Gerak 2 Dimensi: Membedah Vektor dan Asumsi Ideal

Memisahkan Gerak 2 Dimensi

Gerak ke arah utara dan ke arah timur terjadi secara independen dan tidak saling mengganggu.

Dalam gerak dua dimensi, sumbu mendatar (timur–barat atau sumbu $X$) dan sumbu tegak (utara–selatan atau sumbu $Y$) bekerja di jalurnya masing-masing. Dorongan yang bekerja murni ke arah timur tidak akan menambah ataupun mengurangi kelajuan perahu yang mengarah ke utara.

Diagram vektor independen: panah kecepatan utara dan panah gaya arus ke timur yang terpisah dari satu titik asal.

Pada Diagram Vektor Panah di atas, perahu mula-mula memiliki kecepatan konstan ke utara sebesar $v_y = 6\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$ berkat mesinnya. Ketika arus laut memberikan gaya $F_x = 300\text{ N}$ murni ke timur, gaya ini hanya memengaruhi arah timur tanpa membatalkan atau mengubah panah kecepatan ke utara.

Menghitung Kecepatan di Arah Baru

Percepatan hanya terjadi pada sumbu yang mendapatkan gaya.

Karena dorongan mesin menjaga kecepatan perahu ke utara tetap konstan ($v_y = 6\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$), tidak ada percepatan pada sumbu $Y$. Sebaliknya, arus laut memberikan gaya horizontal $F_x = 300\text{ N}$ pada massa perahu beserta muatan sebesar $m = 150\text{ kg}$. Berdasarkan Hukum II Newton, percepatan ke arah timur adalah:

$$a_x = \frac{F_x}{m} = \frac{300\text{ N}}{150\text{ kg}} = 2\text{ m}\cdot\text{s}^{-2}$$

Karena perahu awalnya tidak memiliki gerak ke timur ($v_{0x} = 0$), gaya arus yang bekerja selama $t = 4\text{ detik}$ memicu gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ke arah timur. Kecepatan ke arah timur bertambah secara bertahap hingga mencapai:

$$v_x = v_{0x} + (a_x \times t) = 0 + (2\text{ m}\cdot\text{s}^{-2} \times 4\text{ s}) = 8\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$$

Menebak kelajuan akhir tanpa menghitung percepatan sering memicu jebakan, seperti pada Opsi B (yang langsung mengira kecepatan total $8\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$) atau Opsi E (yang hanya mengambil angka utara $6\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$). Keduanya melupakan bahwa perahu kini bergerak simultan di kedua sumbu.

Menggabungkan Vektor dan Trik Sudut

Resultan kecepatan dicari dengan Pythagoras, dan sudut dihitung dengan trigonometri melihat perbandingan sisinya.

Setelah $4\text{ detik}$, perahu memiliki dua komponen kecepatan yang saling tegak lurus: $v_y = 6\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$ ke utara dan $v_x = 8\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$ ke timur. Karena kedua panah membentuk sudut siku-siku, besar resultan kecepatan dihitung menggunakan dalil Pythagoras:

$$v_{\text{total}} = \sqrt{v_x^2 + v_y^2} = \sqrt{8^2 + 6^2} = \sqrt{64 + 36} = 10\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$$

Penjumlahan ini adalah penjumlahan vektor, bukan penjumlahan aljabar biasa. Opsi D keliru karena menjumlahkan skalar secara langsung ($8 + 4 = 12\text{ m}\cdot\text{s}^{-1}$).

Segitiga siku-siku perbandingan 6-8-10 yang memperlihatkan sudut 53 derajat berhadapan dengan sisi 8.

Untuk menentukan arah gerak terhadap arah utara ($\theta$), perhatikan segitiga siku-siku yang terbentuk. Sisi di depan sudut $\theta$ adalah kecepatan timur ($v_x = 8$), sedangkan sisi di samping sudut adalah kecepatan utara ($v_y = 6$):

$$\tan\theta = \frac{\text{depan}}{\text{samping}} = \frac{v_x}{v_y} = \frac{8}{6} = \frac{4}{3}$$

Sebuah pesawat bergerak ke arah utara dengan kecepatan 40 m/s. Pada saat yang sama, angin bertiup kencang ke arah barat sehingga pesawat mendapat kecepatan ke barat sebesar 30 m/s. Jika arah gerak pesawat membentuk sudut theta ke barat dari arah utara, berapakah besar sudut theta tersebut?

  • 37 derajat karena sisi depan sudut bernilai 30 m/s yang sebanding dengan sisi terpendek 3.
  • 53 derajat karena sisi depan sudut bernilai 30 m/s yang sebanding dengan sisi terpanjang 4.
  • 45 derajat karena sudut arah selalu berada tepat di tengah kedua sumbu yang saling tegak lurus.
  • 60 derajat karena nilai sudut istimewa pada bidang datar umumnya menggunakan sudut enam puluh derajat.

Jawaban: 37 derajat karena sisi depan sudut bernilai 30 m/s yang sebanding dengan sisi terpendek 3.

Arah sudut theta dihitung dari utara ke barat, sehingga sisi di depan sudut adalah kecepatan ke arah barat (30 m/s) dan sisi sampingnya adalah kecepatan ke arah utara (40 m/s). Perbandingannya adalah tan theta = 30/40 = 3/4. Dalam segitiga 3-4-5, sudut yang menghadap sisi 3 (sisi lebih pendek) adalah 37 derajat, bukan 53 derajat. Opsi B terbalik mengaitkan sisi 30 dengan perbandingan 4, sedangkan opsi C dan D menebak sudut tanpa rasio trigonometri yang tepat.

Sudut 37 derajat selalu menghadap sisi terpendek dalam segitiga perbandingan 3-4-5.