Keseimbangan Pasar: Titik Temu Kurva
Hukum Permintaan dan Penawaran
Permintaan turun saat harga naik, sedangkan penawaran naik saat harga naik. Keduanya bergerak dengan motif yang bertolak belakang. Kurva di koordinat kartesius layaknya jejak dua pihak yang berjalan dari arah berlawanan di sebuah bukit: pembeli menyusuri lereng turun (semakin murah harganya, semakin terdorong beli banyak), sementara penjual mendaki tanjakan (semakin mahal harganya, penjual makin bergairah memproduksi dan memasok barang).
Dari sudut pandang pembeli, harga yang melambung membuat kantong terasa terbebani, sehingga jumlah pembelian dikurangi. Sebaliknya, dari sudut pandang pedagang atau produsen, harga jual yang tinggi mendatangkan peluang keuntungan lebih besar, sehingga mereka terpacu menawarkan kuantitas yang lebih melimpah.
Hal ini terlihat nyata pada data pasar telur:
Saat harga telur berada di $\text{Rp}10.000$, kuantitas permintaan mencapai $500\text{ kg}$, namun pedagang hanya bersedia menawarkan $200\text{ kg}$.
Ketika harga naik menjadi $\text{Rp}14.000$, pembeli mengerem belanjaan sehingga permintaan menyusut menjadi $300\text{ kg}$, sedangkan pasokan pedagang justru melonjak menjadi $600\text{ kg}$.
Harga cabai di pasar mendadak naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kg. Manakah reaksi pasar yang paling sesuai dengan prinsip ekonomi dasar?
- Pembeli dan petani sama-sama menambah jumlah cabai di pasar.
- Pembeli mengurangi belanja cabai, tetapi petani menambah pasokan cabai ke pasar.
- Pembeli menambah belanja cabai, sedangkan petani mengurangi pasokan.
- Petani mengurangi panen cabai karena harga sedang mahal di pasar.
Jawaban: Pembeli mengurangi belanja cabai, tetapi petani menambah pasokan cabai ke pasar.
Hukum permintaan menyatakan saat harga naik, pembeli akan mengurangi jumlah pembelian (kuantitas permintaan turun). Sebaliknya, hukum penawaran menyatakan saat harga naik, produsen terdorong menjual lebih banyak barang (kuantitas penawaran bertambah). Opsi A, C, dan D salah karena membalikkan arah respons pembeli atau penjual terhadap kenaikan harga.
Membedakan hukum permintaan dan penawaran berdasarkan perubahan kuantitas saat harga berubah
Membaca Kurva Keseimbangan
Titik keseimbangan adalah titik perpotongan antara kurva permintaan dan penawaran di grafik, bukan sembarang tebakan angka dari tabel. Di pasar nyata, pembeli dan penjual terus tawar-menawar sampai mencapai satu kesepakatan harga dan kuantitas yang memuaskan kedua belah pihak, yaitu ekuilibrium.

Ketika data harga dan kuantitas kita gambarkan ke bidang koordinat kartesius, sumbu horizontal mewakili kuantitas ($Q$) dan sumbu vertikal mewakili harga ($P$). Kurva penawaran bergerak naik dari kiri bawah ke kanan atas, sementara kurva permintaan meluncur turun dari kiri atas ke kanan bawah. Kedua jalur ini bersilangan tepat di satu titik tengah membentuk formasi silang.
Menyusun Persamaan Kurva
Tabel data harga dan kuantitas bisa diubah menjadi persamaan fungsi garis lurus agar titik potong bisa dihitung secara pasti. Karena kedua kurva diasumsikan berbentuk linier, kita dapat menggunakan rumus persamaan garis yang melewati dua titik koordinat $(Q_1, P_1)$ dan $(Q_2, P_2)$:
$$\frac{P - P_1}{P_2 - P_1} = \frac{Q - Q_1}{Q_2 - Q_1}$$
Pertama, mari tentukan fungsi permintaan ($Q_d$) menggunakan data permintaan pada tabel, yaitu titik $(500, 10.000)$ dan $(300, 14.000)$:
$$\frac{P - 10.000}{14.000 - 10.000} = \frac{Q_d - 500}{300 - 500}$$
$$\frac{P - 10.000}{4.000} = \frac{Q_d - 500}{-200}$$
Kalikan silang kedua ruas:
$$-200(P - 10.000) = 4.000(Q_d - 500)$$
$$-200P + 2.000.000 = 4.000Q_d - 2.000.000$$
$$4.000Q_d = -200P + 4.000.000$$
$$Q_d = 1.000 - 0{,}05P$$
Kedua, mari susun fungsi penawaran ($Q_s$) menggunakan data penawaran pada tabel, yaitu titik $(200, 10.000)$ dan $(600, 14.000)$:
$$\frac{P - 10.000}{14.000 - 10.000} = \frac{Q_s - 200}{600 - 200}$$
$$\frac{P - 10.000}{4.000} = \frac{Q_s - 200}{400}$$
Kalikan silang kedua ruas:
$$400(P - 10.000) = 4.000(Q_s - 200)$$
$$400P - 4.000.000 = 4.000Q_s - 800.000$$
$$4.000Q_s = 400P - 3.200.000$$
$$Q_s = 0{,}1P - 800$$