Menaklukkan Operasi Hitung Campuran

Kenapa Butuh Aturan Antrean?

ilustrasi

Pernahkah kamu melihat orang berdebat panas di media sosial cuma gara-gara satu soal hitungan yang kelihatan gampang?

Bayangkan ada soal sederhana: $3 + 4 \times 2$. Kalau kamu menghitungnya persis seperti membaca buku dari kiri ke kanan, kamu mungkin akan menjumlahkan $3 + 4 = 7$ terlebih dulu, lalu mengalikannya dengan $2$. Hasilnya $14$. Tapi, kalau temanmu memutuskan untuk mengalikan dulu, dia akan menghitung $4 \times 2 = 8$, baru ditambah $3$. Hasilnya $11$.

Siapa yang benar? Kalau tiap orang bebas menggunakan caranya sendiri, satu soal matematika sederhana bisa punya banyak jawaban yang berbeda! Itu sebabnya para ahli matematika di seluruh dunia sepakat membuat sistem antrean prioritas.

Si Jalur VIP: Kurung & Pangkat

Dalam sistem antrean matematika, tidak semua operasi hitung memiliki level yang sama. Ada yang berstatus VIP dan harus selalu didahulukan.

Prioritas paling puncak adalah tanda kurung $()$. Tanda kurung itu ibarat mobil ambulans yang sedang menyalakan sirine: "Beri jalan! Kerjakan aku duluan!". Kalau ada perhitungan yang diapit oleh tanda kurung, kamu wajib menyelesaikannya sampai tersisa satu angka tunggal, tidak peduli apa operasi yang ada di dalamnya.

Setelah urusan tanda kurung selesai, prioritas kedua jatuh pada Pangkat (eksponen). Bentuk pangkat punya hierarki yang tinggi karena ia sebenarnya merupakan bentuk ringkas dari perkalian berulang.

Mari kita uji sedikit pemahamanmu tentang hierarki ini!

Manakah operasi yang harus kamu kerjakan **paling pertama** kalau semuanya muncul dalam satu soal matematika?

  • A. Tambah (+)
  • B. Kurung ()
  • C. Kali (×)
  • D. Pangkat (²)

Jawaban: B. Kurung ()

Tanda kurung adalah operasi dengan hierarki prioritas paling tinggi (puncak piramida). Bagian dalam kurung wajib diselesaikan duluan!

Tanda kurung dikerjakan pertama kali, kemudian pangkat.

Misteri Angka Nempel Kurung

Kadang dalam matematika, kamu akan bertemu bentuk penulisan yang mungkin terlihat sedikit aneh bagi pemula, contohnya angka yang langsung "menempel" pada tanda kurung seperti $5(11)$. Tidak ada tanda tambah, kurang, kali, atau bagi di antara mereka. Lalu bagaimana cara menghitungnya?

Ternyata, ahli matematika itu suka hal yang ringkas. Menulis simbol silang ($\times$) atau titik ($\cdot$) terus-menerus sering kali dianggap repot. Terlebih lagi, tanda silang rentan tertukar dengan huruf variabel $x$. Oleh karena itu, simbol perkalian sengaja disembunyikan sebagai bentuk penulisan yang lebih praktis (dikenal juga dengan istilah implicit multiplication).

Jadi, bentuk $5(11)$ memiliki arti yang persis sama dengan $5 \times 11$. Hasilnya tentu saja $55$. Mudah dipahami, kan?

Yuk pastikan konsep ini sudah benar-benar menempel di kepalamu.

Bentuk penulisan $2(8)$ sama artinya dengan...

  • A. 2 ditambah 8
  • B. 8 dikurangi 2
  • C. 28
  • D. 2 dikali 8

Jawaban: D. 2 dikali 8

Dalam matematika, angka yang menempel langsung pada tanda kurung tanpa simbol apapun artinya dikali. Jadi $2(8) = 2 \times 8 = 16$.

Angka yang menempel di depan tanda kurung berarti perkalian.