rp }3.000.000$), maka Opsi B salah.
Selisih rumah tangga dan cicilan adalah $\text{Rp }4.000.000 - \text{Rp }3.200.000 = \text{Rp }800.000$, sehingga Opsi C benar.
Seorang anak memakan 1/4 bagian dari permennya. Dari sisa permen tersebut, ia memberikan 1/3 bagian kepada adiknya. Jika permen yang diberikan kepada adiknya berjumlah 5 buah, berapa banyak permen anak tersebut mula-mula?
- 12 buah
- 15 buah
- 20 buah
- 25 buah
Jawaban: 20 buah
Setelah memakan 1/4 bagian, permen yang tersisa adalah 1 - 1/4 = 3/4 bagian. Adik menerima 1/3 dari sisa tersebut, yaitu 1/3 x 3/4 = 1/4 dari jumlah permen mula-mula. Karena 1/4 bagian tersebut bernilai 5 buah, maka jumlah permen mula-mula adalah 5 x 4 = 20 buah. Opsi B (15 buah) keliru karena menganggap 5 buah adalah 1/3 dari total awal.
Menemukan nilai awal berdasarkan pecahan dari sisa yang diketahui.