Membongkar Pengandaian: If-Clause Tipe 3
Membedah Makna Had Not Been
Kalimat pengandaian masa lalu (If... had not been) mengajak kita membayangkan skenario yang berlawanan persis dengan kenyataan yang sudah terjadi. Dalam bahasa Inggris, pola ini dikenal sebagai Conditional Type 3, yaitu cara berbicara untuk mengandaikan masa lalu yang tidak pernah terwujud. Mari kita bedah potongan kalimat soal kata per kata:
If: Jika / Seandainya
had not been: tidak pernah
discovered: ditemukan
Ketika soal menuliskan "If in the mission Noctis volcano had not been discovered...", kalimat ini bermakna: "Seandainya dalam misi tersebut gunung berapi Noctis tidak pernah ditemukan...". Makna tersirat di baliknya sangat jelas: pada kenyataan aslinya di dunia nyata, gunung berapi Noctis sudah ditemukan.
Bayangkan analogi Menemukan Peta Harta Karun. Ketika seorang penjelajah berkata, "Seandainya aku kemarin tidak menemukan peta harta karun itu...", artinya di dunia nyata dia sudah berhasil memegang peta tersebut di tangannya. Pengandaian ini sedang mengajak kita memutar balik waktu dan membayangkan apa yang akan gagal terjadi jika penemuan itu ditiadakan.
Jadi, setiap kali kamu melihat klausa if dengan bentuk negatif lampau (had not + V3), tugas pertamamu bukan mencari apa yang ada di teks, melainkan menyadari bahwa pertanyaannya menuntut kebalikan dari kenyataan di teks.
Perhatikan kalimat berikut: "If the key had not been lost, we would have entered the house easily." Berdasarkan kalimat pengandaian di atas, apa fakta yang sebenarnya terjadi?
- Kuncinya tidak hilang, dan kita berhasil masuk dengan mudah.
- Kuncinya hilang, sehingga kita kesulitan masuk ke dalam rumah.
- Kita menemukan kunci tersebut tertinggal di dalam rumah.
- Kita tidak memiliki kunci rumah tersebut sejak awal kejadian.
Jawaban: Kuncinya hilang, sehingga kita kesulitan masuk ke dalam rumah.
Kalimat pengandaian tipe 3 (If + had not been + V3) membayangkan hal yang berkebalikan dari kenyataan lampau. Klausa 'If the key had not been lost' mengandaikan kunci tidak hilang, yang berarti fakta aslinya adalah kuncinya hilang dan kita tidak bisa masuk dengan mudah (Opsi B benar). Opsi A salah karena menganggap kalimat pengandaian sebagai fakta. Opsi C dan D salah karena menambahkan asumsi baru yang tidak disebutkan.
Fakta di balik kalimat pengandaian tipe 3 berlawanan dengan apa yang diandaikan.
Mencari Dampak Asli di Teks
Untuk menjawab pertanyaan pengandaian, kita harus menemukan dulu apa dampak nyata dari kejadian tersebut di dalam teks. Karena soal menanyakan apa yang terjadi seandainya gunung Noctis tidak ditemukan, langkah paling aman adalah memeriksa terlebih dahulu: apa dampak langsung yang tercipta saat gunung itu ditemukan?
Di dalam paragraf kedua teks bacaan, penulis menyatakan secara gamblang akibat dari penemuan tersebut:
Kembali ke analogi Menemukan Peta Harta Karun: ketika peta itu berhasil ditemukan, dampak terbesarnya adalah para kru kapal akhirnya memiliki panduan untuk meluncurkan pencarian harta karun (rencana eksplorasi). Begitu pula dengan gunung Noctis. Penemuannya membuka jalan penelitian baru dan menghadirkan peluang nyata bagi misi penjelajahan robot maupun manusia di masa depan.
Perhatikan hubungan sebab-akibatnya. Penemuan gunung adalah sebab utama, sedangkan terbukanya peluang penjelajahan masa depan adalah akibat langsung. Sementara itu, keberadaan es gletser (glacier ice) hanyalah detail pendukung kondisi geologi gunung tersebut, bukan akibat dari tindakan penemuannya. Kunci dari soal penarikan kesimpulan adalah mengunci akibat langsung ini sebelum kita membalikkan logikanya.
Membalikkan Logika pada Opsi
Opsi jawaban yang benar untuk pengandaian negatif adalah dengan menegatifkan dampak positif yang tertulis di teks. Kita sudah memegang fakta teks: penemuan gunung Noctis membuka peluang bagi penelitian dan eksplorasi masa depan. Maka secara logika, jika penemuan itu ditiadakan, peluang masa depan tersebut tidak akan pernah terbuka.
Mari kita uji seluruh opsi jawaban menggunakan logika sebab-akibat ini:
Opsi E (Kunci Jawaban): "It would have not opened the prospect for future missions." Pilihan ini tepat. Kata prospect berarti peluang atau harapan kemungkinan di masa depan. Opsi ini secara akurat membalikkan fakta teks: seandainya peta harta karun tidak ditemukan, rencana pencarian harta karun (prospek misi masa depan) tidak akan pernah terbuka.
Opsi B (Pilihan yang menggoda): "It would have revealed the fact that Mars was made of ice." Pilihan ini sering dipilih karena memuat kata yang familier dari teks, yaitu ice. Namun, teks hanya menyebutkan adanya endapan vulkanis tipis di atas es gletser lokal, bukan membuktikan bahwa seluruh planet Mars terbuat dari es. Selain itu, ketiadaan penemuan gunung berapi mustahil mengungkap fakta baru apa pun.
Opsi A: "It would have uncovered new ways for further research." Kata uncover berarti membongkar atau membuka sesuatu yang tersembunyi. Opsi ini justru menyatakan dampak seandainya gunung tersebut ditemukan. Jika gunung tidak ditemukan, tentu tidak ada jalan penelitian baru yang terbongkar.
Opsi D: "It would have raised questions about its volcanic activity." Sama seperti Opsi A, memunculkan pertanyaan tentang aktivitas vulkanis adalah dampak dari ditemukannya gunung tersebut, bukan dampak dari ketidakhadirannya.
Opsi C: "It would have not let go of the intriguing mysteries of Mars." Pilihan ini meminjam frasa puitis dari teks, tetapi susunan kalimatnya tidak logis dan tidak relevan dengan konsekuensi nyata dari penemuan geologis.