Alokasi Bertingkat: Dari Total dan Sisa
Menyamakan Bahasa
Langkah pertama menghadapi soal cerita dengan berbagai format angka adalah mengubah semuanya menjadi bentuk pecahan biasa.
Saat membaca soal cerita matematika, sering kali kita menemukan angka yang disajikan dalam wujud beraneka ragam. Ada yang berupa pecahan biasa, ada persentase, dan ada pula bilangan desimal. Jika dibiarkan dalam format yang berbeda-beda, kita akan kesulitan untuk menjumlahkan atau mengalikan alokasi bagian tersebut.
Bayangkan kamu memiliki sekotak permen utuh. Untuk membagikannya dengan adil dan teratur, kamu perlu memakai satuan ukur yang seragam bagi setiap orang yang menerima:
Pecahan $\frac{1}{4}$ sudah dalam bentuk pecahan biasa, jadi tetap ditulis $\frac{1}{4}$.
Persentase $20\%$ bermakna $20$ dari $100$, yaitu $\frac{20}{100}$. Jika pembilang dan penyebut disederhanakan dengan membagi keduanya dengan $20$, kita mendapatkan $\frac{1}{5}$.
Desimal $0{,}3$ memiliki satu angka di belakang koma yang berarti persepuluh, sehingga dapat ditulis langsung sebagai $\frac{3}{10}$.
Sebuah kue dipotong dengan alokasi desimal tertentu. Bentuk pecahan biasa yang paling sederhana dari 0,25 adalah ...
- 1/25
- 1/4
- 2/5
- 5/20
Jawaban: 1/4
Desimal 0,25 berarti 25 per 100 (25/100). Jika pembilang dan penyebut sama-sama dibagi 25, bentuk paling sederhananya adalah 1/4. Pengecoh 1/25 keliru menaruh angka desimal sebagai penyebut langsung, 2/5 setara dengan 0,40, sedangkan 5/20 adalah bentuk pecahan yang belum disederhanakan sepenuhnya.
Kemampuan mengubah desimal menjadi pecahan biasa paling sederhana.
Hati-hati: Total vs Sisa
Alokasi yang diambil dari total awal berbeda cara menghitungnya dengan alokasi yang diambil dari sisa.
Misalkan seluruh isi kotak permen atau total awal hasil panen dimisalkan sebagai variabel $x$. Ketika soal menyebutkan alokasi diberikan ke tengkulak sebesar $\frac{1}{4}$ bagian dari total, nilainya langsung menjadi $\frac{1}{4}x$. Namun, perhatikan kalimat berikutnya dengan sangat teliti: bagian lumbung diambil dari sisa, bukan dari total panen mula-mula.
Visual di atas menunjukkan bagaimana patokan atau basis pemotongan berubah saat kita mengambil bagian dari sisa:
Sisa pertama setelah tengkulak: Karena sudah diambil $\frac{1}{4}x$, maka sisa padi yang masih ada di lumbung awal adalah:
$$x - \frac{1}{4}x = \frac{3}{4}x$$
Alokasi untuk lumbung: Lumbung mengambil $20\%$ (atau $\frac{1}{5}$) dari sisa tersebut:
$$\frac{1}{5} \times \frac{3}{4}x = \frac{3}{20}x$$
Alokasi untuk zakat: Soal menyatakan zakat diambil $0{,}3$ (atau $\frac{3}{10}$) dari total hasil panen awal. Karena patokannya kembali ke total awal, nilainya langsung $\frac{3}{10}x$.
Gaji Andi adalah Rp10.000.000. Ia menabung 1/2 dari total gajinya. Kemudian, ia memberikan 50% dari SISA gajinya ke orang tua. Berapa nominal uang yang diberikan Andi ke orang tuanya?
- Rp2.500.000
- Rp5.000.000
- Rp7.500.000
- Rp1.250.000
Jawaban: Rp2.500.000
Total gaji adalah Rp10.000.000. Ditabung 1/2 bagian = Rp5.000.000, sehingga sisa gaji yang tersisa adalah Rp5.000.000. Alokasi untuk orang tua diambil dari SISA, yaitu 50% dari Rp5.000.000 = Rp2.500.000. Pengecoh Rp5.000.000 salah karena menghitung 50% langsung dari total awal tanpa memperhatikan kata 'sisa'. Pengecoh Rp7.500.000 adalah akumulasi total pengeluaran, bukan porsi orang tua saja.
Menghitung nilai bagian jika diambil dari sisa, bukan dari total.
Membagi Sisa Akhir dengan Rasio
Rasio pembagian menunjukkan porsi pecahan dari jumlah total yang dibagi, yang ditentukan dengan menjumlahkan seluruh angka rasionya.
Sebelum membagi sisa akhir, mari kita kumpulkan dulu seluruh bagian yang sudah dialokasikan dari kotak permen panen kita, yaitu bagian tengkulak, lumbung, serta zakat:
$$\text{Total alokasi} = \frac{1}{4}x + \frac{3}{20}x + \frac{3}{10}x$$
Dengan menyamakan penyebut menjadi $20$:
$$\text{Total alokasi} = \frac{5}{20}x + \frac{3}{20}x + \frac{6}{20}x = \frac{14}{20}x = \frac{7}{10}x$$
Maka sisa padi akhir yang belum dialokasikan adalah:
$$x - \frac{7}{10}x = \frac{3}{10}x$$

Sisa akhir sebesar $\frac{3}{10}x$ ini sekarang dibagi untuk bibit dan pakan ternak dengan rasio $2 : 1$:
Angka rasio $2 : 1$ berarti ada $2$ porsi bibit dan $1$ porsi pakan, sehingga totalnya ada $2 + 1 = 3$ bagian yang setara.
Bagian bibit mendapatkan $2$ dari total $3$ bagian, atau tepatnya porsi $\frac{2}{3}$ dari sisa padi.
Menghitung porsi bibit terhadap total panen:
$$\frac{2}{3} \times \frac{3}{10}x = \frac{1}{5}x$$
Adik dan kakak membagi sekotak biskuit dengan rasio 3 : 2. Berapa porsi biskuit yang didapat kakak dari kotak tersebut?
- 2/3 bagian
- 1/2 bagian
- 2/5 bagian
- 3/5 bagian
Jawaban: 2/5 bagian
Rasio pembagian Adik : Kakak adalah 3 : 2. Jumlah total bagian adalah 3 + 2 = 5 bagian. Kakak mendapatkan bagian kedua dari rasio, yaitu 2 bagian dari total 5 bagian, atau 2/5 bagian. Pengecoh 2/3 salah karena membandingkan porsi kakak terhadap porsi adik (bukan terhadap total bagian). Pengecoh 1/2 salah karena menganggap pembagian rasio dibagi rata dua. Pengecoh 3/5 keliru mengambil porsi adik alih-alih porsi kakak.
Menentukan pecahan dari sebuah rasio pembagian.