Stoikiometri: Dari Pereaksi Pembatas ke Rendemen

Langkah 1: Menentukan Pereaksi Pembatas

Reaktan yang nilainya paling kecil setelah dibagi dengan koefisien reaksinya akan habis lebih dulu dan menjadi patokan penentu jumlah produk.

Dalam alur produksi mekanis di sebuah pabrik perakitan, kita tidak merata-rata jumlah persediaan bahan baku untuk memperkirakan hasil akhir. Sebaliknya, pabrik harus mencari bahan baku mana yang menjadi 'leher botol' (bottleneck) atau habis paling pertama. Pada reaksi kimia yang sudah disetarakan:

$$\text{S}_8(l) + 4\text{Cl}_2(g) \rightarrow 4\text{S}_2\text{Cl}_2(l)$$

Tersedia stok awal sebesar $0{,}15\text{ mol } \text{S}_8$ dan $0{,}8\text{ mol } \text{Cl}_2$. Untuk menentukan zat mana yang menjadi pereaksi pembatas, kita membagi jumlah mol awal masing-masing dengan koefisien reaksinya:

Karena nilai perbandingan $\text{S}_8$ ($0{,}15$) lebih kecil daripada $\text{Cl}_2$ ($0{,}20$), maka belerang ($\text{S}_8$) adalah pereaksi pembatas yang habis bereaksi tanpa sisa.

Tabel stoikiometri Mula-mula, Reaksi, Sisa untuk reaksi S8 dan Cl2

Tabel Mula-mula, Reaksi, dan Sisa di atas memperlihatkan bahwa seluruh $0{,}15\text{ mol } \text{S}_8$ habis terpakai. Sementara itu, klorin hanya terpakai $0{,}6\text{ mol}$ dan masih menyisakan $0{,}2\text{ mol}$. Oleh karena itu, jumlah produk yang dapat dibuat sepenuhnya dikendalikan oleh $\text{S}_8$.

Pada reaksi fiktif $A + 3B \rightarrow 2C$, dicampurkan $2\text{ mol } A$ dan $4\text{ mol } B$. Zat manakah yang bertindak sebagai pereaksi pembatas dan habis lebih dulu?

  • Zat A karena memiliki jumlah mol awal yang lebih sedikit dibandingkan zat B
  • Zat B karena perbandingan mol terhadap koefisien reaksinya bernilai paling kecil
  • Rata-rata dari A dan B karena kedua zat saling memengaruhi jumlah produk akhir

Jawaban: Zat B karena perbandingan mol terhadap koefisien reaksinya bernilai paling kecil

Zat penentu (pereaksi pembatas) dicari dengan membagi mol awal terhadap koefisien masing-masing: A = 2/1 = 2, sedangkan B = 4/3 = 1,33. Karena nilai B lebih kecil, B akan habis lebih dahulu. Opsi A keliru karena langsung membandingkan mol tanpa membagi koefisien, sedangkan Opsi C keliru karena jumlah produk tidak ditentukan dari rata-rata reaktan.

Pereaksi pembatas ditentukan dengan membagi mol awal dengan koefisien reaksi dan memilih hasil yang paling kecil.

Langkah 2: Menghitung Massa Teoretis

Massa produk maksimal dihitung menggunakan perbandingan koefisien berdasarkan jumlah mol dari pereaksi pembatas yang telah ditentukan.

Melanjutkan alur produksi di pabrik, target maksimal barang yang dapat dihasilkan di atas kertas dihitung murni dari komponen pembatasnya. Reaktan lain yang bersisa diabaikan dalam penentuan kuantitas produk maksimal atau massa teoretis. Berdasarkan reaksi setara:

$$\text{S}_8 + 4\text{Cl}_2 \rightarrow 4\text{S}_2\text{Cl}_2$$

Karena koefisien $\text{S}_2\text{Cl}_2$ adalah $4$ dan koefisien pereaksi pembatas $\text{S}_8$ adalah $1$, jumlah mol produk yang terbentuk dihitung lewat perbandingan koefisien:

$$\text{mol } \text{S}_2\text{Cl}_2 = \frac{4}{1} \times 0{,}15\text{ mol} = 0{,}6\text{ mol}$$

Dengan massa molar ($\text{Mr}$) $\text{S}_2\text{Cl}_2$ sebesar $135\text{ g/mol}$, target massa maksimal di atas kertas adalah:

$$\text{Massa Teoretis} = 0{,}6\text{ mol} \times 135\text{ g/mol} = 81\text{ gram}$$

Langkah 3: Menghitung Rendemen

Rendemen dihitung dengan membagi massa produk yang benar-benar didapatkan secara nyata dengan massa produk teoretis maksimal, lalu dikalikan 100%.

Dalam alur produksi industri, tidak semua proses manufaktur menghasilkan barang jadi tepat $100\%$ sesuai rencana di atas kertas. Evaluasi efisiensi ini diukur lewat rendemen (percent yield), yaitu perbandingan antara hasil nyata yang diperoleh di laboratorium atau pabrik terhadap target maksimal teoritisnya:

$$\%\text{ Rendemen} = \frac{\text{Massa Aktual}}{\text{Massa Teoretis}} \times 100\%$$

Pada soal kita:

Maka persentase rendemen reaksinya adalah:

$$\%\text{ Rendemen} = \frac{64{,}8\text{ gram}}{81\text{ gram}} \times 100\% = 80\%$$

Perhitungan ini membuktikan bahwa Opsi D ($80\%$) adalah jawaban yang tepat.

Pada suatu sintesis kimia di laboratorium, perhitungan teoretis menyatakan seharusnya terbentuk 50 gram produk X. Namun, hasil penimbangan riil hanya menghasilkan 35 gram produk X. Berapakah persentase rendemen reaksi tersebut?

  • 15% karena didapat dari selisih massa teoretis dikurangi massa aktual produk
  • 70% karena massa produk aktual dibagi dengan massa produk teoretis dikali 100%
  • 142% karena massa produk teoretis dibagi dengan massa aktual dikali 100%

Jawaban: 70% karena massa produk aktual dibagi dengan massa produk teoretis dikali 100%

Rendemen dihitung dengan membagi massa produk nyata (aktual) terhadap target maksimalnya (teoretis): (35 gram / 50 gram) x 100% = 70%. Opsi A keliru karena mengurangkan dua massa alih-alih membuat rasio, dan Opsi C keliru karena membalik posisi pembilang dan penyebut.

Rendemen adalah rasio massa produk nyata dibagi massa produk teoretis maksimal dikalikan 100%.