Jarak Dua Garis Sejajar: Bukti Formal & Alternatif
Mungkinkah Dua Fungsi Punya 'Satu' Jarak?
Pernahkah kamu membayangkan bagaimana dua garis fungsi bisa memiliki "jarak"? Pertanyaan mendasar saat melihat soal yang mengatakan "jarak antar kedua fungsi adalah $a$" adalah: emangnya jaraknya nggak berubah-ubah?
Cobalah perhatikan visual di atas. Kalau kamu membuat kedua garis memiliki kemiringan (gradien) yang berbeda, garis-garis putus-putus yang tegak lurus itu panjangnya beda-beda, kan? Ada yang pendek saat garisnya mau berpotongan, dan makin panjang saat menjauh. Jaraknya tidak konstan.
Tapi, begitu kamu menyamakan gradiennya persis, keajaiban terjadi. Semua garis tegak lurus itu jadi sama panjang di titik mana pun kamu mengukurnya!
Jadi, kalimat di soal "jarak antar kedua fungsi adalah $a$" (satu angka konstan) sebenarnya adalah kode rahasia yang memastikan bahwa fungsi $f(x)$ dan $g(x)$ itu pasti sejajar. Kalau nggak sejajar, soal ini mustahil punya satu jawaban jarak pasti.
Apa yang terjadi jika garis $f(x)$ dan $g(x)$ berpotongan (tidak sejajar), lalu kita diminta mencari 'jarak' antar keduanya seperti soal tadi?
- A. Jarak akan tetap bernilai $a$ karena diukur dari sumbu Y.
- B. Jaraknya selalu berubah-ubah di setiap titik, tidak mungkin diwakili oleh satu nilai $a$.
- C. Jaraknya akan bernilai 0 di semua titik.
- D. Jarak menjadi tak terhingga.
Jawaban: B. Jaraknya selalu berubah-ubah di setiap titik, tidak mungkin diwakili oleh satu nilai $a$.
Jika dua garis berpotongan (tidak sejajar), jaraknya bergantung pada titik mana yang kita ukur. Semakin dekat ke titik potong, jarak mendekati 0. Oleh karena itu, tidak ada satu nilai jarak pasti $a$.
Dua garis hanya memiliki satu jarak konstan jika keduanya sejajar.
Membedah Posisi Garis Lewat Aljabar
Kita sudah dapat intuisi bahwa kedua fungsi itu pasti sejajar. Tapi di matematika, kita harus membuktikannya. Bagaimana cara membandingkan posisi garis $f(x) = 2x + 3$ dan $g(x) = \frac{4x - 9}{2}$ secara adil?
Bentuk fungsi $f(x)$ kita ubah dulu (ingat, $f(x)$ itu sama dengan $y$): $y = 2x + 3$ Pindah ruas agar satu sisi menjadi nol: $2x - y + 3 = 0$
Sekarang fungsi $g(x)$: $y = \frac{4x - 9}{2}$ Bagi masing-masing suku pembilang dengan 2: $y = 2x - 4{,}5$ Pindah ruas lagi: $2x - y - 4{,}5 = 0$
Lihat bagian yang disorot! Koefisien variabel $x$ (yaitu $A$) dan koefisien variabel $y$ (yaitu $B$) pada kedua persamaan ternyata sama persis, yaitu $A=2$ dan $B=-1$.
Nilai $A$ dan $B$ inilah yang menyimpan DNA kemiringan (gradien) suatu garis. Karena komponen $A$ dan $B$ kembarnya identik, ini bukti tak terbantahkan secara aljabar bahwa kedua garis itu sejajar, menopang intuisi kita sebelumnya.
Dari Mana Datangnya $\sqrt{A^2 + B^2}$?
Kamu mungkin pernah lihat rumus jarak di geometri analitik, dan selalu ada pembagian dengan $\sqrt{A^2 + B^2}$. Angka ini bukan kebetulan atau hasil coba-coba, lho.
Ingat bahwa untuk mengukur jarak terpendek, kita butuh "arah" yang tegak lurus dengan garis tersebut. Dalam dunia vektor, koefisien $(A, B)$ dari persamaan $Ax + By + C = 0$ secara otomatis membentuk sebuah vektor yang disebut vektor normal. Vektor ini arahnya selalu tegak lurus dengan garisnya!
Ketika kita menghitung jarak tegak lurus dari sebuah titik ke garis, kita pada dasarnya mengukur selisih posisi, lalu "membaginya" (menormalisasi) dengan panjang dari vektor tegak lurus ini. Itulah sebabnya penyebut $\sqrt{A^2 + B^2}$ selalu eksis menemani rumus jarak!
Berdasarkan konsep vektor tegak lurus, berapakah panjang penyebut pembagi (akar dari kuadrat komponen A dan B) untuk garis $3x - 4y + 5 = 0$?
- A. 4
- B. 5
- C. 25
- D. 7
Jawaban: B. 5
Dari persamaan 3x - 4y + 5 = 0, kita dapat A = 3 dan B = -4. Panjang arah tegak lurus (vektor normal) adalah √(3² + (-4)²) = √(9 + 16) = √25 = 5.
Panjang vektor normal dari garis Ax + By + C = 0 adalah akar(A² + B²).