Masyarakat Majemuk, Anomi, dan Analogi Kantin

Kantin yang Terpecah Belah

ilustrasi

Bayangkan kamu lagi di kantin sekolah saat jam istirahat. Di pojok kiri ada gerombolan anak basket, di tengah anak rohis, dan di pojok kanan geng gamers. Mereka duduk di ruangan yang sama secara fisik, tapi secara sosial sama sekali tidak menyatu.

Mereka cuma berinteraksi seadanya karena tuntutan kebutuhan—misalnya pas sama-sama lagi antre beli mi ayam. Setelahnya? Balik lagi ke meja masing-masing.

Kondisi ini persis dengan konsep masyarakat majemuk (plural society) yang digagas oleh sosiolog J.S. Furnivall saat meneliti masyarakat era kolonial. Menurut Furnivall, kelompok-kelompok ras (seperti penduduk lokal, keturunan Tionghoa, dan Eropa) hidup berdampingan tapi terpisah. Mereka cuma "bertemu di pasar" alias berinteraksi sebatas urusan ekonomi, tanpa ada ikatan batin yang menyatukan mereka sebagai satu masyarakat utuh.

ilustrasi

Berdasarkan ciri-ciri konsep masyarakat majemuk (plural society) menurut J.S. Furnivall, mana yang paling akurat menggambarkan relasi antarkelompok?

  • A. Menyatunya nilai-nilai antar kelompok sosial
  • B. Proses akulturasi yang meluas ke segala aspek
  • C. Berdampingan secara fisik tapi berinteraksi hanya di ranah ekonomi
  • D. Meleburnya kelompok-kelompok menjadi satu identitas nasional

Jawaban: C. Berdampingan secara fisik tapi berinteraksi hanya di ranah ekonomi

Menurut J.S. Furnivall, ciri khas Plural Society di era kolonial adalah kelompok-kelompok yang sekadar kumpul di ranah yang sama tapi tidak terintegrasi secara sosial; interaksinya sebatas di ranah ekonomi (pasar).

Konsep Plural Society (Masyarakat Majemuk) J.S. Furnivall

Hilangnya Perekat Sosial (Anomi)

Balik ke analogi kantin tadi. Bayangkan karena geng-geng ini nggak pernah berbaur, mereka nggak punya kesepakatan nilai bersama. Nggak ada yang peduli buat buang sampah pada tempatnya, karena nggak ada "aturan bareng" yang dihormati semua pihak. Tiap kelompok cuma mementingkan aturannya sendiri.

Kondisi di mana masyarakat kehilangan perekat sosial, norma, atau "kehendak bersama" inilah yang disebut sebagai Anomi.

Konsep anomi (dipopulerkan oleh Émile Durkheim) menggambarkan keadaan tanpa norma atau pedoman sosial yang kuat. Dalam masyarakat kolonial bentukan Furnivall, karena mereka cuma disatukan oleh urusan dagang atau paksaan penjajah, integrasi sosialnya jadi sangat rapuh. Nggak ada "lem" moral yang bikin mereka merasa jadi satu kesatuan.

Pilihlah pernyataan yang TEPAT mengenai anomi dan kaitannya dengan ketiadaan kehendak bersama di masyarakat!

  • Anomi mengacu pada hilangnya norma atau "kehendak bersama" yang mengikat warga.
  • Dalam situasi anomi, masyarakat memiliki rasa nasionalisme yang sangat kuat.
  • Ketiadaan perekat sosial dalam kelompok-kelompok membuat integrasi menjadi rentan dan rapuh.
  • Anomi adalah proses penyesuaian norma untuk menghindari konflik sosial.

Jawaban: Anomi mengacu pada hilangnya norma atau "kehendak bersama" yang mengikat warga.; Ketiadaan perekat sosial dalam kelompok-kelompok membuat integrasi menjadi rentan dan rapuh.

Anomi terjadi ketika hilangnya pegangan nilai pemersatu di tingkat masyarakat. Hal ini membuat integrasi sangat rapuh dan ikatan batin antarkelompok pun nihil, persis seperti masyarakat majemuk bentukan Furnivall.

Hubungan ketiadaan nilai kolektif dengan fenomena anomi

Asimilasi & Akulturasi: Kenapa Beda?

Waktu ditanya konsep yang menggambarkan ketiadaan integrasi, opsi seperti asimilasi dan akulturasi sering bikin terkecoh karena kata-katanya familiar. Padahal, dua konsep ini justru bicara soal pembauran yang sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat majemuk Furnivall!

Di soal, ditekankan bahwa kelompok-kelompok tersebut "tidak menyatu". Jadi, jelas banget ini bukan proses pembauran budaya, melainkan bentuk dari separasi sosial yang ekstrem.

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah terkait asimilasi, akulturasi, dan fenomena "tidak menyatu".

  • Asimilasi terjadi jika dua budaya bertemu dan menghasilkan perpaduan di mana budaya aslinya masih terlihat. — Salah
  • Kata kunci 'tidak menyatu' membuktikan bahwa masyarakat tersebut tidak mengalami pembauran budaya sama sekali. — Benar
  • Dalam akulturasi, kelompok A dan B berbaur erat namun masih mempertahankan identitas asli mereka (A+B=AB). — Benar

Asimilasi adalah peleburan membentuk identitas baru (A+B=C). Frasa "tidak menyatu" berarti tidak ada asimilasi maupun akulturasi yang terjadi.

Perbedaan proses peleburan (Asimilasi & Akulturasi) dengan kondisi tidak menyatu