Masyarakat sebagai Tubuh: Membedah Herbert Spencer
Ketika Satu 'Organ' Berhenti
Pernahkah kamu membayangkan apa yang terjadi jika satu bagian penting dari masyarakat tiba-tiba berhenti berfungsi?
Mari kita ambil contoh nyata saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Ketika itu, institusi pendidikan (sekolah dan kampus) terpaksa ditutup. Namun, efeknya tidak berhenti di ruang kelas saja. Penutupan sekolah membuat anak-anak harus belajar dari rumah. Akibatnya, banyak orang tua (terutama ibu) yang terpaksa mengurangi jam kerja atau bahkan berhenti bekerja demi mendampingi anak-anak mereka.
Turunnya jam kerja ini langsung menghantam institusi ekonomi; pendapatan keluarga menurun dan daya beli masyarakat anjlok. Ujung-ujungnya, kelesuan ekonomi ini membebani institusi politik (pemerintah), yang harus merumuskan kebijakan bantuan sosial besar-besaran agar negara tidak kolaps.

Cara pandang yang melihat masyarakat sebagai bagian-bagian yang saling bergantung dan bekerja sama untuk mempertahankan keutuhan ini, merupakan fondasi awal dari pemikiran fungsionalisme dalam sosiologi. Soal yang baru saja kamu kerjakan tentang pandangan Herbert Spencer adalah pintu masuk ke gagasan fundamental ini.
Jika kita memakai kacamata fungsionalisme awal saat melihat krisis ekonomi yang terjadi akibat tutupnya pabrik-pabrik di suatu kota, kesimpulan apa yang paling tepat?
- A. Masyarakat selalu berubah secara otomatis.
- B. Setiap orang dalam masyarakat bisa hidup tanpa bantuan negara.
- C. Gangguan pada satu lembaga sosial akan merambat dan memengaruhi lembaga lainnya.
- D. Lembaga pendidikan adalah satu-satunya pilar penopang negara.
Jawaban: C. Gangguan pada satu lembaga sosial akan merambat dan memengaruhi lembaga lainnya.
Cara kerja fungsionalisme melihat masyarakat seperti sistem yang saling terhubung. Jika satu bagian (misal pendidikan) terganggu, bagian lain (ekonomi, pemerintah) juga akan merasakan dampaknya.
Masyarakat adalah sistem yang saling bergantung di mana kegagalan satu institusi memicu efek domino pada institusi lainnya.
Analogi Organik Herbert Spencer
Di soal tadi, kamu memilih opsi A yang menyinggung kata "organisme", "fungsi", dan "kestabilan". Pilihanmu sangat tepat, karena itulah inti pemikiran Herbert Spencer.
Spencer adalah seorang evolusionis yang hidup di era ketika ilmu biologi sedang berkembang pesat. Ia melihat ada kemiripan yang luar biasa antara cara kerja tubuh makhluk hidup dan cara kerja masyarakat. Ia membangun analogi organik, di mana masyarakat diibaratkan murni seperti organisme biologis.
Institusi sosial bagi masyarakat memiliki peran yang sama persis dengan organ tubuh bagi manusia. Keduanya memiliki fungsi khusus untuk menjaga kelangsungan hidup seluruh sistem:
Pemerintah = Otak/Saraf. Berfungsi sebagai pusat pengatur dan pengendali sistem.
Ekonomi = Sistem Pencernaan & Peredaran. Berfungsi memproduksi dan mendistribusikan sumber daya (makanan/barang) ke seluruh bagian.
Militer & Hukum = Sistem Imun. Berfungsi sebagai pelindung dari ancaman luar (musuh) dan dalam (penyakit/kejahatan).
Inilah mengapa opsi yang menyatakan setiap lembaga punya fungsi khusus dan saling bergantung adalah esensi dari pemikiran Spencer. Tapi ingat, analogi ini bekerja pada level struktur atau lembaga, bukan berarti peran individu dalam masyarakat ditentukan secara biologis sejak lahir (seperti pada Opsi B di soalmu).

Tentukan apakah pernyataan berikut sesuai dengan Analogi Organik Herbert Spencer:
- Lembaga ekonomi dalam masyarakat berfungsi mirip dengan sistem pencernaan dan peredaran darah dalam tubuh. — Benar
- Setiap manusia di dalam masyarakat sudah ditentukan peran biologisnya sejak lahir, mirip dengan sel darah merah. — Salah
- Sistem hukum dan militer berperan sebagai pelindung masyarakat, analog dengan sistem imun pada tubuh manusia. — Benar
Menurut analogi organik Spencer, institusi sosial punya peran spesifik seperti organ (Pemerintah = otak/pengatur, Ekonomi = sistem pencernaan/distribusi). Peran ini ada di level institusi (lembaga), bukan level takdir biologis individu sejak lahir.
Herbert Spencer menganalogikan institusi sosial masyarakat dengan organ tubuh biologis yang memiliki fungsi khusus dan saling bergantung.
Sisi Gelap: Darwinisme Sosial
Kamu mungkin belum pernah mendengar kaitan antara Spencer dengan konsep seleksi alam. Faktanya, frasa terkenal "Survival of the Fittest" (yang paling adaptif, dia yang bertahan hidup) diciptakan oleh Herbert Spencer, bukan oleh Charles Darwin!
Spencer menerapkan teori evolusi biologi ke dalam masyarakat. Baginya, evolusi masyarakat bergerak dari bentuk yang sederhana menjadi semakin kompleks. Namun, teorinya ini punya sisi gelap berupa implikasi ekstrem yang dikenal sebagai Darwinisme Sosial.
Berbeda dengan sosiolog modern yang ingin "menyembuhkan" masalah sosial lewat kebijakan negara, Spencer berpandangan sebaliknya. Ia hidup di era Victoria yang keras, di mana kemiskinan merajalela. Menurutnya, masyarakat yang tertinggal, miskin, atau "sakit" harus dibiarkan terseleksi oleh alam.
Gambar: LSE Library, No restrictions — Wikimedia Commons
Berdasarkan gagasan Darwinisme Sosial ala Herbert Spencer, manakah pernyataan yang BENAR? (Pilih semua yang sesuai)
- Istilah 'Survival of the Fittest' pertama kali dicetuskan oleh Herbert Spencer.
- Spencer mendukung pemberian bantuan sosial besar-besaran oleh negara untuk membantu masyarakat yang miskin.
- Spencer percaya bahwa intervensi negara akan menghalangi proses evolusi masyarakat menuju tingkat yang lebih kompleks.
- Darwinisme Sosial bertujuan untuk menyembuhkan 'penyakit' sosial melalui subsidi pemerintah.
Jawaban: Istilah 'Survival of the Fittest' pertama kali dicetuskan oleh Herbert Spencer.; Spencer percaya bahwa intervensi negara akan menghalangi proses evolusi masyarakat menuju tingkat yang lebih kompleks.
Spencer, melalui Darwinisme Sosial, menolak intervensi negara (seperti bantuan sosial) karena dianggap menghalangi seleksi alam. Istilah 'survival of the fittest' juga dicetuskan olehnya, bukan Darwin.
Darwinisme Sosial dari Spencer meyakini bahwa seleksi alam (survival of the fittest) harus dibiarkan terjadi dalam masyarakat tanpa intervensi negara.