Memburu Inti Kalimat: Jebakan Anak Kalimat

Inti Kalimat = Rangka Tulang

Pernahkah kamu melihat orang memakai kostum badut yang tebal dan meriah? Sepanjang apa pun sepatunya atau segede apa pun perut badutnya, kerangka asli di dalamnya (tulang si pemakai) ukurannya tetap sama.

Kalimat juga persis seperti itu!

Banyak kalimat di soal ujian sengaja dipakaikan "kostum" yang tebal biar kelihatan rumit dan panjang. Padahal, Inti Kalimat adalah kerangka tulang yang mutlak harus ada agar kalimat itu hidup. Aksesoris lainnya bisa (dan harus) dicopot saat kita mencari inti kalimat.

Untuk memudahkan pembedahan, kita akan pakai Sistem Bedah Warna:

Coba perhatikan visual di atas. Kalau Keterangan "Kemarin sore" dan "dengan lahap" kita copot bajunya, kerangkanya murni hanya tersisa: Budi (S) makan (P) nasi goreng (O). Makna dasar kegiatannya tetap utuh!

Jika ada kalimat: 'Di pagi yang cerah, kucingku mengejar tikus dengan sangat lincah', manakah yang merupakan kerangka tulangnya (inti kalimat)?

  • A. Di pagi yang cerah kucingku mengejar
  • B. Kucingku mengejar tikus
  • C. Mengejar tikus dengan sangat lincah
  • D. Kucingku sangat lincah

Jawaban: B. Kucingku mengejar tikus

Keterangan waktu 'Di pagi yang cerah' dan cara 'dengan sangat lincah' adalah aksesoris perluasan yang harus dibuang. Tersisa struktur murni Subjek (kucingku) - Predikat (mengejar) - Objek (tikus).

Inti kalimat hanya memuat S-P-O murni tanpa sisipan Keterangan waktu atau cara.

Jebakan Kata Kerja Figuran

Waktu mendiagnosa soal Danau Matano tadi, kamu mungkin tertarik memilih opsi "mencegah" karena mikir: "Wah, kata 'mencegah' ini kata kerja tindakan yang kuat, pasti ini Predikat utamanya!"

Ini adalah miskonsepsi yang paling sering menjebak siswa di soal Inti Kalimat. Tidak semua kata kerja adalah Predikat utama.

Di dalam kalimat yang panjang (Kalimat Majemuk Bertingkat), kalimat itu sebenarnya terdiri dari satu Induk Kalimat (Bos) dan Anak Kalimat (Bawahan/Figuran).

Konjungsi (kata hubung seperti karena, sehingga, agar, jika, walaupun) berfungsi sebagai "pagar pembatas". Apa pun yang berada di belakang konjungsi, statusnya langsung turun menjadi sekadar Keterangan (Anak Kalimat). Kata kerja sekeren apa pun di dalam zona itu, hanyalah "predikat figuran", bukan Predikat utama.

Cobain interaktif di atas! Begitu kamu nemu konjungsi "sehingga", seluruh rombongan kata di belakangnya ("sehingga ia lulus ujian") langsung gugur jadi aksesoris. Inti aslinya cuma "Siswa itu (S) belajar (P)".

Tentukan kebenaran pernyataan berikut terkait fungsi konjungsi dan kata kerja figuran!

  • Kata kerja yang memiliki makna tindakan kuat selalu berfungsi sebagai Predikat utama dalam kalimat. — Salah
  • Apapun yang terletak setelah konjungsi penyebab/akibat harus dibuang saat mencari inti kalimat. — Benar

Kata kerja kuat bisa saja sekadar figuran jika letaknya di belakang konjungsi. Bagian anak kalimat (setelah konjungsi) harus dibuang total.

Konjungsi menurunkan derajat klausa di belakangnya menjadi Keterangan, sehingga kata kerjanya bukan predikat utama.

Pewatas 'Yang' sang Parasit

Selain konjungsi, ada satu lagi kata yang sering jadi "parasit" pembuat kalimat jadi panjang banget: kata "yang".

Dalam sintaksis bahasa Indonesia, fungsi kata "yang" adalah untuk memperluas atau memberi detail sifat pada suatu kata benda (Subjek atau Objek). Ibaratnya, kata "yang" dan semua rentetan kata di belakangnya itu cuma "stiker penjelas" yang menempel pada sebuah barang.

Misalnya di kalimat: Mobil merah yang melaju kencang itu menabrak pohon.

Kamu mungkin melihat kata "melaju" dan mikir itu Predikat utama. Tapi awas, posisinya tepat setelah "yang"! Ini artinya, "yang melaju kencang" cuma stiker detail untuk si Subjek (Mobil merah).

Perhatikan skema di atas. Bagian di dalam kurung siku [yang melaju kencang] cuma anak panah yang numpang nempel ke Subjek. Saat mencari inti kalimat, si parasit perluasan ini harus ikut dicopot habis!

Apa inti kalimat dari: 'Buku tebal yang dibeli ayah kemarin sore membahas sejarah kemerdekaan'?

  • A. Buku tebal dibeli ayah
  • B. Ayah membeli buku tebal
  • C. Buku tebal membahas sejarah kemerdekaan
  • D. Ayah membahas sejarah kemerdekaan

Jawaban: C. Buku tebal membahas sejarah kemerdekaan

Frasa 'yang dibeli ayah kemarin sore' adalah parasit penjelas untuk kata 'Buku tebal'. Jika dibuang, tersisa kerangka inti: Buku tebal (S) membahas (P) sejarah kemerdekaan (O).

Buang seluruh frasa perluasan yang menempel dengan kata 'yang'.