Menaklukkan Soal Konjungsi Tanpa Panik

Trik Anti-Panik Teks Panjang

Melihat teks bacaan yang panjangnya ngalahin gerbong kereta memang bikin panik duluan, apalagi kalau kamu merasa burnout atau cemas duluan sama soal Bahasa Indonesia ala SNBT. Tapi tenang, untuk soal konjungsi antarkalimat, kamu nggak perlu membaca semuanya.

Jadi, saat soal menanyakan fungsi "Oleh karena itu" di kalimat (6), tugasmu cuma dua:

  1. Baca kalimat (6)

  2. Baca kalimat (5)

Sudah, itu saja! Abaikan kalimat (1) sampai (4), dan tutup mata untuk kalimat (7) ke bawah. Dengan memfokuskan otakmu pada dua kalimat ini saja, kamu nggak bakal kelelahan membaca dan bisa lebih gampang menemukan hubungan logisnya.

ilustrasi

Jika sebuah soal menanyakan fungsi kata hubung pada awal kalimat (4), kalimat mana saja yang wajib kamu baca untuk menemukan hubungan logisnya?

  • A. Kalimat (1) sampai (4)
  • B. Kalimat (3) dan (4)
  • C. Kalimat (4) dan (5)
  • D. Semua kalimat dalam paragraf tersebut

Jawaban: B. Kalimat (3) dan (4)

Karena konjungsi berada di awal kalimat (4), ia hanya menghubungkan kalimat tersebut dengan kalimat tepat di sebelumnya, yaitu kalimat (3).

Konjungsi antarkalimat hanya menghubungkan sebuah kalimat dengan satu kalimat tepat di sebelumnya.

Makna Asli 'Oleh karena itu'

Sering kali kita menebak jawaban berdasarkan "insting" atau karena kata-katanya terdengar pas saja. Padahal, konjungsi memiliki peran logika yang kaku dan absolut.

Kalau saat mendiagnosis soal tadi kamu merasa kalimat kedua adalah pertentangan, mari kita luruskan konsep kata "Oleh karena itu". Konjungsi ini adalah penanda Kesimpulan atau Akibat mutlak.

Kalau kamu memaksakan "Oleh karena itu" untuk menyatakan hal yang berlawanan (misalnya: Oleh karena itu, jemuran Budi kering sempurna), logikanya akan rusak total. Kata hubung ini bertugas mengunci kalimat kedua sebagai konsekuensi logis dari kondisi yang dijabarkan sebelumnya.

Tentukan apakah penggunaan kata 'Oleh karena itu' pada pasangan kalimat berikut masuk akal secara logika!

  • Budi bangun kesiangan. Oleh karena itu, ia terlambat masuk sekolah. — Logis
  • Suhu udara sangat dingin. Oleh karena itu, saya menyalakan kipas angin di kecepatan penuh. — Tidak Logis

Terlambat sekolah adalah akibat logis dari bangun kesiangan. Namun, menyalakan kipas angin bukan akibat dari suhu dingin (justru bertentangan).

'Oleh karena itu' harus diikuti oleh akibat atau kesimpulan logis dari kalimat sebelumnya.

Jebakan Cerita vs Kata Hubung

Waktu mengerjakan soal tadi, otakmu mungkin secara otomatis menangkap "Thailand di posisi satu dan Indonesia di posisi dua, nasib mereka beda, berarti ini pertentangan!"

Mari kita bedah faktanya:

Penulis nggak sedang membandingkan nasib Indonesia dan Thailand, melainkan sedang menarik kesimpulan dari situasi yang sulit tersebut. Kalau penulis memang berniat mempertentangkan, ia akan memakai kata seperti "Namun" atau "Sebaliknya".

Andi adalah anak yang sangat rajin belajar. Jika penulis ingin menghubungkan fakta tersebut dengan prestasinya menjadi juara kelas di kalimat berikutnya, konjungsi apa yang paling logis digunakan?

  • A. Namun
  • B. Sebaliknya
  • C. Oleh karena itu
  • D. Di samping itu

Jawaban: C. Oleh karena itu

Karena Andi rajin (sebab), maka wajar ia menjadi juara kelas (akibat). Konjungsi yang tepat untuk menyimpulkan akibat adalah 'Oleh karena itu'.

Prestasi juara adalah konsekuensi/akibat dari sifat rajin, sehingga membutuhkan konjungsi sebab-akibat seperti 'Oleh karena itu'.