Menaklukkan Soal Elevasi Bertingkat
Membedah Layar Proyektor
Soal dengan dua sudut elevasi dari posisi berbeda selalu membentuk dua segitiga siku-siku yang tumpang-tindih dan berbagi satu sisi tegak yang sama. Saat pejalan kaki berdiri di titik $A$, ia mengarahkan pandangannya ke puncak menara ($C$) dengan sudut elevasi $45^\circ$. Ketika ia melangkah maju sejauh $36\text{ m}$ ke titik $D$, jaraknya ke menara memendek, sehingga garis pandangnya harus mendongak lebih curam menjadi $60^\circ$.
Tinggi sisi tegak $BC$ inilah jembatan emas kita. Segitiga besar ($ABC$) dan segitiga kecil ($DBC$) sama-sama bertumpu pada tiang tegak $BC$ yang sama. Selisih alas antara kedua segitiga tersebut tepat sebesar jarak langkah pejalan kaki, yaitu panjang ruas garis $AD = 36\text{ m}$. Dengan mengunci sisi tegak yang sama ini, kita bisa menghubungkan kedua pengamatan menjadi satu kesatuan aljabar tanpa perlu menebak-nebak ukuran menara terlebih dahulu.
Keistimewaan Sudut 45 Derajat
Pada segitiga siku-siku dengan sudut $45^\circ$, panjang sisi alas dipastikan persis sama dengan panjang sisi tegaknya. Keistimewaan ini langsung diturunkan dari nilai perbandingan dasar trigonometri, di mana nilai tangen menyatakan rasio antara sisi depan (tegak) terhadap sisi samping (alas):
$$\tan(45^\circ) = \frac{\text{depan}}{\text{samping}} = 1$$

Karena nilainya tepat $1$, kedua sisi siku-sikunya harus memiliki ukuran yang identik alias membentuk segitiga siku-siku sama kaki. Pada segitiga besar $ABC$, sisi alasnya membentang dari titik awal pengamatan $A$ sampai ke dasar $B$. Alas ini terbagi menjadi dua bagian: ruas $AD$ sejauh $36\text{ m}$ ditambah ruas $DB$.
Artinya, kita memperoleh persamaan pertama yang sangat praktis tanpa perhitungan rumit:
$$BC = AB = 36 + DB$$
Seorang anak memandang puncak tiang bendera dari suatu titik dengan sudut elevasi 45°. Jika tinggi puncak tiang dari posisi mata anak secara vertikal adalah 15 meter, berapakah jarak horizontal dari anak tersebut ke tiang?
- 30 meter
- 15 meter
- 15√2 meter
- 15√3 meter
Jawaban: 15 meter
Pada segitiga siku-siku dengan sudut elevasi 45°, nilai tan(45°) = 1 sehingga sisi alas dan sisi tegak sama panjang. Karena tinggi tiang dari mata anak adalah 15 meter, jarak horizontalnya juga 15 meter. Opsi 30 meter salah karena menjumlahkan keduanya. Opsi 15√2 meter adalah panjang garis pandang (sisi miring), bukan sisi horizontal. Opsi 15√3 meter keliru menerapkan rasio sudut 60°.
Sisi tegak dan alas bernilai sama pada sudut elevasi 45 derajat.
Awas Jebakan Aljabar
Saat mengelompokkan variabel yang sama di satu ruas, gunakan pemfaktoran alih-alih sekadar memindah tanda dan menjadikannya pembagian. Pada segitiga kedua ($DBC$) dengan sudut elevasi $60^\circ$, rasio tangen memberikan hubungan sisi tegak terhadap alas:
$$\tan(60^\circ) = \frac{BC}{DB} = \sqrt{3} \implies BC = DB\sqrt{3}$$
Karena kedua segitiga berbagi sisi tegak $BC$ yang sama, kita samakan kedua nilai $BC$ tersebut:
$$DB\sqrt{3} = 36 + DB$$
Setelah suku sejenis terkumpul di ruas kiri, tarik faktor sekutu $DB$ ke luar tanda kurung:
$$DB(\sqrt{3} - 1) = 36 \implies DB = \frac{36}{\sqrt{3} - 1}$$
Langkah terakhir adalah merasionalkan penyebut dengan mengalikan pecahan tersebut dengan bentuk sekawannya, yaitu $\frac{\sqrt{3} + 1}{\sqrt{3} + 1}$:
$$DB = \frac{36(\sqrt{3} + 1)}{(\sqrt{3} - 1)(\sqrt{3} + 1)} = \frac{36(\sqrt{3} + 1)}{3 - 1} = 18(\sqrt{3} + 1) = 18\sqrt{3} + 18\text{ m}$$
Dengan nilai $DB$ ini, kita peroleh tinggi sisi segitiga $BC$:
$$BC = DB\sqrt{3} = (18\sqrt{3} + 18)\sqrt{3} = 54 + 18\sqrt{3}\text{ m}$$
Dalam sebuah persamaan perbandingan didapatkan hubungan: x√2 = 10 + x. Bentuk aljabar yang tepat setelah mengumpulkan dan memfaktorkan variabel x di satu ruas adalah...
- x(√2 - 1) = 10
- x = 10 / √2
- x(√2) = 10 / x
- x = 10 - √2
Jawaban: x(√2 - 1) = 10
Persamaan x√2 = 10 + x diselesaikan dengan memindahkan suku x ke ruas kiri: x√2 - x = 10. Lalu faktorkan variabel x ke luar tanda kurung sehingga menjadi x(√2 - 1) = 10. Opsi B salah karena membuang suku x. Opsi C salah karena membalik operasi penjumlahan menjadi pembagian. Opsi D keliru mengurangkan bentuk akar dengan konstanta secara langsung.
Memfaktorkan variabel yang memiliki koefisien bentuk akar dan koefisien bulat.