Misteri Operasi Bilangan: Rasional vs Irasional
Membongkar Identitas 'Rasional'
Kamu menyebutkan masih suka bingung bedanya rasional dan irasional secara mendasar. Tenang, mari kita kupas pelan-pelan dari kata asalnya.
Pernah dengar kata rasio? Rasio itu artinya perbandingan. Nah, bilangan rasional adalah angka yang bisa ditulis sebagai perbandingan (pecahan) yang presisi dari dua bilangan bulat, bentuknya $\frac{a}{b}$.
Bayangkan kamu punya kue utuh. Kalau kamu bisa memotong kue itu secara adil ke dalam potongan yang terukur pasti oleh bilangan bulat (misal dipotong 2, dipotong 4, dipotong 10), maka bagian kue itu adalah bilangan rasional. Semua bilangan bulat seperti 3 juga rasional, karena bisa ditulis $\frac{3}{1}$.
Ciri utama dari bilangan rasional kalau diubah ke desimal adalah: ia bisa berhenti (seperti $\frac{1}{2} = 0.5$) atau berulang dengan pola yang teratur (seperti $\frac{1}{3} = 0.33333\dots$). Semuanya terukur rapi.

Diberikan sebuah angka desimal: 0.121212... (dan seterusnya). Berdasarkan cirinya, apakah angka tersebut rasional atau irasional?
- A. Irasional, karena desimalnya tidak berhenti (berlanjut terus menerus).
- B. Rasional, karena desimalnya berulang dengan pola yang jelas.
- C. Irasional, karena tidak ada angka nol di belakangnya.
- D. Rasional, karena semua bilangan yang panjang adalah rasional.
Jawaban: B. Rasional, karena desimalnya berulang dengan pola yang jelas.
0.121212... memiliki pola angka '12' yang berulang terus. Karena memiliki pola yang teratur, angka ini BISA diubah menjadi pecahan bulat (yaitu 12/99). Jadi, ini adalah bilangan rasional.
Desimal berulang dengan pola teratur adalah bilangan rasional karena bisa ditulis sebagai pecahan dua bilangan bulat.
Sisi Liar Bilangan 'Irasional'
Kalau bilangan rasional itu rapi dan punya rasio yang pasti, maka bilangan irasional adalah antitesisnya (kebalikannya). Sesuai namanya, i-rasional artinya tidak rasional—ia tidak bisa ditulis sebagai pecahan dua bilangan bulat.
Desimal dari bilangan irasional itu berlanjut tanpa henti dan yang paling penting: TANPA ada pola yang berulang. Mereka mustahil dikurung dalam bentuk pecahan yang rapi.
Contoh paling klasik adalah $\pi$ (Pi). Angkanya $3.1415926535\dots$ berlanjut terus tanpa ada pola berulang sama sekali. Contoh lain adalah akar kuadrat dari bilangan yang bukan kuadrat sempurna, seperti $\sqrt{2}$. Tidak ada dua bilangan bulat $a$ dan $b$ yang kalau kamu bagi lalu dikuadratkan, hasilnya persis pas 2.

Manakah dari nilai akar berikut ini yang termasuk bilangan irasional?
- A. Akar 4
- B. Akar 9
- C. Akar 5
- D. Akar 16
Jawaban: C. Akar 5
Akar 4 = 2, Akar 9 = 3, dan Akar 16 = 4 (semuanya bilangan bulat dan rasional). Namun, 5 bukan bilangan kuadrat sempurna, sehingga Akar 5 akan menghasilkan desimal liar tanpa pola.
Akar kuadrat dari bilangan yang bukan kuadrat sempurna akan selalu menghasilkan desimal yang tak berujung dan tak berpola, sehingga irasional.
Rapi + Berantakan = ?
Sekarang kita bedah Pernyataan I dari soalmu tadi: Apa yang terjadi jika kita menjumlahkan bilangan Rasional (yang rapi) dengan bilangan Irasional (yang berantakan)?
Soal menyatakan hasilnya selalu Irasional. Kenapa begitu?
Mari kita pakai metode pembuktian melalui kontradiksi (metode yang membuktikan sesuatu dengan cara menantang hal kebalikannya). Coba kita andaikan terbalik: Andaikan $Rasional + Irasional = Rasional$.
Katakanlah $r$ itu rasional, $i$ itu irasional, dan $s$ itu hasil penjumlahannya (yang kita andaikan rasional). $r + i = s$
Kalau kita ubah persamaannya sedikit, kita dapat: $i = s - r$
Tunggu dulu! Kita tahu bahwa mengurangi sesama bilangan rasional ($s$ dikurangi $r$) pasti hasilnya rasional juga (seperti mengurangi pecahan dengan pecahan). Berarti persamaan di atas seolah bilang bahwa $i$ itu rasional. Padahal kita sudah sepakat di awal kalau $i$ itu irasional! Ini adalah sebuah kontradiksi.
Karena pengandaian kita menghasilkan hal yang mustahil, maka tebakan awal kita pasti salah. Jadi, hasil $Rasional + Irasional$ tidak mungkin rasional.

Mencampur sesuatu yang memiliki struktur teratur dengan sesuatu yang berantakan tak berujung, tidak akan bisa membuat semuanya kembali rapi. Hasil akhirnya pasti akan ikut berantakan.
Bagaimana metode kontradiksi membantu kita yakin bahwa Rasional + Irasional = Irasional?
- A. Karena kita tidak tahu nilai aslinya, maka kita harus menebaknya.
- B. Kita mencoba mengandaikan hasil penjumlahannya rasional, lalu melihat bahwa itu melanggar sifat dasar bilangan irasional.
- C. Karena menjumlahkan dua pecahan selalu menghasilkan bilangan irasional.
- D. Karena bilangan irasional tidak bisa dijumlahkan dengan bilangan rasional.
Jawaban: B. Kita mencoba mengandaikan hasil penjumlahannya rasional, lalu melihat bahwa itu melanggar sifat dasar bilangan irasional.
Pembuktian kontradiksi bekerja dengan mengasumsikan hal yang sebaliknya (bahwa hasilnya rasional), lalu menunjukkan bahwa asumsi tersebut membawa kita pada kesimpulan tak masuk akal (yaitu bilangan irasional tiba-tiba menjadi rasional).
Metode kontradiksi membuktikan sesuatu benar dengan menunjukkan bahwa jika hal tersebut salah, maka akan muncul kemustahilan logika.