Fisik vs Perilaku Hewan

Mengenal Physical vs Behavioral

Physiological Feature adalah apa yang tubuh hewan 'miliki', sedangkan Behavioral Trait adalah apa yang hewan 'lakukan'.

Ilustrasi dua kucing: satu kucing berbulu lebat sedang duduk tenang dan satu kucing sedang aktif melompat mencakar sofa

Bayangkan seekor kucing peliharaan di rumah. Kucing tersebut memiliki tubuh berbulu lebat dan cakar yang tajam. Semua itu adalah bagian fisik atau anatomi tubuhnya yang sudah menempel sejak lahir (Physiological Feature). Di sisi lain, kucing yang sama juga punya kebiasaan: suka mengeong keras saat meminta makan atau berlari kencang sambil mencakar sofa. Hal-hal tersebut merupakan tindakan atau aktivitas yang dilakukannya (Behavioral Trait).

Saat membaca teks deskriptif (descriptive text), jangan menebak kategori hanya berdasarkan kesan sekilas. Tanyakan ke diri sendiri: apakah ini bagian dari badan/organ hewannya, atau ini aksi nyata yang hewan tersebut perbuat?

Bentuk Tubuh dan Organ Eksternal

Semua bagian tubuh yang dapat dilihat secara fisik, seperti bentuk badan dan sirip, tergolong dalam fitur fisiologis (Physiological Feature).

Pacific bluefin tuna memperlihatkan bentuk tubuh torpedo yang hidrodinamis serta deretan sirip kecil di pangkal ekor Gambar: California Department of Fish and Game, Public domain — Wikimedia Commons

Mari kita bedah Opsi C dari teks soal: memiliki bentuk tubuh hidrodinamis (having a hydrodynamic, streamlined shape with a metallic dark back). Bentuk siluet badan yang aerodinamis/hidrodinamis ini adalah wujud fisik luar dari tubuh ikan tuna itu sendiri. Karena mendeskripsikan anatomi fisik, karakteristik ini jelas merupakan Physiological Feature.

Sekarang, perhatikan Opsi E: memiliki deretan sirip kecil kekuningan (possessing small, yellowish finlets along the spine toward the tail).

Burung merak jantan memiliki ekor dengan bulu yang panjang dan bercorak mata indah. Termasuk ke dalam kategori apakah bulu ekor indah yang dimiliki merak ini?

  • Physiological Feature, karena ekor panjang dan berbulu indah tersebut merupakan struktur fisik tubuh biologis merak.
  • Behavioral Trait, karena memiliki bulu indah adalah cara karakteristik merak beradaptasi di alam liar dari pemangsa.
  • Behavioral Trait, karena bulu tersebut sering dikembangkan merak untuk menarik perhatian betina saat musim kawin.
  • Behavioral Trait, karena bulu ekor merak memerlukan perawatan harian lewat kebiasaan membersihkan bulu dengan paruh.

Jawaban: Physiological Feature, karena ekor panjang dan berbulu indah tersebut merupakan struktur fisik tubuh biologis merak.

Bulu ekor merak jantan adalah struktur fisik atau anggota tubuh biologis (apa yang dimiliki tubuhnya), sehingga tergolong Physiological Feature. Mengembangkan bulu untuk memikat betina memang sebuah Behavioral Trait (tindakan), tetapi bulu itu sendiri tetaplah organ fisik (fitur fisiologis). Keberadaan organ tubuh bukan merupakan perilaku.

Organ atau ornamen luar yang menempel pada tubuh merupakan fitur fisiologis (Physiological Feature).

Fungsi Internal Otomatis

Sistem yang bekerja secara otomatis di dalam tubuh hewan merupakan bagian dari fitur fisiologis (Physiological Feature).

Fitur fisiologis tidak hanya terbatas pada bagian luar tubuh yang tampak kasat mata. Segala proses biologis, reaksi kimiawi, maupun kinerja organ dalam yang berjalan secara otomatis di dalam tubuh juga termasuk ke dalam kelompok ini.

Perhatikan Opsi A: menjaga suhu inti tubuh tetap lebih hangat daripada air di sekitarnya (maintaining internal body temperature warmer than surrounding water). Ikan tuna tidak "memutuskan" atau "melakukan gerakan tertentu" agar badannya hangat. Suhu hangat ini dipertahankan secara otomatis oleh mesin biologis di dalam tubuhnya, yaitu jaringan pembuluh darah khusus (vascular system atau rete mirabile) yang memerangkap panas metabolisme otot.

Karena maintaining internal body temperature merupakan fungsi kerja sistem organ dalam tubuh, karakteristik pada Opsi A murni merupakan Physiological Feature.