Peluang & Harapan: Mengubah Intuisi Jadi Solusi

Intuisi yang Sebenarnya Udah Kamu Punya

Waktu ditanya soal 100 bibit dengan peluang hidup $80$, kamu dengan yakin ngejawab bakal ada $20$ bibit yang mati. Intuisimu ini 100% benar! Tanpa sadar, kamu sebenarnya udah pakai konsep fundamental di peluang yang namanya Peluang Komplemen.

Bayangin kamu lagi bikin kue kering. Kalau resep yang kamu pakai punya tingkat keberhasilan $80$, berarti dari $10$ cetakan kue di loyang, kemungkinan $8$ kue bakal matang cantik, dan sisanya ($2$ kue) bakal berakhir gosong.

ilustrasi

Dalam matematika, sukses (kue cantik/bibit hidup) dan gagal (kue gosong/bibit mati) itu ibarat dua sisi koin. Keduanya selalu melengkapi satu sama lain buat ngebentuk sebuah keutuhan, yaitu $100$ (atau bernilai $1$ dalam angka peluang).

Jadi, kalau kamu udah tahu persentase suksesnya, kamu nggak perlu ngitung dari nol buat cari tahu persentase gagalnya. Tinggal kurangin aja dari $100$. Intuisi yang gampang banget, kan?

Berdasarkan laporan cuaca, peluang besok turun hujan adalah 40%. Berapa peluang besok TIDAK turun hujan?

  • A. 40%
  • B. 50%
  • C. 60%
  • D. 140%

Jawaban: C. 60%

Cuaca cuma ada dua kemungkinan utama (hujan atau tidak hujan) dalam konteks ini. Jadi Peluang Tidak Hujan = 100% - 40% = 60%.

Peluang komplemen adalah 1 dikurangi peluang kejadian utama.

Dari Kue Gosong ke Bibit Gagal

Di soal aslinya, saat ngerjain Pernyataan I, kamu udah ngitung dengan benar banget kalau peluang gabungan bibit hidup adalah $0{,}84$ (alias $84$). Keren! Tapi pas ketemu Pernyataan II soal jumlah pohon yang gagal, kamu malah nebak. Padahal, kita tinggal pakai logika "kue gosong" tadi!

Kalau peluang hidupnya $84$, otomatis peluang matinya adalah: $100 - 84 = 16$ (atau dalam bentuk desimal $0{,}16$).

Sekarang kita kenalan sama Frekuensi Harapan. Istilah matematis ini sebenarnya cuma nanya: "Kira-kira berapa banyak sih kejadian itu bakal beneran muncul dari total keseluruhan?"

Total bibit di lahan ada $200$ pohon. Kita udah tahu dari peluang komplemen kalau $16$ dari mereka diperkirakan bakal mati. Maka bibit yang mati adalah: $16 \times 200 = 32 \text{ pohon}$

Persis seperti angka $32$ di Pernyataan II yang sempat kamu ragukan. Angka itu nggak muncul dari sihir, tapi dari peluang gagal dikali total pohon!

Kalau peluang hujan tiap hari di musim hujan adalah 70%, berapa hari kira-kira kita TIDAK kehujanan dalam 100 hari?

  • A. 30 kali
  • B. 50 kali
  • C. 70 kali
  • D. 100 kali

Jawaban: A. 30 kali

Peluang tidak hujan = 100% - 70% = 30%. Frekuensi harapan = 30% x 100 hari = 30 hari.

Frekuensi harapan dihitung dengan mengalikan peluang dengan total percobaan.

Gimana Kalau Kita Nambah Stok Baru?

Sekarang kita bahas Pernyataan III. Gimana kalau bulan depan kita nambah $100$ bibit lagi khusus dari kelompok Asian Agri?

Bayangin kamu lagi belanja di pasar buah. Di keranjangmu udah ada 168 apel bagus (ini analogi dari total harapan bibit hidup dari stok awalmu yang $200$ pohon tadi). Tiba-tiba ada diskon apel impor, kamu beli $100$ apel baru. Si penjual bilang, "Tapi dari 100 apel ini, biasanya yang mulus cuma 75%-nya ya!"

Sebelum kamu jumlahin semuanya, kamu harus hitung dulu berapa banyak apel bagus dari keranjang yang baru: $75 \times 100 \text{ apel} = 75 \text{ apel bagus baru}$

Nah, dalam probabilitas, ekspektasi atau frekuensi harapan itu sifatnya bisa dijumlahkan (aditif). Total apel bagusmu sekarang adalah gabungan apel lama yang bagus dan apel baru yang bagus.

Balik ke soal bibit:

Makanya, Pernyataan III yang nyebut angkanya bakal jadi $212$ pohon itu Salah. Cukup hitung kelompok yang baru secara terpisah, lalu tambahin ke total yang udah ada.

Pilih pernyataan yang BENAR terkait penambahan stok sepatu ini!

  • Toko punya 50 sepatu (stok A) dengan jaminan 80% mulus. Harapan sepatu mulusnya 40.
  • Toko nambah 50 sepatu lagi (stok B) dengan jaminan 50% mulus. Harapan sepatu mulusnya 50.
  • Total harapan sepatu mulus yang dimiliki toko sekarang adalah 65 pasang.

Jawaban: Toko punya 50 sepatu (stok A) dengan jaminan 80% mulus. Harapan sepatu mulusnya 40.; Total harapan sepatu mulus yang dimiliki toko sekarang adalah 65 pasang.

Stok A: 80% x 50 = 40. Stok B: 50% x 50 = 25. Total = 40 + 25 = 65 sepatu bagus.

Total frekuensi harapan didapat dari menjumlahkan frekuensi harapan tiap kelompok.