Titik Dua vs Koma: Jebakan Perincian & Konjungsi

Jebakan Redundan pada Perincian

Pernah merasa gemas saat membaca soal, merasa ada yang "nggak pas" tapi bingung menjelaskannya secara aturan? Kamu berhasil mendeteksi keanehan pada tanda baca di soal tadi, tapi mari kita pastikan kamu tahu persis kenapa titik dua (:) di kalimat (2) itu adalah sebuah kesalahan mutlak.

Banyak orang berpikir fungsi titik dua itu sederhana: "Pokoknya kalau mau bikin daftar rincian, pakai titik dua!" Padahal, aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) tidak selonggar itu.

Titik dua dan kata perincian (seperti yaitu, yakni, misalnya, atau seperti) itu ibarat dua orang bos yang sama-sama ingin memimpin sebuah divisi. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai jembatan menuju rincian. Kalau kamu pakai keduanya berbarengan, kalimatmu jadi mubazir atau redundan!

Nah, ketika kamu memasukkan kata yaitu atau yakni, kata tersebut memutus keutuhan kalimat. Kalimatnya belum selesai karena kata yaitu langsung bersambung ke benda yang dirinci.

Coba bandingkan:

Ingat hukum mutlak ini: Jangan pernah menaruh tanda titik dua (:) persis setelah kata yaitu, yakni, seperti, atau adalah. Biarkan kata-kata itu bekerja sendiri tanpa bantuan titik dua!

Berdasarkan aturan larangan kedobelan, manakah kalimat di bawah ini yang penggunaan tanda bacanya BENAR?

  • A. Ibu membeli berbagai macam buah-buahan di pasar yaitu: apel, jeruk, dan mangga.
  • B. Syarat kelulusan ujian ini adalah: nilai minimal 70 dan kehadiran 80%.
  • C. Terdapat tiga warna dasar, yakni merah, kuning, dan biru.
  • D. Beberapa hewan mamalia seperti: kucing, anjing, dan lumba-lumba berkembang biak dengan beranak.

Jawaban: C. Terdapat tiga warna dasar, yakni merah, kuning, dan biru.

Opsi C benar karena menggunakan kata 'yakni' TANPA diikuti titik dua. Opsi lainnya salah karena menggabungkan kata perincian ('yaitu', 'adalah', 'seperti') dengan tanda titik dua (:).

Titik dua (:) tidak boleh digunakan berbarengan dengan kata perincian seperti 'yaitu', 'yakni', atau 'adalah' karena fungsinya tumpang tindih (redundan).

Misteri Koma pada Klausa Penjelas

Waktu mengerjakan soal tadi, kamu sempat curiga dengan tanda koma di kalimat (11) sebelum kata di mana. Instingmu bagus karena kamu teliti melihat detail, tapi kali ini EYD punya alasan kuat kenapa koma di kalimat (11) justru 100% tepat.

Mari kita bedah kalimatnya: "Inisiatif ini menciptakan efek berantai yang baik, di mana masyarakat mendapatkan harga murah, sedangkan pengusaha ritel..."

Kamu melihat ada dua tanda koma di sana. Kenapa mereka ada di sana?

1. Koma sebelum keterangan tambahan Bagian "di mana masyarakat mendapatkan harga murah" bukanlah kalimat utama. Itu adalah keterangan tambahan/penjelas untuk frasa "efek berantai yang baik". Aturan EYD mengharuskan kita memisahkan keterangan tambahan dari induk kalimat menggunakan tanda koma. Ibaratnya, koma ini adalah "rambu-rambu" yang memberitahu pembaca: "Tarik napas sebentar, ini ada info tambahan loh!" Kalau koma ini dihilangkan, pembaca akan terburu-buru dan kalimatnya jadi terasa tumpang tindih.

2. Koma sebelum konjungsi pertentangan Ini adalah aturan yang pantang dilanggar! Kamu melihat kata "sedangkan" di sana? Menurut EYD, tanda koma wajib mutlak diletakkan persis sebelum kata hubung pertentangan. Kata hubung pertentangan ini adalah geng "T-S-M":

Jadi, jika kamu melihat kata sedangkan atau tetapi tanpa tanda koma di depannya, coret opsi tersebut karena pasti salah! Di kalimat (11), komanya sudah bertengger rapi sebelum sedangkan, makanya kalimat itu tidak menyalahi aturan EYD sama sekali.

Cheat Sheet: Pola Screening Tanda Baca

Saat UTBK/SNBT, kamu tidak punya waktu untuk membaca teks berulang-ulang sambil menebak-nebak mana yang "terdengar salah". Soal PBM (Pemahaman Bacaan dan Menulis) suka menyembunyikan kesalahan persis di dekat kata-kata pemicu (trigger words).

Alih-alih membaca pasif, jadilah "detektif tanda baca" dengan melakukan 3 Screening Cepat ini pada opsi jawabanmu:

Dengan pola screening ini, kamu bisa langsung menscan kalimat (2) pada soal tadi. Mata kamu akan langsung menabrak frasa "enam bahan pokok yaitu :". Alarm di kepalamu langsung berbunyi karena itu melanggar Screening 1! Cepat, akurat, dan tidak butuh feeling-feeling-an.

Gunakan teknik screening kilatmu! Manakah dari kalimat berikut yang memiliki KESALAHAN tanda baca? (Pilih semua yang salah)

  • Saya suka membaca buku fiksi tetapi adik lebih suka buku biografi.
  • Pak Anton, yang merupakan ketua RT kami, sedang dinas ke luar kota.
  • Pria itu terlihat ramah sedangkan istrinya terlihat sangat pendiam.
  • Penyebab banjir di desa ini ada dua, yaitu sampah yang menumpuk dan curah hujan tinggi.

Jawaban: Saya suka membaca buku fiksi tetapi adik lebih suka buku biografi.; Pria itu terlihat ramah sedangkan istrinya terlihat sangat pendiam.

Pernyataan 1 dan 3 SALAH karena tidak menggunakan koma sebelum konjungsi pertentangan ('tetapi', 'sedangkan'). Pernyataan 2 dan 4 sudah benar secara tanda baca.

Tanda koma wajib diletakkan sebelum konjungsi pertentangan ('sedangkan', 'tetapi') dan untuk mengapit keterangan sisipan, sedangkan titik dua haram setelah 'yaitu'.