Massa Jenis & Seni Mengukur Ketidakpastian

Apa itu Massa Jenis?

Pernahkah kamu membandingkan sekepal besi dengan sekepal kapas? Besi terasa jauh lebih berat di tanganmu meskipun secara ukuran genggamannya sama persis. Inilah ide dasar dari massa jenis ($\rho$).

Massa jenis sekadar ukuran seberapa 'padat' partikel penyusun benda yang berdesakan di dalam satu ruang (volume) tertentu. Secara matematis, konsep to-the-point ini ditulis sebagai pembagian antara massa benda dengan volumenya: $\rho = \frac{m}{V}$.

Di laboratorium eksperimen yang sesungguhnya (seperti pada kasus soal ini), saat kita butuh mengukur cairan dalam jumlah kecil, satuan yang paling umum digunakan adalah $\text{gram/mL}$.

Untuk mengukur volume cairan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, fisikawan dan kimiawan menggunakan alat kaca khusus bernama piknometer.

An empty pycnometer, photographed on 5 mm squares. Gambar: Slashme, Public domain — Wikimedia Commons

Alat mungil ini dirancang agar memiliki volume internal yang terkalibrasi konstan (di soal ini $20{,}00\text{ mL}$). Karena volumenya sudah terkunci dengan sangat pasti, eksperimennya tinggal menimbang massanya di neraca digital—saat kosong dan saat penuh berisi cairan—untuk membongkar rahasia massa jenis cairan tersebut.

Jika kamu punya dua balok dengan ukuran (volume) yang persis sama, tapi balok pertama terasa jauh lebih ringan dari balok kedua, apa yang bisa kamu simpulkan tentang partikel di dalamnya?

  • A. Partikel balok pertama lebih banyak dan berdesakan.
  • B. Partikel balok pertama lebih sedikit atau lebih renggang jaraknya.
  • C. Balok pertama punya piknometer yang lebih besar.
  • D. Massa jenis balok pertama pasti lebih besar.

Jawaban: B. Partikel balok pertama lebih sedikit atau lebih renggang jaraknya.

Karena volumenya sama tapi massanya lebih ringan, partikel penyusun balok pertama pasti lebih sedikit atau renggang. Inilah arti dari massa jenis yang lebih rendah.

Massa jenis adalah ukuran kepadatan partikel (massa) dalam volume tertentu.

Misteri Tanda '±' di Alat Ukur

Setiap alat ukur di dunia ini, secanggih apa pun itu, selalu punya batasan. Penggaris sekolahmu punya batas garis terkecil $1\text{ mm}$. Timbangan digital super mahal di laboratorium mungkin mentok di skala terkecil $0{,}001\text{ gram}$. Kita tidak pernah bisa menebak angka dengan kepastian absolut melampaui batas ini.

Coba bayangkan kamu sedang mengukur panjang meja pakai penggaris. Sering kali, ujung meja tidak jatuh pas di sebuah garis. Ujungnya mungkin jatuh mengambang di antara garis $12{,}4\text{ cm}$ dan $12{,}5\text{ cm}$.

Meskipun kamu tahu angkanya ada di sekitar situ, kamu sama sekali gak bisa dengan sah menuliskan panjang meja sebagai '$120{,}4567\text{ cm}$' karena mata dan penggarismu gak punya kemampuan "resolusi" sekecil itu.

Di sinilah tanda '±' (kurang lebih) berperan sebagai penyelamat kejujuran ilmiah kita. Nilai pengukuran selalu ditulis sebagai $(X \pm \Delta X)$:

Untuk alat seperti penggaris, ketidakpastian sering dianggap sebagai setengah dari jarak antargaris (misal $\pm 0{,}05\text{ cm}$). Untuk timbangan digital di soal, pabriknya sudah memprogram ketidakpastian spesifiknya, yaitu $\pm 0{,}002\text{ g}$. Tanda ini pada dasarnya berteriak ke orang yang baca datamu: "Saya nggak tau angka persisnya sampai tak hingga, tapi saya berani jamin nilai aslinya terperangkap di suatu tempat di dalam rentang ini!"

Sebuah stopwatch digital di laboratorium menampilkan waktu hingga dua angka di belakang koma (misal $12{,}45\text{ detik}$). Jika buku panduan mengatakan ketidakpastiannya adalah skala terkecilnya, berapa nilai ketidakpastian pengukuran alat tersebut?

  • A. $\pm 0{,}1\text{ detik}$
  • B. $\pm 0{,}05\text{ detik}$
  • C. $\pm 0{,}01\text{ detik}$
  • D. $\pm 0{,}005\text{ detik}$

Jawaban: C. $\pm 0{,}01\text{ detik}$

Digit terkecil yang bisa dibaca alat digital tersebut adalah 0,01 detik (digit terakhir). Untuk alat digital, ketidakpastian biasanya diambil langsung dari satu digit terkecil tersebut.

Ketidakpastian alat ukur berhubungan langsung dengan batas presisi terkecil yang bisa ditampilkan alat.

Menghitung Massa Cairan (Pengurangan)

Kembali ke skenario eksperimen kita. Kita punya data massa total (piknometer penuh) yang sebesar $m_t = (50{,}670 \pm 0{,}002)\text{ g}$, dan massa piknometer kosong sebesar $m_0 = (25{,}420 \pm 0{,}002)\text{ g}$.

Secara intuisi, untuk tahu berat murni cairannya saja ($m$), kita tentu harus mengurangkan massanya:

Itu baru nilai utamanya. Pertanyaan besarnya: bagaimana nasib nilai ketidakpastiannya yang sama-sama $\pm 0{,}002\text{ g}$?

Saat kita menggabungkan hasil ukur (ditambah atau dikurang), keraguan kita tidak saling meniadakan, melainkan malah semakin menumpuk. Namun, karena error pengukuran ini acak (bisa melesetnya kebesaran, bisa juga kekecilan), perhitungannya tidak bisa sekadar ditambah biasa. Ilmuwan menyepakati bahwa error digabung dengan menjumlahkannya secara kuadrat (root sum square).

Rumus perambatan (propagation) error untuk pengurangan/penjumlahan ini:

Mari kita eksekusi tebakan keraguan kita untuk massa cairan tadi:

Sip! Sekarang laporan kita sah: massa cairan di dalam piknometer adalah $m = (25{,}250 \pm 0{,}0028)\text{ g}$.

Tentukan apakah pernyataan mengenai operasi pengurangan pengukuran berketidakpastian ini benar atau salah! (Misal: $A \pm \Delta A$ dikurangi $B \pm \Delta B$)

  • Nilai utamanya ($A$ dikurangi $B$) bisa bernilai nol jika $A$ sama dengan $B$. — Benar
  • Nilai ketidakpastiannya ($\Delta A$ dan $\Delta B$) akan saling menghilangkan sehingga hasil akhirnya lebih presisi. — Salah

Nilai utama memang dikurangkan secara normal. Namun ketidakpastian selalu MEMBESAR (ditambahkan secara kuadrat), karena keraguan tidak pernah bisa saling meniadakan secara pasti.

Dalam perambatan error, ketidakpastian selalu membesar atau menumpuk walau operasi nilai utamanya adalah pengurangan.