Radar EYD: Menguasai Kapital, Tanda Baca & Scanning

Aturan Mutlak Kata 'Anda'

Mungkin kamu pernah bingung, "Kata Anda itu kata ganti biasa kayak kamu dan dia, atau gelar sih? Kenapa kadang kapital kadang enggak?" Jawaban mutlaknya: Kata 'Anda' wajib diawali huruf kapital di mana pun posisinya dalam kalimat.

Beda dengan aku, kamu, atau dia yang ditulis kecil, kata Anda punya "kasta" yang spesial. Sejarahnya, pada tahun 1950-an, bahasa Indonesia butuh satu kata sapaan yang netral dan sopan untuk orang kedua, yang tidak membedakan status sosial (seperti Bapak/Ibu/Saudara). Tokoh pers Rosihan Anwar kemudian mempopulerkan kata Anda (berakar dari kata andika yang berarti 'Tuanku').

Miskonsepsi yang sering terjadi adalah menganggap huruf kapital pada kata sapaan itu opsional. Padahal, baik itu di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat, tulisan yang benar adalah Anda, bukan anda. Di soal tadi, penulisan anda kecil di tengah kalimat adalah kesalahan EYD yang paling fatal.

Berdasarkan aturan penulisan kata sapaan, kalimat manakah di bawah ini yang menggunakan EYD dengan tepat?

  • A. Apa yang sedang anda lakukan di sana?
  • B. Kami telah menerima berkas lamaran Anda.
  • C. Buku ini milik anda, bukan milik saya.
  • D. Siapakah nama anda sebenarnya?
  • E. Semua keputusan ada di tangan anda.

Jawaban: B. Kami telah menerima berkas lamaran Anda.

Kata 'Anda' diciptakan sebagai kata sapaan formal, sehingga wajib diawali huruf kapital di posisi mana pun, persis seperti menyapa dengan 'Bapak' atau 'Ibu'.

Kata sapaan 'Anda' selalu ditulis dengan huruf awal kapital di posisi mana pun dalam kalimat.

Prinsip 'Spesifik vs Umum'

Sekarang kita bahas soal huruf kapital pada nama tempat, gelar, atau instansi. Aturan dasarnya gampang banget kalau kamu paham satu prinsip ini: Spesifik (identitas) vs Umum (jenis).

Kata-kata seperti presiden, sungai, universitas, atau kabupaten pada dasarnya adalah nama jenis (benda umum). Mereka baru berhak pakai huruf kapital kalau diikuti oleh nama spesifik yang menjadi identitas tunggalnya.

Tentukan apakah penulisan huruf kapital pada kata-kata bercetak tebal dalam kalimat berikut Benar atau Salah!

  • Dia tinggal di sebuah Desa terpencil di lereng gunung. — Salah
  • Pemandangan di sekitar Danau Toba sangat memukau. — Benar
  • Ayahnya baru saja dilantik menjadi seorang Bupati. — Salah

1. 'sebuah desa' umum (huruf kecil). 2. 'Danau Toba' spesifik (kapital). 3. 'seorang bupati' umum (huruf kecil).

Nama tempat, gelar, atau lembaga hanya dikapitalisasi jika diikuti nama diri spesifiknya, bukan saat merujuk jenis/umum.

Anatomi Koma dan Kurung

Di soal tadi, banyak yang terkecoh sama Opsi E yang mempermasalahkan tanda koma di penulisan: Sekolah Tinggi Peinland Westfaley, Tachen, Republik Federasi Jerman (1966). Padahal, itu penulisan yang benar lho. Kenapa?

1. Koma untuk Hierarki (Tingkatan) Tanda koma punya banyak fungsi, salah satunya sebagai "pisau pemisah" untuk elemen alamat, tempat, atau hierarki wilayah yang ditulis berurutan. Dari yang terkecil/spesifik ke yang terbesar/umum, wajib dipisah koma. Institusi (Sekolah Tinggi Peinland Westfaley), Kota (Tachen), Negara (Republik Federasi Jerman). Jadi, koma di situ wajib ada!

2. Kurung untuk Keterangan Tambahan Gimana dengan angka (1966)? Tanda kurung tugasnya adalah mengapit informasi tambahan yang bukan bagian utama kalimat. Kalau angka (1966) itu dihapus, kalimatnya tetap utuh dan bisa dipahami. Angka tahun karya sastra atau tahun kelulusan sangat lazim diselipkan pakai tanda kurung.

Manakah penulisan alamat berhierarki yang paling tepat menurut EYD?

  • A. Acara itu diadakan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung.
  • B. Acara itu diadakan di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika, Bandung.
  • C. Acara itu diadakan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung.
  • D. Acara itu diadakan di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Bandung.

Jawaban: C. Acara itu diadakan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung.

Bagian-bagian alamat (Gedung, Jalan, Kota) memiliki hierarki, sehingga harus dipisah satu sama lain menggunakan tanda koma.

Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dari alamat atau hierarki geografi yang ditulis berurutan.