Merekam Sejarah: Video vs Foto Snapshot
Merekam Masa Lalu: Pilih Kamera yang Mana?
Bayangkan kamu ditugaskan untuk mendokumentasikan sebuah kota. Gimana caramu melakukannya? Dalam dunia sejarah, sejarawan menghadapi pertanyaan yang persis sama saat mereka meneliti masa lalu. Secara umum, mereka punya dua pilihan "kamera" utama.

Cara pertama adalah menggunakan Video Rekaman. Kamu merekam kota itu terus-menerus dari tahun 2000 sampai 2020. Dari rekaman ini, kamu bisa melihat proses berjalannya waktu: bagaimana sebuah gedung perlahan dibangun, atau jalanan yang dulunya sepi pelan-pelan jadi macet.
Gambar: Berthold Werner, CC BY-SA 3.0 — Wikimedia Commons
Cara kedua adalah mengambil Foto Snapshot (seperti kamera polaroid atau foto panorama). Kamu menjepret satu foto resolusi super tinggi tepat di tahun 1998. Kamu tidak bisa melihat apa yang terjadi di tahun 1999, tapi kamu bisa men-zoom foto itu untuk melihat detail yang luar biasa di momen tersebut: ekspresi orang-orangnya, jenis mobil yang lewat, hingga harga barang di pasar pada saat krisis.
Gambar: Jarek Pelczynski from Debica, Poland, CC BY-SA 2.0 — Wikimedia Commons
Diakronik: Mode Video Rekaman
Kalau kamu memilih mode video, kamu sedang menggunakan pendekatan Diakronik. Secara bahasa, istilah ini berasal dari bahasa Yunani: dia (melintasi/melewati) dan khronos (waktu). Artinya, pendekatan ini "menembus waktu".
Ciri utamanya sangat khas: rentang waktunya memanjang, tapi ruang atau tempatnya terbatas. Misalnya, kamu meneliti sejarah cuma di satu kota atau satu desa, tapi kamu menelusuri ceritanya dari 50 atau bahkan 100 tahun yang lalu.
Karena waktunya panjang, fokus utama sejarawan di sini adalah melihat proses, perkembangan, dan perubahan dari awal sampai akhir. Persis seperti video timelapse pembangunan gedung: kameranya diam di satu titik (ruangnya terbatas), tapi merekam dari hari ke hari (waktunya memanjang) sehingga kita bisa melihat bagaimana fondasi perlahan menjadi gedung pencakar langit.
Apa tujuan utama dari seorang sejarawan yang menggunakan pendekatan diakronik dalam penulisan sejarah?
- A. Menganalisis kondisi struktur politik dan ekonomi pada satu tahun tertentu secara rinci.
- B. Membagi sejarah ke dalam beberapa zaman atau periode tertentu untuk mempermudah pemahaman.
- C. Melihat proses perkembangan, kesinambungan, dan perubahan fenomena dari masa ke masa.
- D. Mengurutkan kejadian sejarah hanya berdasarkan tanggal kejadiannya tanpa menganalisis maknanya.
Jawaban: C. Melihat proses perkembangan, kesinambungan, dan perubahan fenomena dari masa ke masa.
Diakronik ('dia' = melintasi, 'khronos' = waktu) adalah pendekatan yang memanjang dalam waktu untuk melihat proses dan perubahan, ibarat merekam sebuah video. Opsi A adalah Sinkronik, B adalah Periodisasi, dan D adalah definisi sempit Kronologi.
Tujuan utama pendekatan diakronik adalah melihat proses dan perubahan suatu fenomena yang memanjang dalam waktu.
Sinkronik: Mode Foto Snapshot
Sebaliknya, kalau kamu butuh membedah suatu momen dengan sangat detail, kamu akan beralih ke pendekatan Sinkronik. Kata ini juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn (dengan/bersama) dan khronos (waktu), yang maknanya terjadi di satu titik waktu yang sama.
Pendekatan ini ibarat membekukan waktu. Ciri utamanya kebalikan dari diakronik: rentang waktunya sangat sempit (bahkan cuma berfokus di satu tahun atau satu peristiwa saja), tetapi cakupan ruang atau aspeknya meluas.
Tujuannya bukan untuk melihat urutan kejadian dari masa ke masa, melainkan untuk membongkar struktur dan kondisi masyarakat secara mendalam pada satu masa tersebut. Sejarawan akan men-zoom foto snapshot itu untuk membedah aspek ekonominya, kondisi politiknya, dinamika budayanya, hingga interaksi sosialnya sekaligus.
Tentukan apakah pernyataan studi kasus berikut ini SESUAI atau TIDAK SESUAI dengan ciri-ciri pendekatan SINKRONIK!
- Mengkaji kondisi pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa kemerdekaan tahun 1945 secara terpadu. — Sesuai
- Meneliti perkembangan layanan trem di Jakarta secara bertahap mulai dari masa kolonial Belanda, kependudukan Jepang, hingga masa Orde Baru. — Tidak Sesuai
Pernyataan 1 mengkaji berbagai dimensi (meluas) di satu masa yang sempit (1945), maka ini adalah Sinkronik. Pernyataan 2 meneliti perubahan dalam rentang waktu yang sangat panjang (masa kolonial hingga Orde Baru), sehingga ini adalah Diakronik, bukan Sinkronik.
Pendekatan sinkronik berfokus pada titik waktu yang sangat sempit namun menganalisis berbagai aspek secara luas, sementara diakronik berfokus pada waktu yang panjang.