Anatomi Kunci & Gembok Antibodi

Fisik vs Pesan Kimia

Sitokin berfungsi sebagai pesan sinyal kimia antar sel imun, bukan struktur tonjolan pada permukaan antigen.

Ilustrasi walkie-talkie pemancar sinyal gelombang radio panggil bantuan

Sistem pertahanan tubuh kita memiliki dua peran yang berbeda: struktur tempur yang berinteraksi fisik langsung dengan penyusup, dan sistem komunikasi yang memanggil bala bantuan.

Sitokin (Opsi C) adalah bagian dari sistem komunikasi tersebut. Molekul kimiawi ini dilepaskan oleh sel imun layaknya alarm keamanan atau panggilan radio darurat agar sel-sel imun lainnya bergegas mendekat ke lokasi infeksi.

Karena sitokin adalah kurir sinyal yang larut dan bergerak bebas dalam cairan tubuh, tonjolan spesifik pada permukaan bakteri (antigen) yang menjadi tempat menempelnya antibodi bukanlah sitokin.

Gerigi Spesifik Gembok dan Kunci

Antibodi berikatan dengan antigen secara presisi melalui ujung paratop yang sesuai bentuknya dengan permukaan epitop antigen.

Diagram skematik interaksi antigen dengan antibodi berlabel Epitop dan Paratop

Setelah sel imun merespons sinyal panggilan, molekul pertahanan bernama antibodi (Opsi E) bekerja menetralkan molekul asing yang disebut antigen. Namun, molekul antigen berukuran sangat besar sehingga antibodi tidak menempel ke sembarang tempat di seluruh tubuh patogen.

Antibodi hanya mengenali dan mengikat area atau tonjolan spesifik tertentu pada permukaan antigen yang disebut Epitop (Opsi A). Supaya dapat mencengkeram epitop dengan sangat presisi, antibodi memiliki ujung pengikat khusus yang disebut Paratop (Opsi D).

Kesesuaian bentuk antara epitop dan paratop bekerja layaknya lubang gembok mekanis dan anak kuncinya:

Perbedaan lekukan kecil pada epitop membuat paratop antibodi tidak lagi dapat berikatan optimal, yang mendasari sifat spesifisitas tinggi pada sistem kekebalan tubuh.

Seorang ilmuwan meneliti skema molekul pertahanan tubuh dan target penyerangannya. Tentukan Benar atau Salah untuk letak dan fungsi struktur berikut:

  • Paratop merupakan bagian spesifik pada struktur antibodi. — Benar
  • Epitop terletak di ujung antibodi sebagai penanda jenis kekebalan. — Salah

Pernyataan 1 Benar karena paratop memang berada di ujung lengan antibodi untuk mengikat target. Pernyataan 2 Salah karena epitop selalu terletak di permukaan molekul antigen target, bukan di ujung antibodi.

Letak epitop adalah pada antigen, dan paratop pada antibodi.

Komponen Pendukung Lainnya

Komponen sistem imun seperti komplemen dan molekul antibodi itu sendiri merupakan bagian sistem pertahanan kita, bukan bagian penyusun antigen.

Selain antibodi dan sitokin, terdapat juga komplemen (Opsi B). Komplemen adalah kumpulan protein dalam plasma darah yang bekerja sama membantu pertahanan tubuh. Setelah antibodi mengenali dan menempel pada epitop antigen, sistem komplemen dapat teraktivasi untuk melubangi membran dinding sel patogen hingga sel tersebut mengalami lisis (pecah). Komplemen merupakan senjata tempur milik tubuh kita, bukan komponen struktural yang menyusun molekul antigen patogen.

Begitu pula dengan antibodi (Opsi E), yang merupakan keseluruhan protein imunoglobulin berbentuk huruf Y buatan sel plasma tubuh kita. Antibodi adalah penyerang yang memburu, bukan struktur yang menempel di tubuh musuh sejak awal.

Saat sebuah bakteri menginfeksi jaringan, sel makrofag di area tersebut mengeluarkan suatu zat kimia ke dalam darah. Zat kimia tersebut menyebar untuk memberi sinyal bantuan memanggil sel-sel neutrofil ke area infeksi. Zat kimia pembawa pesan yang dilepaskan makrofag tersebut dinamakan...

  • Komplemen
  • Sitokin
  • Epitop
  • Paratop

Jawaban: Sitokin

Jawaban benar adalah Sitokin (B). Sitokin adalah protein pembawa pesan kimiawi yang dilepaskan sel imun (seperti makrofag) untuk memanggil sel pertahanan lain. Komplemen (A) adalah protein plasma pelisis dinding bakteri, sedangkan Epitop (C) berada di antigen target dan Paratop (D) berada di ujung antibodi.

Membedakan istilah antara protein penyerang (Komplemen), pembawa pesan (Sitokin), penanda pada patogen (Epitop), dan pengikat antibodi (Paratop).