Kohesi & Adhesi: Gaya Benda Sehari-hari
Air dan Daun Talas

Kamu punya intuisi yang tajam! Di awal kamu nebak kalau air yang menggumpal bulat di atas daun talas adalah contoh gaya kohesi. Tebakanmu 100% benar.
Gambar: Elucidate, CC BY 3.0 — Wikimedia Commons
Bayangkan molekul air itu seperti sekelompok orang di sebuah pesta yang cuma mau ngobrol dan bergandengan tangan dengan teman satu gengnya aja. Air memiliki "ikatan hidrogen" antar sesama molekulnya yang sangat kuat.
Akibatnya, molekul air lebih suka saling tarik-menarik dan "berpelukan" erat satu sama lain daripada menempel meluber ke permukaan daun yang kebetulan menolak air. Sifat "kompak" atau tarik-menarik antar partikel yang sejenis inilah yang dinamakan Kohesi.
Cat, Lem, dan Stiker
Sekarang, mari kita lihat barang-barang di sekitarmu yang punya fungsi merekatkan. Pernah kepikiran kenapa cat bisa menempel kuat di tembok, atau kenapa stiker sangat susah dikelupas dari kaca?
Berbeda dengan air di daun talas yang "anti-sosial", partikel cat atau lem justru punya gaya tarik yang kuat terhadap partikel benda lain seperti tembok atau kaca. Di tingkat sains, ini bisa terjadi karena gaya ikatan antar-molekul (seperti van der Waals) atau karena zat lem masuk dan mengunci di celah-celah kecil permukaan benda lain secara mekanis. Intinya: ada interaksi antara dua zat yang berbeda warna, bentuk, dan jenis, tapi saling menarik.
Sifat suka "nempel ke benda lain" inilah yang disebut Adhesi. Secara sederhana, adhesi adalah gaya tarik-menarik antar partikel yang berbeda jenis.
Manakah fenomena sehari-hari di bawah ini yang paling didominasi oleh gaya ADHESI?
- A. Raksa yang tumpah di lantai membentuk bola-bola kecil yang utuh.
- B. Tetesan-tetesan kecil minyak goreng perlahan menyatu jadi genangan minyak besar.
- C. Debu jalanan yang menempel tebal di bodi mobil berwarna putih.
- D. Bentuk tetesan embun yang bulat di atas rumput saat pagi hari.
Jawaban: C. Debu jalanan yang menempel tebal di bodi mobil berwarna putih.
Debu menempel pada mobil adalah gaya tarik antara dua zat berbeda (debu dan cat/bodi mobil), sehingga merupakan Adhesi. Opsi A, B, dan D adalah contoh kohesi (molekul sejenis berkumpul).
Adhesi adalah gaya tarik-menarik dominan antara dua partikel dari material yang BERBEDA jenis.
Cara Jitu Biar Nggak Tertukar
Walaupun kamu sudah menjawab soal ujiannya dengan benar (Adhesi), wajar banget kalau di ujian lain yang bikin panik, ingatan kita kadang tertukar mana yang tarik-menarik sejenis dan mana yang beda jenis.
Biar nggak perlu menghafal mentah-mentah, pakai "jembatan keledai" (mnemonic) simpel ini:
KOhesi = KOmpak / KOloni sejenis (Partikel sejenis saling tarik).
ADhesi = ADa benda lain / ADopsi zat beda (Partikel tertarik ke benda/zat lain).
Uji pemahamanmu! Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah berdasarkan konsep Kohesi vs Adhesi.
- Gaya yang membuat dua tetesan hujan di kaca jendela perlahan bergabung menjadi satu tetesan besar adalah Kohesi. — Benar
- Noda saus tomat yang sangat sulit dihilangkan dari serat kemeja putihmu adalah contoh nyata dari gaya Kohesi. — Salah
Pernyataan 1 benar (kohesi membuat tetesan hujan yang sejenis bersatu). Pernyataan 2 salah, saus menempel di kain baju melibatkan dua zat beda (saus & serat baju), sehingga itu adalah ADHESI, bukan kohesi.
Kohesi menarik molekul sejenis, sementara adhesi membuat molekul menempel pada molekul yang berbeda.