Tarik-Menarik Molekul dan Rahasia Penguapan
Mengenal Etanol dan Minyak
Etanol dan minyak goreng sama-semuanya tersusun dari ikatan kovalen, bukan senyawa ionik.
Kedua zat ini tergolong senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur nonlogam seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Di dalam struktur kimia, atom-atom nonlogam tersebut saling berbagi elektron melalui ikatan kovalen, atau yang disebut sebagai ikatan intramolekul (ikatan di dalam satu molekul itu sendiri).

Meskipun sama-sama berikatan kovalen, susunan dan bentuk kedua molekul ini memiliki perbedaan mendasar:
Etanol ($\text{C}_2\text{H}_5\text{OH}$) merupakan molekul berukuran kecil. Adanya gugus hidroksil ($-\text{OH}$) menyebabkan sebaran elektron menjadi tidak simetris, sehingga molekul etanol bersifat polar (memiliki kutub muatan).
Minyak goreng (trigliserida) tersusun atas tiga rantai hidrokarbon karbon-hidrogen yang sangat panjang. Ketiadaan kutub muatan pada rantai hidrokarbon panjang ini menjadikannya senyawa nonpolar.
Menguap Memutus Apa?
Penguapan adalah perubahan wujud yang memutuskan gaya tarik antarmolekul, bukan ikatan di dalam molekul (intramolekul).
Bayangkan setiap molekul zat cair seperti mobil rakitan balok lego. Ikatan intramolekul adalah kaitan balok-balok lego di dalam satu mobil; kaitan ini kokoh dan menyatukan badan mobil. Sementara itu, gaya antarmolekul adalah gaya tarik magnetis antarmobil yang berada berdekatan di tengah kemacetan jalan.
Ketika suatu zat cair dipanaskan hingga menguap menjadi gas:
Molekul-molekul memperoleh energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya tarik antarmobil, sehingga mereka saling menjauh dan bergerak bebas ke udara.
Setiap molekul tetap utuh dalam wujud aslinya ($\text{C}_2\text{H}_5\text{OH}$ tetap utuh sebagai $\text{C}_2\text{H}_5\text{OH}$), bukan terurai menjadi atom karbon, hidrogen, atau oksigen terpisah. Proses ini tidak mempreteli balok-balok di dalam mobil legonya.
Ketika sebongkah es ($H_2O$ padat) dipanaskan perlahan hingga mencair dan akhirnya mendidih menjadi uap air di udara terbuka, ikatan atau interaksi manakah yang sebenarnya terputus selama proses perubahan wujud tersebut?
- Ikatan kovalen antara atom hidrogen dan atom oksigen yang membentuk air.
- Gaya antarmolekul yang menahan molekul-molekul air berdekatan satu sama lain.
- Ikatan ionik yang mengikat molekul es menjadi struktur kristal padat.
- Ikatan kimia intramolekul yang memecah air menjadi gas hidrogen dan oksigen.
Jawaban: Gaya antarmolekul yang menahan molekul-molekul air berdekatan satu sama lain.
Perubahan wujud zat (seperti es mencair lalu menguap) adalah perubahan fisika. Energi kalor yang diserap hanya digunakan untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul sehingga molekul air saling menjauh, tanpa merusak ikatan kovalen di dalam molekul H2O. Opsi A dan D salah karena memutus ikatan kovalen berarti reaksi kimia penguraian. Opsi C salah karena air bukan senyawa ionik.
Penguapan memutus gaya tarik menarik antar molekul utuh tanpa merusak ikatan kimia pembentuk zat.
Pertarungan Gaya Tarik
Molekul nonpolar yang raksasa memiliki gaya London total yang bisa jauh lebih kuat daripada ikatan hidrogen di molekul kecil yang polar.
Etanol memiliki gugus $-\text{OH}$ sehingga antarmolekulnya mampu membentuk ikatan hidrogen, yaitu gaya antarmolekul elektrostatik yang relatif kuat. Di sisi lain, minyak goreng adalah zat nonpolar yang hanya mengandalkan gaya London (tarikan dispersi akibat fluktuasi sebaran elektron sesaat). Secara umum di buku teks, satu ikatan hidrogen memang jauh lebih kuat daripada satu tarikan gaya London. Mengapa minyak justru jauh lebih sukar menguap?

Kuncinya terletak pada luas permukaan kontak dan ukuran molekul:
Molekul minyak goreng (trigliserida) berukuran raksasa dengan rantai karbon puluhan atom, sehingga memiliki awan elektron yang sangat luas dan mudah terpolarisasi.
Ribuan interaksi gaya London yang lemah saling bertumpuk di sepanjang rantai hidrokarbon panjang tersebut.
Akibatnya, akumulasi total gaya London pada minyak goreng menjadi jauh lebih masif daripada ikatan hidrogen pada molekul etanol yang kecil. Memisahkan molekul minyak satu sama lain memerlukan energi kalor yang jauh lebih besar.
Kenyataan ini membongkar kekeliruan opsi-opsi jawaban lainnya:
Opsi B salah, karena massa molekul minyak goreng justru berkali-kali lipat lebih besar daripada etanol, bukan sebaliknya.
Opsi E salah, karena kehadiran ikatan hidrogen pada etanol tidak serta merta membuat titik didihnya melampaui minyak raksasa; etanol tetap memiliki titik didih lebih rendah ($78{,}4^\circ\text{C}$) dibanding minyak ($>200^\circ\text{C}$).
Opsi C kurang tepat, karena hanya menyebut kelemahan gaya tarik tanpa menyertakan faktor kepolaran molekul yang menjadi akar perbedaan jenis gaya tarik keduanya.
Opsi D benar, karena menjelaskan secara utuh bahwa perbedaan kedua zat dipicu oleh kepolaran etanol yang polar dengan gaya antarmolekul total yang lebih lemah dibandingkan minyak nonpolar yang memiliki akumulasi gaya London sangat besar.
Perhatikan dua zat berikut: Zat X adalah cairan kovalen nonpolar dengan rantai molekul yang sangat panjang, sedangkan Zat Y adalah senyawa polar berukuran molekul sangat kecil yang memiliki ikatan hidrogen. Tentukan nilai kebenaran dari masing-masing pernyataan berikut.
- Zat X membutuhkan energi lebih besar untuk diuapkan dibanding Zat Y karena akumulasi gaya London-nya kuat. — Benar
- Zat Y dipastikan memiliki titik didih lebih tinggi karena ikatan hidrogen mutlak lebih kuat daripada gaya London berapapun luasnya. — Salah
Pernyataan 1 Benar: Molekul raksasa pada Zat X memiliki luas kontak permukaan dan awan elektron yang sangat besar, sehingga total akumulasi gaya London-nya sangat kuat dan butuh energi besar untuk diuapkan. Pernyataan 2 Salah: Ikatan hidrogen tidak mutlak selalu menghasilkan titik didih lebih tinggi; jika molekul nonpolar memiliki ukuran rantai yang jauh lebih masif, gaya dispersi London dapat melampaui kekuatan ikatan hidrogen molekul kecil.
Ukuran molekul dan luas permukaan yang besar akan melipatgandakan gaya London mengungguli gaya antarmolekul lain.