Fakta vs Opini: Jebakan Preferensi
Melapor vs Menilai
Fakta adalah laporan kejadian nyata yang dapat dibuktikan kebenarannya secara objektif, sedangkan opini memuat evaluasi, pandangan, atau penilaian subjektif dari seseorang.

Bayangkan dunia sihir Black Clover. Ketika seorang Ksatria Sihir baru saja kembali dari misi pengintaian dan melapor, "Terdapat 100 musuh bersenjata di perbatasan hutan", ia sedang menyampaikan sebuah fakta. Kalimat itu bersifat pelaporan apa adanya—jumlah musuh dan lokasinya dapat dicek serta diverifikasi langsung di lapangan tanpa melibatkan perasaan pribadi si ksatria.
Namun, ketika sang Raja Penyihir mendengarkan laporan tersebut lalu berseru, "Kumpulan musuh tersebut merupakan bahaya yang besar bagi kerajaan", kalimat itu berubah menjadi opini. Kata "bahaya yang besar" bukanlah benda fisik yang bisa dihitung, melainkan hasil penafsiran, evaluasi, dan penyikapan pribadi sang Raja.
Dalam teks nonfiksi, opini penulis selalu ditandai oleh kata-kata yang memuat evaluasi atau pandangan personal, seperti baik, buruk, perlu, mengkhawatirkan, atau tantangan.
Jebakan Preferensi
Melaporkan preferensi atau rasa suka dari sekelompok orang adalah penyampaian fakta, bukan merupakan opini dari si penulis laporan.

Sering kali kita terkecoh saat membaca kata yang berkaitan dengan perasaan atau selera, seperti kata "menyukai". Perhatikan kalimat ini: "Anggota skuad Banteng Hitam sangat menyukai makanan pedas." Kalimat ini bukanlah opini penulis, melainkan pelaporan fakta mengenai kebiasaan atau kecenderungan perilaku kelompok yang sedang diamati.
Hal inilah yang menjebak banyak pembaca pada Opsi C: "Dibanding ruang fisik, gen-Z lebih menyukai interaksi virtual." Penulis artikel sama sekali tidak sedang mencurahkan isi hatinya atau memuji interaksi virtual. Penulis sekadar memaparkan data observasi tentang perilaku generasi Z. Selama kalimat tersebut mencatat kecenderungan subjek pihak ketiga secara objektif, status kalimat itu tetaplah sebuah fakta.
Dalam laporan pengamatan budaya makan ksatria Istana Clover, manakah kalimat berikut yang paling tepat dikategorikan sebagai opini dari si pembuat laporan?
- Sebagian besar ksatria pendatang baru lebih menyukai makan di barak daripada di ruang makan istana.
- Berdasarkan wawancara juru masak, konsumsi daging para ksatria meningkat drastis di musim gugur.
- Banyak keluarga bangsawan merasa terganggu dengan kebiasaan makan di barak ksatria.
- Gaya makan yang berantakan tersebut merupakan hambatan dalam menjaga etiket bangsawan.
Jawaban: Gaya makan yang berantakan tersebut merupakan hambatan dalam menjaga etiket bangsawan.
Opsi D benar karena kata 'hambatan' merupakan bentuk penilaian atau evaluasi subjektif penulis terhadap situasi yang diamati. Opsi A dan C adalah fakta mengenai preferensi dan perasaan pihak ketiga yang diobservasi, sedangkan Opsi B adalah fakta pelaporan data wawancara.
Membedakan pelaporan fakta perilaku/preferensi pihak lain dari opini atau penilaian subjektif penulis.
Mendeteksi Penilaian Teks
Kalimat opini dapat diidentifikasi dari penggunaan kata-kata atau frasa yang mewakili tafsiran, penyikapan, atau evaluasi penulis terhadap fakta.

Setelah fakta lapangan terkumpul, penulis teks biasanya mulai menyematkan sudut pandang pribadinya. Perhatikan Opsi D: "Perubahan pola interaksi sosial tersebut merupakan tantangan di era perkembangan teknologi." Di sini, kata "tantangan" adalah murni tafsiran penulis. Pengamat lain yang melihat fenomena serupa bisa saja menilai perubahan tersebut sebagai sebuah "peluang bisnis baru" atau sekadar "evolusi komunikasi yang wajar". Karena makna kata tersebut bergantung penuh pada cara pandang penafsirnya, kalimat pada Opsi D sah dikategorikan sebagai opini.
Sebaliknya, mari kita telaah opsi lainnya:
Opsi A ("Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan tahun 2020, sebagian besar informan menyatakan bahwa terdapat faktor eksternal dan internal.") adalah fakta karena merujuk pada peristiwa wawancara dan data riil yang dapat diverifikasi.
Opsi B ("Faktor internal berupa ketergantungan ponsel pintar dan perilaku phubbing.") adalah fakta yang merinci temuan observasi di lapangan.
Opsi E ("Ponsel pintar terus berkembang setiap tahun dengan fitur-fitur yang menawarkan kepraktisan.") adalah fakta observasional mengenai fenomena teknologi yang nyata terjadi.
Tentukan apakah kalimat-kalimat berikut termasuk opini dari si penulis teks!
- Penjualan alat komunikasi sihir jarak jauh meningkat drastis sebanyak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. — Salah
- Kondisi ini merupakan ancaman serius karena ksatria muda menjadi terlalu bergantung pada alat komunikasi. — Benar
- Para penduduk desa sekitar lebih menyukai penyampaian pesan melalui burung dibanding alat sihir komunikasi jarak jauh. — Salah
Pernyataan 1 adalah pelaporan data kuantitatif objektif (fakta). Pernyataan 2 adalah opini karena frasa 'ancaman serius' merupakan evaluasi subjektif penulis. Pernyataan 3 adalah fakta pelaporan mengenai preferensi penduduk desa, bukan opini pembuat teks.
Memisahkan pelaporan fakta kuantitatif, preferensi observasional, dan penilaian personal penulis.