Makna Konjungsi: Beda Alasan dan Tujuan

Kenapa vs Untuk Apa

Sering kali kita kebingungan membedakan antara alasan dan tujuan, padahal keduanya adalah dua arah waktu yang saling bertolak belakang. Bayangkan waktu kamu sedang makan siang. Kalau ada yang bertanya, "Kenapa kamu makan?", kamu mungkin akan menjawab: "Aku makan karena lapar." Rasa lapar itu terjadi di masa lalu atau saat ini, yang memicu kamu untuk mengambil makanan. Ini namanya alasan (sebab).

Tapi, coba bandingkan jika kalimatnya diubah menjadi: "Aku makan agar kenyang." Apakah kenyangnya sudah terjadi? Belum! Kenyang adalah target di masa depan yang ingin kamu capai lewat tindakan makan. Ini namanya tujuan (target).

ilustrasi

Jadi, kata hubung (konjungsi) seperti agar selalu membawa pikiran kita untuk melihat ke hasil akhir di masa depan, bukan menjelaskan proses yang memicu tindakan di awal. Saat kita bilang "Aku belajar agar lulus ujian", kata agar mengunci pikiran kita ke gawang yang sedang kita tuju, bukan masalah "karena besok ada ujian".

Kalimat manakah di bawah ini yang menggunakan konjungsi untuk menunjuk pada sebuah target/hasil di masa depan?

  • Dia minum obat karena kepalanya pusing.
  • Dia minum obat agar kepalanya cepat sembuh.
  • Karena kepalanya pusing, dia minum obat.
  • Dia menjelaskan bahwa kepalanya pusing sehingga harus minum obat.

Jawaban: Dia minum obat agar kepalanya cepat sembuh.

Kata 'agar' menandakan target yang ingin dicapai (cepat sembuh) sebagai hasil dari minum obat, bukan alasan mengapa ia minum obat (kepala pusing).

Kata 'agar' selalu menunjukkan target atau tujuan yang belum terjadi (di masa depan), berbeda dengan alasan yang merujuk pada kondisi awal.

Posisi 'Agar' dalam Kalimat

Setelah tahu bedanya, mari kita lihat bagaimana kata agar bekerja dalam kalimat, terutama kalau kita membedah soal yang tadi. Di kalimat soal disebutkan: "Hindarilah kebiasaan membantu tugas sekolah anak secara berlebihan agar daya pikirnya terlatih."

Kata agar di kalimat ini bertugas sebagai penanda target, bukan penjelas proses panjang. Kalau penulis ingin "menjelaskan" secara medis atau psikologis, dia mungkin akan bilang "membantu tugas anak akan membuat anak malas berpikir karena sirkuit sarafnya tidak terlatih..." Tapi penulis tidak melakukan itu.

ilustrasi

Penulis dengan tegas menggabungkan Tindakan dengan Target.

Fungsi semantis kata agar di sini bukanlah memaparkan "mengapa" tindakan itu perlu dilakukan dengan merinci alasan-alasan di baliknya (seperti opsi A. Menjelaskan). Fungsinya sangat spesifik: menghubungkan tindakan si orang tua dengan gol akhir yang mutlak diharapkan terjadi.

Misteri Kata 'Memastikan'

"Oke, agar itu menandakan target. Tapi kenapa di soal, padanan yang tepat malah kata memastikan? Apa hubungannya?"

Dalam kalimat anjuran atau instruksi, ketika kita mengatakan "Lakukan A agar B", maksud tersembunyi kita adalah "Lakukan A untuk menjamin (atau memastikan) B benar-benar terjadi". Penulis artikel memberikan instruksi yang cukup tegas ("Hindarilah...") dengan harapan hasil akhirnya bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah kepastian.

Coba kita bedakan dengan kata memungkinkan (opsi C). Menurut KBBI, "memungkinkan" berarti memberi peluang atau menjadikan sesuatu dapat terjadi. Kalau kita pakai kata ini, rasanya kurang kuat. Kita tidak cuma pengen daya pikir anak berpeluang terlatih (bisa iya bisa tidak). Kita menganjurkan larangan keras itu untuk menjamin (ensure) bahwa daya pikirnya benar-benar terlatih.

Makanya, dalam konteks kalimat persuasif/anjuran, "agar daya pikir terlatih" sangat sejalan maknanya dengan "bertujuan memastikan daya pikirnya terlatih".

Jika ibumu berkata, 'Bangunlah lebih awal agar kita tidak telat', maka tujuan tindakan 'bangun lebih awal' itu adalah untuk...

  • Memungkinkan hasil ujian selalu dapat nilai 100
  • Menjelaskan proses panjang bagaimana soal diselesaikan
  • Memberikan kepastian atau menjamin bahwa kita tidak akan telat masuk kelas
  • Mewajibkan kita untuk lari pagi setiap hari

Jawaban: Memberikan kepastian atau menjamin bahwa kita tidak akan telat masuk kelas

'Agar kita tidak telat' berarti tindakan bangun lebih awal dilakukan untuk memberikan jaminan/kepastian (memastikan) bahwa keterlambatan tidak terjadi.

Kata 'memastikan' (ensure) mengandung arti memberikan jaminan kepastian bahwa sesuatu terjadi, berbeda dengan 'memungkinkan' yang hanya sekadar membuka peluang.