Elastisitas: Respon Uang Jajan
Intuisi Barang dan Uang Jajan
Jenis suatu barang bisa dilihat dari respon kita saat pendapatan bertambah.
Ketika kondisi keuangan kita berubah, pola belanja kita terhadap berbagai jenis barang biasanya ikut bergeser. Setiap barang memicu reaksi belanja yang berbeda sesuai fungsinya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bayangkan uang jajan bulananmu naik. Responmu terhadap berbagai barang belanjaan tidak akan sama:
Kalau kamu justru mengurangi jajan mi instan karena uang saku sudah cukup untuk membeli makanan yang lebih bergizi, mi instan tersebut dinamakan barang inferior.
Kalau kamu mulai sering ngopi di kafe mahal karena merasa anggarannya sudah longgar, kopi kafe itu termasuk barang superior.
Kalau kamu tetap membeli nasi ayam seperti biasa dan hanya menambah porsinya secara wajar seiring bertambahnya uang saku, nasi ayam tergolong barang normal.
Respon perubahan jumlah pembelian inilah yang menjadi dasar penentuan karakter barang dalam ekonomi.
Membaca Arah Data
Sebelum masuk ke rumus, pastikan membaca apakah konsumsi benar-benar turun atau malah naik.
Banyak kekeliruan berawal dari salah mengartikan arah perubahan angka pada soal. Mari kita periksa data yang ada:
Pendapatan ($I$): Konsumen mendapatkan kenaikan gaji sebesar $15\%$. Artinya, perubahan pendapatan bernilai positif ($\Delta I = +15\%$).
Alokasi Konsumsi ($Q$): Awalnya konsumen mengalokasikan $80\%$ dari pendapatannya, kemudian meningkatkan porsi konsumsinya menjadi $90\%$.
Selisih perubahannya adalah:
$$\Delta Q = 90\% - 80\% = +10\%$$
Karena kenaikan pendapatan diikuti oleh peningkatan porsi konsumsi (bergerak searah), barang ini tidak mungkin merupakan barang yang ditinggalkan saat kaya. Fakta ini langsung menggugurkan dugaan bahwa barang tersebut adalah barang inferior (Opsi C).
Seseorang mendapatkan kenaikan gaji bulanan, lalu memutuskan menaikkan porsi belanja jajannya dari 20% menjadi 30%. Dari fakta arah pergerakan data tersebut, kesimpulan apa yang langsung bisa diambil?
- Barang yang dibelinya bukan merupakan barang inferior.
- Barang tersebut sudah pasti merupakan barang superior.
- Uang sisa untuk tabungannya menjadi bertambah banyak.
- Barang yang dibelinya tersebut tergolong barang inferior.
Jawaban: Barang yang dibelinya bukan merupakan barang inferior.
Konsumsi naik dari 20% menjadi 30% saat gaji naik, artinya hubungan antara pendapatan dan konsumsi bernilai positif. Karena barang inferior mensyaratkan hubungan terbalik (konsumsi turun saat pendapatan naik), opsi A benar dan opsi D salah. Menentukan superior (opsi B) masih memerlukan rasio perhitungan rumus elastisitas, sedangkan opsi C keliru karena sisa uang justru mengecil dari 80% ke 70%.
Kenaikan porsi pengeluaran berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan menggugurkan kemungkinan barang inferior.
Menghitung Nilai Elastisitas
Elastisitas pendapatan dihitung dari persentase perubahan konsumsi dibagi persentase perubahan pendapatan.
Ukuran yang menentukan seberapa peka jumlah konsumsi terhadap perubahan gaji disebut elastisitas pendapatan ($E_I$). Rumus bakunya adalah:
$$E_I = \frac{\%\Delta Q}{\%\Delta I}$$
Keterangan:
$\%\Delta Q$ = Persentase perubahan jumlah konsumsi
$\%\Delta I$ = Persentase perubahan pendapatan
Mari masukkan angka yang sudah kita dapatkan dari data:
Perubahan Konsumsi ($\%\Delta Q$) = $10\%$
Perubahan Pendapatan ($\%\Delta I$) = $15\%$
$$E_I = \frac{10\%}{15\%} = \frac{10}{15} \approx 0,6$$