Sosiologi Terapan: Mengawinkan Tech & Budaya

Bug Terbesar Bukan di Kodingan

Pernahkah kamu membayangkan sebuah aplikasi kencan dengan server super cepat, antarmuka canggih, tapi begitu diluncurkan... krik krik, tidak ada yang mau pakai? Itulah yang dialami tim IT pada kasus soal di atas. Mereka bingung, dari kacamata teknis semuanya sempurna. Tapi, mereka melewatkan satu "bug" paling fatal: budaya.

ilustrasi

Di dunia nyata, teknologi secanggih apa pun tidak akan laku jika bertabrakan dengan "aturan main tak tertulis" yang ada di masyarakat. Kesenjangan (gap) sering terjadi ketika pembuat teknologi hanya berfokus pada fungsi alat, tapi buta terhadap konteks sosial-budaya di mana alat itu digunakan.

Misalnya, jika budaya lokal (seperti budaya di banyak negara Asia atau high-context culture) sangat menjaga privasi dan punya tahapan etiket perkenalan yang panjang, aplikasi yang memaksa orang langsung swipe dan bertukar nomor telepon akan dianggap tidak sopan dan ditinggalkan penggunanya.

Sosiologi Murni vs Terapan

Ketika aplikasi tadi gagal, perusahaan tidak memanggil teknisi server lagi, melainkan mempekerjakan seorang sosiolog. Kenapa? Karena mereka butuh Sosiologi Terapan, bukan cuma teori di atas kertas.

Dalam dunia sosiologi, ada perbedaan konseptual antara sosiologi sebagai ilmu murni dan terapan:

Dalam industri teknologi, seorang sosiolog dipekerjakan bukan untuk menulis jurnal ilmiah tentang pengguna aplikasi, melainkan sebagai sosiolog terapan yang dituntut memberi rekomendasi desain praktis agar produk tersebut diterima pasar.

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat membedakan Sosiologi Murni dengan Sosiologi Terapan?

  • A. Sosiologi murni bekerja di lapangan, sedangkan terapan hanya di laboratorium.
  • B. Sosiologi terapan fokus pada mengubah struktur masyarakat, sosiologi murni fokus pada psikologi individu.
  • C. Sosiologi murni bertujuan membangun teori, sementara sosiologi terapan menggunakan teori tersebut untuk menyelesaikan masalah klien.
  • D. Sosiologi terapan tidak menggunakan teori sama sekali, murni mengandalkan insting.

Jawaban: C. Sosiologi murni bertujuan membangun teori, sementara sosiologi terapan menggunakan teori tersebut untuk menyelesaikan masalah klien.

Sosiologi murni fokus mencari pengetahuan (membangun teori), sedangkan sosiologi terapan menerapkan teori tersebut untuk menyelesaikan masalah spesifik dari klien (praktis).

Perbedaan utama sosiologi murni dan terapan terletak pada tujuannya: teori akademis vs penyelesaian masalah praktis.

Sosiolog sebagai User Researcher

Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan sosiolog terapan di perusahaan IT? Mereka bertindak sebagai User Researcher (Peneliti Pengguna) atau Analis Budaya.

Suasana Diskusi Grup/Focus Group 2023 Gambar: Afek91, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons

Tugas utama sosiolog dalam tim produk bukan ngoding, melainkan membongkar norma tak kasat mata di masyarakat, lalu menerjemahkannya menjadi wawasan (insights) berbasis data untuk tim desainer. Sosiolog akan melakukan wawancara, observasi, atau Focus Group Discussion untuk menggali "aturan main" seperti konsep privasi lokal dan batas kesopanan.

Ingat opsi B pada soal di awal?

"Sosiologi menyediakan analisis mengenai konteks sosial-budaya pengguna yang krusial bagi desain produk yang diterima pasar."

Hal ini sangat krusial, karena produk yang laku adalah produk yang match dengan kebiasaan penggunanya. Sosiologi hadir untuk memastikan produk yang beradaptasi dengan budaya, bukan memaksa budaya yang harus berubah demi produk!

Berdasarkan konsep Sosiologi Terapan, apa kontribusi utama sosiolog dalam merancang ulang aplikasi kencan yang gagal tadi?

  • A. Sosiolog disewa untuk memanipulasi masyarakat agar mau memakai aplikasi tersebut apa pun caranya.
  • B. Sosiolog menganalisis norma dan budaya target pengguna agar aplikasi bisa disesuaikan dengan nilai-nilai lokal.
  • C. Sosiolog bertugas melatih tim IT agar bisa menulis kode pemrograman yang sesuai standar internasional.
  • D. Sosiolog mengevaluasi potensi untung-rugi finansial dari peluncuran aplikasi kencan tersebut.

Jawaban: B. Sosiolog menganalisis norma dan budaya target pengguna agar aplikasi bisa disesuaikan dengan nilai-nilai lokal.

Peran sosiolog di sini adalah sebagai User Researcher yang membaca konteks sosial-budaya pengguna agar fitur produk bisa beradaptasi dan diterima masyarakat (opsi B).

Peran sosiologi dalam industri teknologi adalah menerjemahkan konteks sosial budaya menjadi wawasan untuk adaptasi produk, bukan mengubah budaya.