Membedah Motif Tindakan Sosial

Bukan Apa yang Dilakukan, Tapi Kenapa

Pernah nggak kamu lihat orang ngantre panjang banget demi beli segelas kopi viral? Kalau kita cuma lihat dari luar, aksinya sama: mengantre. Tapi, apa yang ada di kepala mereka bisa beda-beda banget, lho!

ilustrasi

Menurut sosiolog Max Weber, untuk benar-benar memahami masyarakat, kita nggak bisa cuma melihat apa yang dilakukan orang dari luar. Kita harus tahu makna subjektif atau niat di kepalanya. Itulah yang membedakan perilaku biasa dengan Tindakan Sosial.

Tindakan sosial adalah tindakan manusia yang punya niat sadar dan diarahkan/berpengaruh ke orang lain. Jadi, walaupun wujud luarnya persis sama, kalau motif di dalam hatinya beda, jenis tindakannya juga beda!

Weber membagi tindakan sosial jadi 4 tipe murni berdasarkan tingkat rasionalitas (seberapa sadar pikiran pelakunya). Kita akan bedah kubunya satu per satu di halaman berikutnya!

Kubu Rasional: Logika Bekerja

Tipe tindakan sosial yang pertama dan kedua masuk ke dalam "Kubu Rasional". Artinya, sang pelaku melakukan tindakan dengan penuh kesadaran pikiran dan akal sehat. Tapi, fokus keduanya berbeda:

  1. Rasional Instrumental (Zweckrational) Tindakan ini sangat penuh kalkulasi untung-rugi dan super efisien. Pelaku punya tujuan yang jelas, lalu mencari dan mengevaluasi alat/cara paling cepat dan efisien untuk mencapainya. Contoh di masyarakat: Kamu mau ke sekolah cepat (tujuan). Kamu mengecek Google Maps dan memilih lewat jalan tol yang berbayar tapi anti macet (cara). Semua diperhitungkan!

  2. Rasional Berorientasi Nilai (Wertrational) Pelaku juga mikir secara sadar, tapi tujuannya bukan hal materiil. Tujuannya adalah memperjuangkan nilai absolut (bisa berupa ajaran agama, prinsip kemanusiaan, atau ideologi). Mereka seringkali nggak peduli kalau caranya susah, berbahaya, atau malah bikin rugi secara finansial. Contoh di masyarakat: Relawan bencana yang nekat pergi ke zona berbahaya dengan biaya sendiri. Secara kalkulasi untung-rugi (instrumental), ini jelas rugi dan nggak aman. Tapi demi menjunjung "nilai kemanusiaan", ini wajib dilakukan.

ilustrasi

Andi memilih jalan memutar yang lebih jauh menuju sekolah untuk menghindari kemacetan, agar ia bisa datang tepat waktu untuk ujian. Tindakan Andi diklasifikasikan sebagai...

  • A. Tradisional
  • B. Afektif
  • C. Rasional Berorientasi Nilai
  • D. Rasional Instrumental

Jawaban: D. Rasional Instrumental

Andi secara sadar memperhitungkan cara paling efisien (rute terjauh tapi cepat) demi target (tidak telat). Ini adalah kalkulasi instrumental.

Rasional instrumental melibatkan kalkulasi cara paling efisien untuk mencapai tujuan materiil.

Kubu Non-Rasional: Spontan & Otomatis

Sekarang kita tinggalkan kubu yang penuh perhitungan. Ada dua tipe tindakan lagi yang pelakunya bertindak tanpa kalkulasi untung-rugi atau perenungan filosofis yang mendalam. Mereka bertindak secara spontan atau malah ibarat sedang di-"auto-pilot".

Pacu Jawi di Tanah Datar Gambar: Firman Hakim, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons

  1. Tindakan Afektif (Affektuelles) Tindakan yang dikuasai perasaan emosi sesaat. Logika dan akal sehat hilang seketika! Pelaku bertindak impulsif karena marah, sedih, cinta, atau euforia yang meledak. Contoh: Suporter bola yang saking senangnya timnya menang, langsung menangis dan memeluk orang tak dikenal di sebelahnya, atau seseorang yang marah di jalan gara-gara diklakson.

  2. Tindakan Tradisional (Traditionelles) Tindakan yang dilakukan sekadar karena "ya dari sananya memang begitu". Tidak ada kalkulasi untung-rugi dan tidak ada pemikiran nilai ideologi sama sekali. Ini adalah rutinitas, habit, atau adat istiadat yang sudah mendarah daging. Contoh: Rutinitas bersalaman dengan tangan kanan, mudik lebaran, atau upacara adat tradisional seperti balap sapi Pacu Jawi di atas yang rutin dilakukan masyarakat sekadar sebagai tradisi turun-temurun tanpa dipertanyakan lagi alasannya.

Manakah dari situasi di bawah ini yang paling tepat menggambarkan tindakan AFEKTIF?

  • Seseorang membanting pintu karena marah setelah bertengkar.
  • Seorang ibu selalu memasak menu lodeh setiap minggu karena resep turun-temurun dari neneknya.
  • Penonton bersorak kegirangan dan memeluk orang tak dikenal saat timnya mencetak gol.
  • Keluarga mudik lebaran sekadar mengikuti rutinitas tahunan yang sudah biasa dilakukan di desanya.

Jawaban: Seseorang membanting pintu karena marah setelah bertengkar.; Penonton bersorak kegirangan dan memeluk orang tak dikenal saat timnya mencetak gol.

Nomor 1 (marah) dan 3 (gembira) adalah luapan emosi sesaat (Afektif). Nomor 2 didasari kebiasaan (Tradisional), sedangkan nomor 4 rutinitas biasa.

Tindakan afektif dipicu oleh luapan perasaan atau emosi sesaat tanpa pemikiran panjang.