Jangka Sorong: Mengurai Ketelitian & Skala

Langkah 1: Menguak Ketelitian

Pernah bertanya-tanya dari mana datangnya angka sakti $0{,}05 \text{ mm}$ dalam jangka sorong? Bayangkan jarak $1 \text{ mm}$ yang sangat kecil di penggaris biasamu. Di jangka sorong, kita berusaha memecah jarak $1 \text{ mm}$ itu agar bisa mengukur dengan lebih detail.

Di sinilah peran skala nonius (skala geser). Kalau kamu perhatikan alatnya, skala nonius dirancang agar jaraknya sedikiittt lebih rapat dari skala utama.

Pada soal ini, ada $20$ strip (garis) pada skala nonius. Secara fisik, jangka sorong ini dirancang agar $20$ bagian di skala nonius tersebut hampir sama panjang dengan $19 \text{ mm}$ di skala utama. Artinya, $1 \text{ mm}$ dipecah menjadi $20$ celah sempit!

Dari sinilah kita mendapat nilai ketelitian alat (skala terkecil yang bisa dibaca): Ketelitian $= \frac{1 \text{ mm}}{20 \text{ strip}} = 0{,}05 \text{ mm per strip}$.

Jadi, ketika soal menyebut alat ini punya ketelitian $0{,}05 \text{ mm}$, ini fakta fisik dari cara alat tersebut dicetak. Pernyataan A di soal jelas bernilai Benar.

Langkah 2: Mengunci Skala Utama

Saat mau membaca hasil pengukuran, aturan pertamanya adalah: jangan lihat ke belakang koma dulu. Fokus ke nilai basisnya.

Untuk menentukan basis ini, posisikan matamu pada angka nol (0) di skala nonius. Angka nol inilah yang bertindak sebagai "jarum penunjuk" utama. Garis skala utama terakhir yang sudah dilewati oleh si titik nol adalah nilai pasti kita.

Dari soal, kita tahu titik nol skala nonius sudah melewati garis $31 \text{ mm}$ di skala utama, tapi belum sampai ke garis $32 \text{ mm}$. Oleh karena itu, pembacaan skala utama (SU) kita adalah $31 \text{ mm}$.

Opsi B di soal yang menyebutkan bahwa angka sebelum nol nonius adalah $3{,}1 \text{ mm}$ adalah jebakan (salah satuan/penulisan nilai). Garis yang terlewati adalah $31 \text{ mm}$ (atau $3{,}1 \text{ cm}$).

Langkah 3: Menerjemahkan Nonius

Sekarang saatnya kita melihat pecahan di belakang koma. Soal mengatakan: "garis ke-$13$ pada skala nonius terlihat sejajar sempurna dengan garis pada skala utama".

Banyak pemula jatuh ke dalam miskonsepsi direct-appending: Wah, garis ke-13 yang sejajar, berarti komanya langsung tempel saja jadi $31{,}13 \text{ mm}$. Ini salah besar!

Angka $13$ bukanlah nilai desimal langsung. Angka $13$ berarti ada 13 celah ketelitian yang terlewati dari nol. Karena kita sudah tahu tiap celah bernilai $0{,}05 \text{ mm}$ (dari Langkah 1), nilai asli dari garis ke-$13$ adalah hasil perkaliannya.

Mari kita hitung kontribusi murni dari skala nonius (SN): Kontribusi SN $= 13 \times 0{,}05 \text{ mm} = 0{,}65 \text{ mm}$.

Dengan perhitungan ini, pernyataan C di soal bahwa kontribusi skala nonius adalah $0{,}65 \text{ mm}$ terbukti Benar, sedangkan pernyataan D yang menyebut $31{,}13 \text{ mm}$ adalah Salah.

Jika sebuah jangka sorong dengan 20 strip nonius (ketelitian 0,05 mm) menunjukkan skala utama 42 mm, dan garis ke-8 pada nonius sejajar, berapa hasil pengukurannya?

  • A. Hasilnya adalah $42{,}8 \text{ mm}$
  • B. Hasilnya adalah $42{,}08 \text{ mm}$
  • C. Hasilnya adalah $42{,}40 \text{ mm}$
  • D. Hasilnya adalah $42{,}05 \text{ mm}$

Jawaban: C. Hasilnya adalah $42{,}40 \text{ mm}$

Garis ke-8 harus dikali ketelitian 0,05 mm (8 × 0,05 = 0,40 mm). Jadi, 42 mm + 0,40 mm = 42,40 mm.

Angka urutan garis nonius yang sejajar harus dikalikan ketelitian alat, bukan langsung ditaruh sebagai desimal.