Drag Race Fisika: Tarikan Awal vs Top Speed

Drag Race: Tarikan Awal vs Top Speed

Pernah lihat balap drag race antara motor bebek modifan melawan motor sport bermesin besar? Di detik-detik awal saat lampu hijau menyala, motor bebek biasanya langsung melesat lebih dulu. "Tarikan bawah" atau akselerasinya sangat galak. Tapi saat balapan terus berlanjut ke jarak yang lebih jauh, motor bebek itu mulai kehabisan napas karena giginya sudah mentok, sementara motor sport terus menambah kecepatan dan akhirnya menyusul.

Itulah persisnya yang terjadi pada Sinta dan Jeni di lomba lari 60 meter ini.

Sinta memang mendominasi di meter-meter pertama. Kalau garis finish-nya sangat dekat, Sinta pasti juara. Tapi jarak lombanya adalah 60 meter. Pertanyaannya: apakah sisa jarak lintasan cukup panjang buat Jeni yang punya top speed lebih tinggi untuk menyusul Sinta?

Simulasi di atas membuktikan bahwa punya percepatan awal besar bukan jaminan pasti menang jika top speed dibatasi dan lintasan cukup panjang.

Misalkan panitia tiba-tiba memendekkan jarak lintasan balap dari 60 meter menjadi hanya 15 meter saja. Menggunakan prinsip tarikan vs top speed, apa yang kemungkinan akan terjadi?

  • Jeni tetap menang, tapi dengan selisih yang sangat tipis.
  • Sinta akan menang, karena lintasan keburu habis sebelum Jeni sempat menyusul.
  • Keduanya akan tiba bersamaan karena jaraknya dekat.
  • Jeni memimpin dari awal sampai akhir karena akselerasi tidak penting di jarak pendek.

Jawaban: Sinta akan menang, karena lintasan keburu habis sebelum Jeni sempat menyusul.

Di 10 meter pertama, Sinta melesat lebih cepat berkat akselerasinya yang 5 m/s² (vs 4 m/s² milik Jeni). Karena lintasannya sangat pendek (cuma 15 meter), perlombaan selesai sebelum kecepatan maksimal Jeni (12 m/s) bisa membawa dampak.

Jarak lintasan yang terlalu pendek membuat pelari dengan top speed lebih tinggi tidak memiliki cukup waktu untuk menyusul pelari dengan akselerasi tinggi.

Membedah Balapan Pakai Grafik $v-t$

Karena kamu sudah menguasai konsep dasar bahwa gerakan para pelari ini terbagi menjadi dua fase (fase "ngegas" atau GLBB, dan fase kecepatan konstan atau GLB), cara paling enak untuk melihat utuh balapan mereka adalah lewat grafik kecepatan terhadap waktu ($v-t$).

Coba perhatikan grafik di atas:

Untuk mencari tahu kapan masing-masing pelari mencapai jarak 60 meter, kita sebenarnya sedang memecahkan teka-teki ini: pada detik ke berapa total luas segitiga dan persegi panjang mereka sama dengan 60?

Mari kita hitung satu per satu di halaman berikutnya.

Menghitung Durasi Fase per Fase

Untuk menentukan pemenang di jarak 60 meter, kita hitung secara kronologis berapa lama waktu yang dihabiskan masing-masing pelari.

ilustrasi

Analisis Sinta (Sang Raja Akselerasi)

  1. Fase ngegas: Dengan percepatan $5 \text{m/s}^2$, Sinta butuh 2 detik untuk mentok di kecepatan $10 \text{m/s}$ ($v = a \times t$). Jarak yang dia tempuh di 2 detik pertama ini adalah luas segitiganya: $\frac{1}{2} \times 2 \times 10 = 10$ meter.

  2. Fase top speed: Jarak lombanya sisa 50 meter ($60 - 10$). Sinta menempuh 50 meter ini dengan kecepatan stabil $10 \text{m/s}$. Waktunya? Gampang, jarak dibagi kecepatan: $\frac{50}{10} = 5$ detik.

  3. Total waktu Sinta: $2 + 5 = \mathbf{7 \text{ detik}}$.

Analisis Jeni (Sang Penguasa Top Speed)

  1. Fase ngegas: Dengan percepatan $4 \text{m/s}^2$, Jeni butuh 3 detik untuk mentok di $12 \text{m/s}$. Jarak tembusnya (luas segitiga): $\frac{1}{2} \times 3 \times 12 = 18$ meter.

  2. Fase top speed: Sisa jarak balapan adalah 42 meter ($60 - 18$). Jeni yang sedang ngebut di $12 \text{m/s}$ akan melahap sisa 42 meter ini dalam waktu $\frac{42}{12} = 3{,}5$ detik.

  3. Total waktu Jeni: $3 + 3{,}5 = \mathbf{6{,}5 \text{ detik}}$.

Budi memacu motornya dengan percepatan $5 \, \text{m/s}^2$ dari keadaan diam sampai kecepatan maksimalnya $20 \, \text{m/s}$. Ia ingin menempuh lintasan lurus sejauh 120 meter. Berapa total waktu tempuh Budi?

  • 8 detik
  • 10 detik
  • 6 detik
  • 7 detik

Jawaban: 8 detik

Fase ngegas: Butuh 4 detik ($20/5$) untuk capai top speed. Jaraknya = $\frac{1}{2} \times 4 \times 20 = 40$ meter. Sisa jarak = $120 - 40 = 80$ meter. Fase GLB: Waktu untuk sisa jarak = $80 / 20 = 4$ detik. Total waktu = 4 + 4 = 8 detik.

Waktu total adalah penjumlahan waktu fase percepatan dan waktu melintasi sisa jarak di kecepatan maksimum.