Aritmetika Sosial: Awas Terjebak Kata 'Sisa'

Dari Total vs Dari Sisa

Pengali pecahan harus selalu jelas acuannya: apakah dari Gaji Awal yang utuh atau dari Sisa Berjalan yang sudah berkurang.

Bayangkan kita sedang memotong kue bolu utuh. Mengambil $\frac{1}{4}$ bagian dari kue bolu utuh ukurannya tentu berbeda dengan mengambil $\frac{1}{4}$ bagian dari potongan kue yang tinggal separuh. Dalam matematika keuangan, prinsip ini krusial: setiap kali ada persentase atau pecahan, selalu tanyakan "pecahan dari apa?"

Pada soal Bapak Andi:

Pola perbedaan basis acuan ini juga sering kita temui saat menghitung diskon bertingkat di toko atau penyusutan nilai barang dari tahun ke tahun.

Gaji Budi adalah $Y$. Ia memakai $\frac{1}{5}$ bagian gajinya untuk makan, lalu menabung $10\%$ dari sisa uangnya. Bentuk aljabar yang menyatakan besar uang yang ditabung Budi adalah ....

  • 10% \times Y
  • 10% \times (Y - \frac{1}{5}Y)
  • 10% \times \frac{1}{5}Y
  • Y - 10% - \frac{1}{5}Y

Jawaban: 10% \times (Y - \frac{1}{5}Y)

Tabungan dihitung dari sisa uang, bukan dari gaji awal. Sisa uang setelah makan adalah (Y - 1/5 Y), sehingga besar tabungan adalah 10% × (Y - 1/5 Y). Opsi A salah karena mengalikan ke gaji awal. Opsi C salah karena mengalikan ke pengeluaran makan. Opsi D salah karena mengurangkan persen langsung seperti nominal.

Membedakan penulisan aljabar untuk potongan dari total vs potongan dari sisa

Menggabungkan Pengeluaran

Semua pengeluaran yang dihitung terhadap Gaji Awal ($X$) bisa dijumlahkan langsung pecahannya setelah satuannya seragam.

Mari kita urai alur potongan kue bolu gaji Bapak Andi satu per satu:

  1. Kebutuhan rumah tangga: $\frac{1}{3}X$. Sisa pertamanya adalah $X - \frac{1}{3}X = \frac{2}{3}X$.

  2. Cicilan rumah: Dihitung dari sisa pertama, yaitu $40\% \times \frac{2}{3}X = \frac{2}{5} \times \frac{2}{3}X = \frac{4}{15}X$.

  3. Tabungan pendidikan: Dihitung dari gaji awal, yaitu $0{,}25X = \frac{1}{4}X$.

Bagan aljabar penjumlahan pecahan pengeluaran gaji dengan penyebut disamakan ke 60

Karena ketiga pengeluaran kini sama-sama dinyatakan dalam pengali $X$, kita dapat langsung menjumlahkannya dengan menyamakan penyebut:

$$\text{Total Terpakai} = \frac{1}{3}X + \frac{4}{15}X + \frac{1}{4}X = \frac{20}{60}X + \frac{16}{60}X + \frac{15}{60}X = \frac{51}{60}X = \frac{17}{20}X$$

Dengan demikian, Sisa Berjalan akhir yang belum teralokasi adalah:

$$\text{Sisa Akhir} = X - \frac{17}{20}X = \frac{3}{20}X$$

Membongkar Makna Rasio

Rasio $3 : 2$ antara Dana Darurat dan Hiburan berarti seluruh sisa uang dibagi menjadi $3 + 2 = 5$ bagian sama besar.

Artinya, Dana Darurat mendapatkan $\frac{3}{5}$ bagian dari sisa akhir, sedangkan Hiburan mendapatkan $\frac{2}{5}$ bagian dari sisa akhir.

Diagram balok rasio 5 bagian yang memisahkan Dana Darurat 3 bagian dan Hiburan 2 bagian

Sering kali muncul kekeliruan saat melihat angka nominal salah satu pos:

Untuk mencari total uang sisa akhir, kita harus melihat relasi bagian terhadap keseluruhan:

$$\frac{3}{5} \times \text{Sisa Akhir} = \text{Rp }1.080.000$$

$$\text{Sisa Akhir} = \frac{5}{3} \times \text{Rp }1.080.000 = \text{Rp }1.800.000$$

Uang sisa dibagi untuk Pos X dan Pos Y dengan rasio $4 : 1$. Diketahui uang di Pos X adalah $\text{Rp }800.000$. Berapa total uang sisa tersebut?

  • \text{Rp }200.000
  • \text{Rp }800.000
  • \text{Rp }1.000.000
  • \text{Rp }3.200.000

Jawaban: \text{Rp }1.000.000

Pos X memiliki rasio 4 dari total (4 + 1 = 5) bagian. Nilai 4 bagian adalah Rp800.000, sehingga 1 bagian bernilai Rp800.000 / 4 = Rp200.000. Total uang sisa adalah 5 bagian, yaitu 5 × Rp200.000 = Rp1.000.000. Opsi A keliru karena hanya menghitung nilai Pos Y. Opsi B keliru karena menganggap nilai Pos X adalah total uang. Opsi D keliru karena mengalikan nominal dengan 4 alih-alih membaginya.

Menentukan total nilai dari sebuah rasio jika diketahui nilai salah satu bagiannya