Struktur Teks: Membaca Layaknya Menonton Film

Teks Ilmiah = Skenario Film

Waktu ngerjain soal bacaan yang panjang, wajar kalau kamu merasa cuma lagi baca rentetan kalimat yang bertumpuk. Apalagi kalau bahasanya seberat laporan BRIN tentang mikroplastik. Tapi, coba ubah cara pandangmu: sebuah teks ilmiah itu sama persis kayak skenario film atau game.

Penulis teks eksposisi ilmiah merancang paragraf dengan cara yang sama. Setiap paragraf punya "peran" spesifik di dalam cerita besarnya. Ada paragraf yang perannya mengenalkan masalah, ada yang memaparkan data sebab-akibat, dan ada yang memberi solusi.

ilustrasi

Mencari "fungsi sebuah paragraf" artinya kita nggak cuma baca isi kalimatnya, tapi kita mundur selangkah dan nanya ke diri sendiri: "Paragraf ini lagi mainin peran apa sih di cerita keseluruhannya?"

Membedah Skenario Mikroplastik

Sekarang, mari kita bedah teks di soal tadi pakai kacamata "sutradara". Kalau kita lihat alurnya, strukturnya rapi banget dari Paragraf 1 sampai 4.

  1. Babak 1 (Paragraf 1) - Setup / Masalah Baru: BRIN menemukan air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Ini adalah pemicu ceritanya.

  2. Babak 2 (Paragraf 2) - Penyebab: Kok bisa? Dari mana asalnya? Oh, ternyata dari serat baju, ban, dan sampah manusia. Paragraf ini merinci penyebab masalahnya.

  3. Babak 3 (Paragraf 3) - Klimaks / Dampak: Masalah memuncak! Terus, apa berbahayanya temuan air hujan berplastik ini? Ternyata bisa memicu iritasi sampai masuk ke aliran darah. Paragraf ini fokus pada dampak dan risiko.

  4. Babak 4 (Paragraf 4) - Resolusi: Pemerintah (Kemenkes) merespons dengan himbauan pakai masker, dan perlunya perbaikan aturan. Ini adalah solusi.

Dari pemetaan alur di atas, fungsi Paragraf 3 sangat jelas, kan? Dia berfungsi untuk memaparkan risiko/dampak kesehatan yang disebabkan oleh temuan awal di Paragraf 1. Pembuat soal cuma ingin tahu apakah kamu bisa melihat benang merah ini.

Kalau ditambahkan Paragraf 5 yang menceritakan bahwa imbauan memakai masker (dari P4) ternyata BELUM EFEKTIF menurunkan angka penyakit pernapasan, maka Paragraf 5 berfungsi sebagai...

  • A. Mengelaborasi (memperdetail) solusi di Paragraf 4
  • B. Memvalidasi (membenarkan) temuan awal di Paragraf 1
  • C. Mengevaluasi (menilai) dampak solusi yang ada di Paragraf 4
  • D. Membandingkan solusi kesehatan dengan dampak di Paragraf 3

Jawaban: C. Mengevaluasi (menilai) dampak solusi yang ada di Paragraf 4

Paragraf 5 menilai/mengevaluasi hasil dari solusi yang diberikan di paragraf sebelumnya (P4). Jadi, fungsinya adalah mengevaluasi hasil dari solusi.

Fungsi paragraf mengevaluasi berarti menilai efektivitas atau hasil dari sebuah tindakan/solusi yang sudah disebutkan sebelumnya.

Kamus Istilah Sutradara (Fungsi Teks)

Pas ketemu soal kayak gini, kadang yang bikin pusing justru istilah di opsi jawabannya. Mengelaborasi, menyanggah, memvalidasi... itu terdengar kaku dan akademis banget.

Padahal, istilah-istilah metakognitif itu sebenarnya cuma nama resmi untuk aksi-aksi penceritaan dasar yang sering kita temui sehari-hari. Biar gampang, kita "terjemahkan" ke dalam bahasa kasual:

Jika P1 menyatakan bahwa 'Pemanasan global membuat es di kutub mencair' dan P2 menjelaskan BAGAIMANA tahapan kenaikan suhu laut secara perlahan mengikis lapisan es dari bawah, maka P2 berfungsi...

  • A. Menyanggah (membantah) temuan di P1.
  • B. Mengelaborasi (memperdetail) proses terjadinya temuan di P1.
  • C. Mengontraskan (membandingkan) teori A dengan teori B.
  • D. Menawarkan resolusi (solusi) untuk masalah di P1.

Jawaban: B. Mengelaborasi (memperdetail) proses terjadinya temuan di P1.

P2 memberikan rincian dan penjelasan lebih lanjut (zoom-in) tentang fenomena yang disebutkan di P1, sehingga P2 berfungsi mengelaborasi P1.

Mengelaborasi berarti memperluas, mendetailkan, atau memperinci suatu pernyataan/klaim yang sudah dibuat sebelumnya.