Misteri Piramida Biomassa Laut yang Terbalik

Cahaya dan 'Pabrik' Makanan Laut

Ada yang ngebayangin kalau laut lepas itu gelap gulita sampai ke dasarnya, makanya fotosintesis susah terjadi (seperti Opsi E di soal tadi). Padahal, hal itu sama sekali nggak benar!

Permukaan laut sampai kedalaman sekitar 200 meter disebut zona fotik (sunlit zone). Di zona ini, cahaya matahari masih tembus dengan sangat terang. Cahaya inilah yang ngidupin "pabrik" pembuat makanan laut.

Bedanya sama di ekosistem daratan, produsen utama di laut lepas bukanlah pohon besar yang berkayu kokoh. Di lautan, pahlawan utamanya adalah fitoplankton, kelompok organisme mikroskopis (termasuk diatom dan bakteri fotosintetik).

Mereka melayang-layang di zona fotik, menyerap sinar matahari yang melimpah, dan melakukan fotosintesis layaknya tumbuhan daun di darat.

Diatoms through the microscope Gambar: Prof. Gordon T. Taylor, Stony Brook University, Public domain — Wikimedia Commons

Berdasarkan penjelasan tentang zona laut dan fitoplankton, tentukan apakah pernyataan berikut Sesuai atau Tidak Sesuai.

  • Laut lepas tidak memiliki produsen karena cahaya matahari tidak bisa menembus air laut. — Tidak Sesuai
  • Fitoplankton berukuran mikroskopis dan menggantikan peran tumbuhan besar berkayu sebagai tumpuan energi di laut lepas. — Sesuai

Cahaya bisa masuk ke laut bagian atas (zona fotik) yang menjadi tempat hidup fitoplankton si produsen utama.

Bagian permukaan laut mendapat cahaya yang cukup (zona fotik) untuk fitoplankton berfotosintesis.

Paradoks Timbangan Laut

Bayangin kamu lagi di padang rumput sabana. Kalau kamu menimbang semua rumput yang ada lalu membandingkannya dengan berat total rusa dan singa yang hidup di area itu saat itu juga, berat rumput pasti jauh lebih besar. Karena itulah di darat, piramida biomassa bentuknya tegak lurus ke atas.

Tapi di ekosistem laut lepas, para oseanografer menemukan anomali yang luar biasa. Jika kita menyaring air di satu petak lautan luas, total berat gabungan fitoplankton (produsen) justru berukuran sangat mungil dibanding total berat gabungan zooplankton dan ikan pemakannya. Artinya, piramida ini terbalik.

Paradoks muncul di sini: Bagaimana mungkin makanan (fitoplankton) yang kelihatannya dikit banget ini, bisa memberi makan ratusan hewan lebih besar (zooplankton) tanpa membuat sistem lautan punah?

ilustrasi

Apa yang sebenarnya diukur dalam suatu 'piramida biomassa'?

  • A. Kecepatan organisme dalam menghasilkan keturunan baru
  • B. Jumlah total energi yang mengalir sepanjang rantai makanan
  • C. Berat kering total makhluk hidup di suatu area jika dipanen pada waktu tertentu
  • D. Ukuran tubuh rata-rata dari setiap individu di tingkat trofik

Jawaban: C. Berat kering total makhluk hidup di suatu area jika dipanen pada waktu tertentu

Biomassa statis adalah potret sesaat ('standing crop'), yaitu total berat tubuh organisme dalam sebuah ekosistem jika ditimbang di satu waktu spesifik.

Biomassa mengukur total berat kering organisme pada waktu yang spesifik (standing crop).

Analogi Cashflow Keuangan

Biar gampang ngebayangin teka-teki timbangan tadi, coba lihat lewat kacamata arus kas (cashflow) sebuah bisnis yang laris manis. Fitoplankton itu ibarat akun rekening operasional atau laci kasir dari toko kue tersebut.

Setiap akhir hari, sisa "saldo" di laci kasir (ini adalah biomassa sesaat yang bisa ditimbang) mungkin cuma Rp 1 Juta. Kelihatannya kecil, kan?

Tapi, dalam hitungan jam setiap harinya, uang omzet yang masuk bisa mencapai Rp 50 Juta. Uang Rp 50 Juta ini masuk (income) dan langsung dipakai (expense) untuk belanja bahan kue yang baru lagi. Alirannya muter dengan sangat cepat, meskipun saldo akhirnya selalu dijaga di angka kecil.

Di laut, persis seperti inilah turn-over rate bekerja. Fitoplankton memproduksi individu baru sangat deras, tapi nggak sampai sempat numpuk banyak karena langsung "dipakai" atau dimakan oleh zooplankton!

Jika fitoplankton digambarkan sebagai bisnis, mengapa 'saldonya' (biomassa statisnya) terlihat kecil padahal sangat produktif?

  • A. Karena pemasukan dan pengeluaran sama-sama kecil
  • B. Karena laju produksi sangat tinggi, tapi hasil produksi langsung dihabiskan oleh konsumen
  • C. Karena bisnis tersebut mengalami kerugian yang terus menerus setiap harinya
  • D. Karena zooplankton mengurangi laju makanannya agar fitoplankton tidak punah

Jawaban: B. Karena laju produksi sangat tinggi, tapi hasil produksi langsung dihabiskan oleh konsumen

Seperti cashflow yang perputarannya cepat, biomassa fitoplankton tidak sempat menumpuk karena begitu lahir langsung dimakan oleh zooplankton.

Laju perputaran (turn-over rate) yang tinggi membuat keseimbangan terjadi meskipun biomassa sesaatnya kecil.