Integritas: Lebih Dari Sekadar 'Aku Gak Nyontek'

Wasit, Pemain, dan Kecurangan

Bayangkan kamu sedang ikut turnamen lari maraton yang sangat kompetitif. Kamu berlari dengan jujur di jalur yang sudah ditentukan. Tiba-tiba, kamu melihat pelari lain memotong kompas menerobos pagar pembatas untuk mengambil jalan pintas.

Jika kamu memilih diam saja dan tetap berlari secara jujur, apakah pertandingan itu menjadi adil secara keseluruhan? Tentu tidak.

ilustrasi

Dalam olahraga, ada prinsip yang disebut fair play (permainan adil). Membiarkan kecurangan terjadi di depan mata sama saja dengan mencederai prinsip keadilan bagi semua peserta lain yang sudah berlatih keras.

Sikap diam saat melihat pelanggaran sering disebut sebagai bystander effect dalam psikologi sosial dan etika. Di dunia nyata maupun dalam seleksi, menjadi 'bystander' atau penonton yang pasif justru melanggengkan sistem yang curang.

Dalam sebuah pertandingan e-sports, kamu menyadari bahwa salah satu pemain lawan menggunakan program ilegal (cheat) yang sulit dideteksi. Berdasarkan prinsip "fair play" dan tanggung jawab moral terhadap sistem, tindakan mana yang paling tepat?

  • A. Berhenti bermain karena lawan sudah bermain curang
  • B. Tetap fokus bermain tanpa peduli dengan apa yang dilakukan lawan
  • C. Melaporkan tindakan curang tersebut kepada wasit pertandingan
  • D. Ikut melakukan kecurangan agar pertandingan kembali seimbang

Jawaban: C. Melaporkan tindakan curang tersebut kepada wasit pertandingan

Melaporkan kecurangan kepada wasit adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga fair play dalam sistem pertandingan secara keseluruhan. Mengabaikan (B) berarti membiarkan sistem tidak adil.

Integritas menuntut kita tidak hanya bermain bersih, tapi juga tidak membiarkan kecurangan merusak keadilan sistem.

Integritas: Pasif vs Aktif

Berdasarkan literatur mengenai tata kelola dan etika publik, integritas sebenarnya bisa dibedah menjadi dua level kedalaman.

  1. Integritas Pasif Fokus utamanya adalah pada diri sendiri: "Yang penting aku nggak ikutan curang." Jika kamu memilih diam dan tetap belajar seperti biasa saat melihat soal bocor (seperti Opsi A pada soal di awal), kamu berada di level ini. Ini adalah sikap yang baik sebagai langkah awal, namun bersifat pasif karena ia membiarkan sistem di luar dirinya tetap rusak akibat ulah orang lain.

  2. Integritas Aktif (Proaktif) Fokusnya lebih luas, mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan dan institusi: "Aku nggak curang, DAN aku bantu lindungi sistem biar tetap adil buat semua orang." Integritas yang sesungguhnya menuntut kita mengambil sikap proaktif saat kebenaran atau keadilan diusik.

ilustrasi

Itulah mengapa, bagi seorang calon mahasiswa sekolah kedinasan, kejujuran personal saja tidak cukup. Dibutuhkan integritas aktif untuk memastikan proses seleksi berjalan bersih dan adil bagi puluhan ribu peserta lainnya.

Pilih tindakan-tindakan di bawah ini yang mencerminkan **Integritas Aktif**:

  • Menolak menerima suap dari klien secara diam-diam.
  • Melaporkan adanya praktik pungli di instansi kepada atasan.
  • Memilih untuk tidak ikut campur saat melihat teman menyontek.
  • Menegur rekan kerja yang memanipulasi data laporan keuangan.

Jawaban: Menolak menerima suap dari klien secara diam-diam.; Memilih untuk tidak ikut campur saat melihat teman menyontek.

Menolak suap adalah integritas pasif (fokus pada diri sendiri). Melaporkan praktik pungli dan menegur pelanggar aturan adalah integritas aktif (proaktif melindungi sistem). Memilih tidak ikut campur adalah sikap pasif.

Integritas aktif melibatkan tindakan nyata untuk menjaga kebenaran dan memperbaiki sistem, bukan sekadar menahan diri dari berbuat salah.

Membedah Dilema Soal Bocor

Mari kita terapkan konsep integritas aktif ini ke dalam kasus soal ujian yang bocor di media sosial. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tanpa malah menambah risiko baru?

Di sinilah letak sweet spot atau titik ideal dari integritas aktif: Opsi B (Melaporkan ke panitia tanpa menyebarkan).

Seorang pegawai secara tidak sengaja menemukan dokumen yang mengindikasikan adanya manipulasi anggaran di divisi lain. Berdasarkan konsep 'sweet spot' integritas aktif, apa yang sebaiknya ia lakukan?

  • A. Mengabaikan penemuan tersebut karena bukan urusannya
  • B. Menghubungi orang yang dicurigai sebagai pelaku korupsi untuk meminta penjelasan
  • C. Memposting dokumen tersebut ke media sosial agar publik tahu
  • D. Menyerahkan dokumen tersebut kepada inspektorat pengawasan internal atau pihak berwenang

Jawaban: D. Menyerahkan dokumen tersebut kepada inspektorat pengawasan internal atau pihak berwenang

Menyerahkan dokumen ke pihak berwenang (inspektorat) mengembalikan masalah ke sistem resmi tanpa melanggar kerahasiaan atau membahayakan diri sendiri (sweet spot). Mempostingnya (C) atau menegur langsung (B) berisiko dan melampaui wewenang.

Tindakan berintegritas tinggi menyelesaikan masalah melalui otoritas resmi tanpa menimbulkan risiko penyebaran informasi atau melampaui wewenang.