Bongkar Jebakan Keanekaragaman: Gen vs Spesies
"Jenis" Pasar vs "Jenis" Biologi
Pernah dengar orang bilang, "Wah, kucing anggora dan kucing kampung itu beda jenis ya?" Kalau kamu lagi di pasar hewan atau ngobrol santai, pernyataan ini wajar-wajar aja. Tapi kalau kamu lagi ngerjain soal UTBK Biologi, ucapan ini adalah jebakan maut.
Di dalam ilmu Biologi, kata "jenis" punya definisi yang kaku dan absolut. "Jenis" adalah terjemahan resmi untuk spesies. Berdasarkan konsep spesies biologis (biological species concept) yang dicetuskan oleh Ernst Mayr, sebuah kelompok organisme diakui sebagai satu jenis/spesies yang sama APABILA mereka bisa kawin secara alami dan menghasilkan keturunan yang subur (fertil).

Pembuat soal UTBK sangat paham kalau kita sering mencampuradukkan arti 'jenis' di kehidupan sehari-hari dengan definisi taksonomi. Makanya, kalau di soal dibilang "Perbedaan warna pada bunga...", ingat bahwa perbedaan penampakan belum tentu berarti beda spesies!
Menurut konsep biologi, mengapa anjing pudel dan anjing bulldog TIDAK dianggap sebagai keanekaragaman tingkat jenis?
- A. Karena bentuk fisik mereka berbeda drastis, sehingga pasti berbeda spesies.
- B. Karena mereka merujuk pada takson 'spesies' yang sama dan masih bisa berkembang biak menghasilkan keturunan fertil.
- C. Karena mereka menempati habitat (ekosistem) rumah yang sama, sehingga jenisnya sama.
- D. Karena anjing tidak bisa digabungkan dengan kucing dalam satu famili.
Jawaban: B. Karena mereka merujuk pada takson 'spesies' yang sama dan masih bisa berkembang biak menghasilkan keturunan fertil.
Selama anjing pudel dan bulldog bisa kawin silang dan punya anak subur, mereka masuk ke dalam 1 spesies (jenis) yang sama. Perbedaan fisik mereka hanyalah variasi genetik di tingkat ras.
Dalam biologi, istilah 'jenis' mutlak merujuk pada takson 'spesies', yang ditentukan oleh kemampuan interbreeding, bukan sekadar perbedaan fisik.
Tingkat Gen: Beda Kostum, Satu Aktor
Kalau kamu melihat perbedaan warna, bentuk, atau ukuran di antara individu-individu yang satu jenis (spesies) yang sama, itulah yang disebut keanekaragaman tingkat gen.
Bayangkan sebuah pementasan teater: aktornya cuma satu, tapi dia bisa ganti-ganti kostum jadi berbagai macam karakter. Aktornya adalah spesies, dan kostum-kostumnya adalah variasi genetik. Gen-lah yang mengatur sifat fisik (fenotipe) organisme. Ketika susunan gen di dalam satu populasi bervariasi, wujud fisiknya pun ikut bervariasi.
Gambar: Haoreima, CC0 — Wikimedia Commons
Coba perhatikan kucing pada gambar di atas. Ada berbagai macam ras kucing peliharaan di dunia, dari ras Meitei, Persia, sampai kucing kampung. Secara wujud mereka sangat berbeda, tapi ingat rumus kita tadi: mereka semua adalah satu spesies (Felis catus). Oleh karena itu, perbedaan antar-ras kucing ini wajib diklasifikasikan sebagai keanekaragaman genetik, bukan jenis.
Inilah yang menjawab kenapa opsi soal yang bilang "Perbedaan warna bunga pada pohon kamboja yang sama termasuk keanekaragaman jenis" itu salah total. Bunga kamboja merah dan putih itu sama-sama spesies Plumeria rubra (cuma beda warna karena gen), jadi masuknya ke tingkat genetik.
Di soal UTBK tadi, terdapat opsi tentang 'Perbedaan bentuk paruh pada burung pipit yang berbeda ras'. Masuk ke dalam tingkat keanekaragaman apakah fenomena tersebut dan mengapa?
- A. Keanekaragaman genetik, karena mereka berasal dari spesies burung pipit yang sama.
- B. Keanekaragaman jenis, karena bentuk paruh merupakan ciri khas pengklasifikasi spesies.
- C. Keanekaragaman genetik, karena mereka tidak bisa lagi berkembang biak satu sama lain.
- D. Keanekaragaman ekosistem, karena bentuk paruh menyesuaikan makanan di lingkungan.
Jawaban: A. Keanekaragaman genetik, karena mereka berasal dari spesies burung pipit yang sama.
Kata kunci 'berbeda ras' menunjukkan bahwa mereka masih berada di dalam satu spesies yang sama. Variasi di dalam satu spesies diatur oleh gen.
Perbedaan ciri antar-individu dalam satu spesies yang sama (seperti variasi ras) adalah contoh keanekaragaman genetik.
Tingkat Jenis: Beda Spesies, Tapi Sepupu
Sekarang kita naik satu level. Keanekaragaman tingkat jenis (spesies) terjadi kalau kamu membandingkan organisme yang nama spesiesnya benar-benar beda, tetapi mereka masih bersaudara dekat (biasanya berada dalam 1 marga/genus atau famili yang sama).
Contoh paling gampang adalah keluarga kucing besar (Panthera). Harimau (Panthera tigris) dan singa (Panthera leo) itu wujud dan polanya mirip-mirip sebagai hewan karnivora besar. Mereka satu genus, yaitu Panthera. Tapi apakah mereka bisa kawin di alam liar dan menghasilkan keturunan subur? Tidak! Mereka sudah terisolasi secara reproduksi. Karena mereka spesies yang berbeda, perbedaan antar-mereka disebut keanekaragaman jenis.
Walaupun sehari-hari kita panggil semuanya dengan nama "padi", ternyata nama ilmiah spesiesnya beda! Mereka berasal dari marga (genus) yang sama yaitu Oryza, tapi kata keduanya beda (sativa vs rufipogon). Menunjukkan mereka beda spesies, beda adaptasi, dan masuk ke Tingkat Jenis. Makanya, pernyataan II di soal tadi itu benar.
Intinya, tingkat jenis itu membandingkan "sepupu" — mirip, berkerabat, tapi KTP spesiesnya udah beda.
Manakah dari kelompok organisme berikut yang merepresentasikan keanekaragaman tingkat jenis?
- A. Mangga golek dan mangga arumanis
- B. Bunga mawar merah dan bunga mawar putih
- C. Kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kapri
- D. Kucing persia dan kucing anggora
Jawaban: C. Kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kapri
Kacang-kacangan tersebut berasal dari famili polong-polongan (Fabaceae) tapi merupakan spesies yang berbeda. Sementara mangga, mawar merah-putih, dan kucing adalah variasi di dalam satu spesies yang sama (tingkat gen).
Keanekaragaman jenis terjadi antara organisme berbeda spesies yang masih berkerabat dekat (1 famili/genus).