Menghitung Alamat Elektron Titanium

Kulit, Subkulit, dan Orbital

Atom bisa dibayangkan seperti lemari gudang bertingkat yang di dalamnya terbagi menjadi laci dan kotak-kotak kecil untuk menyimpan elektron.

Diagram lemari penyimpanan berjenjang yang menggambarkan hierarki kulit, subkulit, dan orbital atom.

Analogi lemari gudang ini membantu memetakan tiga tingkatan utama struktur atom:

Kapasitas kotak di tiap blok laci bersifat tetap:

Aturan dasarnya: setiap satu kotak (orbital) maksimal hanya dapat menampung $2$ barang (elektron). Sebagai contoh, jika kita melihat isi blok $p$, blok ini memiliki $3$ kotak orbital sehingga daya tampung maksimalnya adalah $3 \times 2 = 6$ elektron.

Pilih Benar atau Salah untuk tiap pernyataan mengenai bagian dari atom.

  • Subkulit p selalu memiliki 3 kotak orbital, tidak peduli ia berada di kulit keberapa. — Benar
  • Satu buah kotak orbital dapat menampung hingga 3 elektron. — Salah

Subkulit p selalu memiliki 3 kotak orbital di kulit mana pun (misal 2p, 3p, 4p). Sementara itu, satu orbital hanya dapat menampung maksimal 2 elektron, bukan 3.

Kapasitas jumlah orbital dalam sebuah subkulit bersifat tetap.

Menata Elektron Titanium

Pengisian elektron pada atom mengikuti aturan khusus, di mana blok 4s diisi lebih dulu sebelum blok 3d.

Prinsip dasar pengisian elektron (dikenal sebagai prinsip Aufbau) menyatakan bahwa elektron ditata mulai dari laci yang memiliki tingkat energi paling rendah:

  1. $1s$ ($2$ elektron)

  2. $2s$ ($2$ elektron) $\rightarrow 2p$ ($6$ elektron)

  3. $3s$ ($2$ elektron) $\rightarrow 3p$ ($6$ elektron)

Setelah subkulit $3p$ terisi penuh oleh $18$ elektron, muncul urutan khusus: subkulit $4s$ memiliki tingkat energi yang sedikit lebih rendah daripada $3d$. Akibatnya, $2$ elektron berikutnya akan mengisi penuh subkulit $4s$ terlebih dahulu (mencapai $20$ elektron).

Untuk atom Titanium ($_{22}\text{Ti}$) yang memiliki $22$ elektron, sisa $2$ elektron terakhir barulah ditaruh ke dalam subkulit $3d$. Susunan lengkapnya menjadi:

Meskipun $4s$ diisi lebih dahulu saat menyusun konfigurasi, secara alamat rak, subkulit $3d$ tetap merupakan bagian dari kulit ke-$3$ (rak tingkat $3$).

Atom Skandium (21Sc) memiliki nomor atom 21. Subkulit apa yang akan ditempati oleh elektron ke-21 (elektron terakhir) milik Skandium?

  • 3p
  • 3d
  • 4p
  • 4d

Jawaban: 3d

Setelah 18 elektron mengisi hingga 3p dan 2 elektron mengisi 4s (total 20 elektron), elektron ke-21 milik Skandium akan mulai menempati subkulit 3d. Opsi 3p salah karena sudah penuh, sedangkan 4p dan 4d memiliki tingkat energi yang lebih tinggi daripada 3d.

Elektron mengisi subkulit 4s terlebih dahulu sebelum mengisi subkulit 3d.

Aturan Hund di Kotak 3d

Elektron akan menempati kotak kosong secara mandiri terlebih dahulu sebelum dipaksa berpasangan.

Pada atom Titanium, tersisa $2$ elektron di subkulit $3d$ ($3d^2$). Subkulit $d$ memiliki $5$ kotak orbital yang berjejer setara. Bagaimana kedua elektron ini menempatinya?

Perilaku elektron ini diatur oleh Aturan Hund, yang mirip dengan penumpang yang baru naik bus:

Demikian pula dengan elektron di subkulit $3d^2$. Karena ada $5$ kotak orbital yang tersedia dan semuanya masih kosong, kedua elektron tersebut tidak akan menumpuk di satu kotak yang sama. Masing-masing elektron akan menempati kotak yang berbeda secara mandiri.

Akibatnya, dari total $5$ orbital yang ada di subkulit $3d$:

Subkulit p (kapasitas 3 orbital) suatu atom sedang diisi oleh 3 elektron terluar. Berapa banyak orbital dalam subkulit p tersebut yang ditempati oleh pasangan elektron (berisi 2 elektron)?

  • 0 orbital
  • 1 orbital
  • 2 orbital
  • 3 orbital

Jawaban: 0 orbital

Subkulit p memiliki 3 kotak orbital. Berdasarkan Aturan Hund, ketiga elektron terluar akan menyebar menempati ketiga kotak tersebut masing-masing 1 elektron (tidak ada yang berpasangan). Jadi, ada 0 orbital yang berisi pasangan elektron.

Aturan Hund menyatakan elektron mengisi orbital kosong mandiri sebelum berpasangan.