Taktik Jitu Penulisan Angka & Satuan
Filter 1: Aturan Perincian
Bilangan yang dipakai sebagai deretan unsur perincian wajib ditulis serentak dengan angka, mengabaikan aturan dasar penulisan huruf untuk bilangan satu atau dua kata.
Dalam pedoman EYD, aturan dasarnya memang menyebutkan bahwa bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis menggunakan huruf (misalnya dua kota atau empat provinsi). Namun, aturan perincian memiliki prioritas lebih tinggi: jika angka-angka tersebut muncul berurutan dalam satu deret perincian yang setara, seluruh lambang bilangan wajib diseragamkan menggunakan angka Arab.

Diagram alir di atas menunjukkan cara kerja Filter 1 saat menyunting teks formal: begitu menemukan deretan perincian, seluruh unsur harus menggunakan angka secara serentak.
Mari kita terapkan aturan ini pada kalimat (3) dari teks soal:
Wilayah kawasan TNKS mencakup empat provinsi, 14 kabupaten, dan dua kota.
Kalimat ini memuat deret perincian pembagian wilayah secara berurutan. Karena merupakan perincian, lambang bilangannya harus diseragamkan menjadi angka semua: 4 provinsi, 14 kabupaten, dan 2 kota.
Pola penulisan perincian ini juga berlaku saat kamu menyusun laporan fasilitas sekolah, resep, atau sensus, misalnya: 3 meja, 15 kursi, dan 12 lemari.
Filter 2: Bilangan Besar & Gaya Hukum
Bilangan yang sangat besar ditulis sebagian dengan huruf untuk keterbacaan, dan penulisan ganda (angka plus huruf) hanya digunakan untuk dokumen hukum.
Pada teks prosa naratif atau berita umum, deretan angka nol yang terlalu panjang dapat memperlambat pemahaman pembaca. Karena itu, EYD menetapkan bahwa lambang bilangan besar (seperti jutaan, miliaran, dan triliunan) dapat ditulis sebagian dengan huruf agar lebih praktis dan mudah dibaca.
Pada kalimat (4) teks soal:
Total luas wilayahnya lebih dari 1.000.000 hektar.
Bentuk 1.000.000 lebih tepat diubah menjadi satu juta. Ketentuan ini membuat Opsi A gugur karena membiarkan deretan nol panjang tanpa penyederhanaan huruf.
Filter 3: Kosakata Baku SI
Satuan ukuran internasional sering memiliki penyesuaian ejaan baku saat diserap ke bahasa Indonesia, contohnya hektare.
Filter penentu terakhir ada pada penggunaan kata baku. Kata serapan untuk satuan luas internasional hectare diserap ke dalam bahasa Indonesia resmi dengan mempertahankan akhiran vokal -e, yakni hektare.
Dalam komunikasi lisan sehari-hari, banyak orang memenggal bunyi akhirnya menjadi hektar. Namun, menurut rujukan resmi KBBI dan pedoman ejaan, ejaan yang diakui sebagai kata baku tetaplah hektare.
Mari kita gabungkan hasil dari Cheat Sheet 3 Filter:
Filter 1 (Perincian): Bilangan berderet harus serentak memakai angka $\rightarrow$ 4 provinsi, 14 kabupaten, dan 2 kota.
Filter 2 (Bilangan Besar): Angka nol jutaan disederhanakan dengan huruf $\rightarrow$ satu juta.
Filter 3 (Kata Baku): Satuan luas resmi menggunakan akhiran -e $\rightarrow$ hektare.
Dari semua pilihan, hanya Opsi B yang lolos ketiga pos pemeriksaan ini secara sempurna.
Penulisan kalimat berikut yang paling tepat sesuai pedoman EYD adalah...
- Taman safari itu memiliki lima gajah, dua belas jerapah, dan dua singa dengan total biaya pakan dua miliar rupiah per tahun.
- Taman safari itu memiliki 5 gajah, 12 jerapah, dan 2 singa dengan total biaya pakan dua miliar rupiah per tahun.
- Taman safari itu memiliki 5 gajah, 12 jerapah, dan 2 singa dengan total biaya pakan 2.000.000.000 rupiah per tahun.
- Taman safari itu memiliki lima gajah, 12 jerapah, dan dua singa dengan total biaya pakan dua miliar rupiah per tahun.
Jawaban: Taman safari itu memiliki 5 gajah, 12 jerapah, dan 2 singa dengan total biaya pakan dua miliar rupiah per tahun.
Opsi B benar karena unsur perincian ditulis seragam dengan angka (5, 12, dan 2) dan bilangan besar disederhanakan dengan kata 'dua miliar' demi keterbacaan. Opsi A keliru karena memaksakan huruf pada deret perincian, Opsi C keliru karena tidak menyederhanakan deret nol panjang dalam teks prosa, dan Opsi D keliru karena mencampuradukkan huruf dan angka pada perincian yang setara.
Menerapkan aturan perincian angka dan penyederhanaan bilangan besar dalam kalimat sesuai EYD.