Anatomi Frasa: Melacak Inti dan Kelas Kata

Hukum D-M: Mencari 'Matahari' dalam Frasa

Pernahkah kamu memperhatikan tata surya kita? Ada satu matahari yang besar di pusat, dan planet-planet lain hanya mengorbit mengelilinginya. Nah, frasa dalam bahasa Indonesia juga bekerja dengan cara yang sangat mirip!

Dalam bahasa Indonesia, frasa (gabungan dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat dan tidak melebihi batas klausa) mengikuti prinsip tata bahasa yang sangat penting: Hukum D-M (Diterangkan-Menerangkan).

Prinsip ini berarti selalu ada satu kata utama yang posisinya sebagai "matahari" atau inti (Diterangkan), dan kata lainnya sekadar satelit yang menempel untuk memberi penjelasan tambahan (Menerangkan).

Jadi, dalam frasa tengah berencana, kata utamanya (Diterangkan) adalah berencana. Kalau kamu bisa menemukan mana kata yang jadi intinya, kamu sudah menguasai langkah paling krusial dalam menganalisis frasa!

Dalam frasa 'sedang belajar', kata manakah yang berkedudukan sebagai inti (Diterangkan)?

  • A. sedang
  • B. belajar
  • C. sedang belajar
  • D. tidak ada inti

Jawaban: B. belajar

'belajar' adalah inti aksi (Diterangkan), sedangkan 'sedang' hanya memberi keterangan waktu berlangsung (Menerangkan).

Inti dari frasa kerja adalah kata kerja utama, sedangkan keterangan waktu menjadi penjelas.

Uji Cepat Kelas Kata Dasar

Setelah kamu berhasil menemukan kata intinya, kita perlu tahu kata tersebut masuk ke "keluarga" (kelas kata) yang mana. Apakah dia masuk kelompok Kata Benda (Nomina), Kata Kerja (Verba), atau Kata Sifat (Adjektiva)?

Sering kali kita menebak-nebak kelas kata pakai feeling. Padahal, bahasa Indonesia punya "alat uji cepat" yang sangat praktis dan akurat untuk membedakan ketiganya.

Mari kita terapkan alat uji ini pada kata dasar dari inti frasa di soal kita tadi: rencana.

Coba kita tes dengan memasangkannya:

Karena kata "rencana" paling pas disangkal dengan kata penyangkal "bukan", kita bisa memastikan 100% tanpa keraguan bahwa kata "rencana" adalah Nomina (Kata Benda).

Tentukan apakah pernyataan mengenai uji kelas kata ini Benar atau Salah!

  • Kata 'cantik' adalah Adjektiva karena bisa dikuatkan menjadi 'sangat cantik'. — Benar
  • Kata 'buku' adalah Verba karena bisa disangkal menjadi 'tidak buku'. — Salah

'cantik' bisa diberi 'sangat' (Adjektiva). 'buku' seharusnya disangkal dengan 'bukan' (bukan buku), sehingga ia adalah Nomina, bukan Verba.

Verba disangkal dengan 'tidak', Nomina dengan 'bukan', Adjektiva dikuatkan dengan 'sangat'.

Morfologi: Sihir Imbuhan Mengubah Kata

Tunggu dulu. Kalau rencana itu Kata Benda (Nomina), kenapa di soal tadi frasanya menggunakan kata berencana?

Di sinilah keajaiban morfologi (ilmu yang mempelajari bentuk kata) dalam bahasa Indonesia bekerja.

Imbuhan (afiks) bertindak layaknya "pabrik pengubah fungsi". Sebuah kata dasar yang asalnya masuk ke golongan kata benda, bisa disulap total identitasnya menjadi kata kerja hanya dengan menambahkan awalan tertentu!

Awalan ber- memiliki salah satu fungsi utama, yaitu untuk membentuk Verba (Kata Kerja) yang bermakna 'memiliki' atau 'melakukan' apa yang disebut pada kata dasarnya.

Jadi, meskipun asalnya benda, kata berencana sudah resmi berganti KTP. Ia tidak lagi berfungsi sebagai benda, melainkan sebuah aksi (Verba) yang bermakna 'mempunyai rencana'.

Apa efek yang terjadi ketika kata dasar 'sepeda' (Nomina) diberi imbuhan awalan 'ber-' menjadi 'bersepeda'?

  • A. Kelas kata tetap Nomina, namun menjadi jamak.
  • B. Berubah menjadi Adjektiva (Kata Sifat).
  • C. Berubah menjadi Verba (Kata Kerja).
  • D. Menjadi Frasa Preposisional.

Jawaban: C. Berubah menjadi Verba (Kata Kerja).

'bersepeda' adalah sebuah aksi (melakukan kegiatan naik sepeda), sehingga kelas katanya berubah dari Nomina menjadi Verba.

Imbuhan 'ber-' sering kali mengubah kata benda menjadi kata kerja yang bermakna 'memiliki/menggunakan/memakai'.