Pohon Filogeni: Membedah Monofiletik & Kekerabatan
Jebakan Visual "Kelompok"
Biologi punya aturan ketat soal "keluarga" (pengelompokan). Sebuah kelompok baru bisa dibilang keluarga utuh (monofiletik atau klade) kalau di dalamnya ada sang leluhur (nenek moyang) dan SEMUA keturunan tanpa ada satu pun yang ditinggal.
Tapi pas kita baca pohon filogenetik (pohon silsilah), sering ada jebakan visual. Bayangin ada seorang kakek yang punya cucu si A, B, dan C. Kalau kita bikin kelompok cuma isinya kakek, A, dan B, tapi sengaja mencoret C dari daftar keluarga karena mungkin mukanya beda sendiri, kelompok itu jadi batal monofiletik.
Kelompok yang ninggalin (mengecualikan) salah satu keturunan sah dari leluhur bersama disebut Parafiletik.
Archaea: Leluhur yang Terpotong?
Kenapa Opsi 2 di soal itu salah? Karena opsi tersebut bilang Archaea membentuk kelompok monofiletik dengan mengecualikan Eukariota. Padahal, itu melanggar syarat monofiletik yang baru aja kita pelajari!
Dulu kita diajarin ada 3 domain terpisah: Bacteria, Archaea, dan Eukaryota (Eukariota). Tapi, temuan filogenetik modern (seperti Eocyte hypothesis) makin banyak membuktikan kalau Eukariota itu nggak berdiri sejajar dengan Archaea dari awal, melainkan lahir/bercabang dari dalam kelompok Archaea (tepatnya superfilum TACK / Asgard).
Ibaratnya, Archaea itu nenek moyangnya, dan Eukariota itu salah satu cucunya yang kebetulan berevolusi drastis punya sel kompleks.
Membandingkan Usia Leluhur Bersama
Untuk menjawab opsi 1, kita harus bisa nentuin hubungan "siapa yang lebih dekat kekerabatannya". Kunci dari kekerabatan bukanlah seberapa mirip fisiknya, melainkan seberapa baru mereka berpisah dari leluhur yang sama.
Titik percabangan (pertemuan garis keturunan) di pohon silsilah disebut Node atau Most Recent Common Ancestor (MRCA). Semakin posisinya ke atas (ke arah ujung cabang), artinya titik itu terjadi di titik waktu evolusi yang lebih baru.
Mari kita lakukan evaluasi (seperti di diagram):
Cari titik temu (node) antara Archaea dan Eukariota. Titik ini ada di posisi lumayan atas.
Cari titik temu antara Bacteria dan Eukariota. Kamu harus menelusuri garis Eukariota ke bawah... terus ke bawah... sampai pangkal akar paling bawah tempat garis Bacteria bergabung (LUCA).
Bandingkan. Titik Archaea-Eukariota letaknya jauh lebih atas/baru dibanding titik Bacteria-Eukariota.