Mengurai 4 Sifat Dasar HAM
Hak Asasi Itu Ibarat Udara Segar
Pernah kepikiran nggak, kenapa sih Hak Asasi Manusia (HAM) itu disebut "kebutuhan dasar"? Biar gampang ngebayanginnya, coba kita ibaratkan HAM itu seperti hak kamu untuk bernapas.

Coba perhatikan karakteristik udara untuk bernapas ini:
Kamu butuh bernapas sejak kamu lahir (ini yang disebut sifat Hakiki). Nggak ada pemerintah atau tokoh yang "ngasih" kamu hak bernapas; itu udah kodrat alami dari Tuhan.
Semua manusia di bumi butuh bernapas, nggak peduli apa sukunya, agamanya, warna kulitnya, atau status sosialnya (ini yang disebut Universal).
Orang lain nggak boleh mencekik atau menahan napasmu secara sewenang-wenang (ini yang disebut Tidak dapat dicabut).
Kamu nggak bisa disuruh memilih: "kamu boleh bernapas, tapi nggak boleh minum", karena tubuhmu secara utuh butuh keduanya sekaligus agar tetap hidup (ini yang disebut Tidak dapat dibagi).
Kapan vs Siapa: Bedanya Hakiki dan Universal
Dari hasil belajarmu, kadang ada yang masih kebolak-balik antara Hakiki dan Universal. Padahal, cara ngebedainnya gampang banget kalau kamu tahu "pertanyaan" apa yang sedang dijawab oleh masing-masing sifat.
Hakiki menjawab pertanyaan "Sejak kapan dan dari mana asalnya?" HAM merupakan kodrat dari Tuhan yang menempel padamu sejak kamu dilahirkan. Fokus kata kuncinya ada pada 'waktu' dan 'asal usul'. Contoh: Fakta bahwa kamu punya hak untuk dilindungi secara fisik itu bersifat hakiki (bawaan pabrik).
Universal menjawab pertanyaan "Siapa saja yang berhak?" HAM berlaku untuk semua umat manusia di muka bumi tanpa membedakan ras, agama, status, kewarganegaraan, atau jenis kelamin. Fokusnya ada pada 'ruang lingkup' dan 'kesetaraan'. Contoh: Fakta bahwa hukum internasional melarang perbudakan untuk orang kulit hitam (diberi perlakuan setara dengan kulit putih) adalah perwujudan sifat universal.
Mari kita tes sebentar pemahamanmu soal bedanya kedua sifat ini!

Di sebuah negara X, terdapat undang-undang yang menjamin kebebasan berpendapat. Namun, perlindungan ini hanya berlaku penuh bagi penduduk asli, sedangkan pendatang diabaikan haknya. Sifat dasar HAM apa yang nyata-nyata dilanggar oleh negara X?
- A. Hakiki
- B. Universal
- C. Tidak dapat dicabut
- D. Tidak dapat dibagi
Jawaban: B. Universal
Negara tersebut melakukan diskriminasi berdasarkan status asal-usul (pendatang vs asli). Ini melanggar sifat 'Universal' di mana hak dasar harusnya berlaku untuk siapapun tanpa membeda-bedakan.
Sifat Universal berarti HAM berlaku setara untuk semua orang tanpa membedakan latar belakang (termasuk status kependudukan).
Dirampas vs Dipilah-pilah: Dicabut atau Dibagi?
Selain Hakiki dan Universal, ada dua sifat lain yang sering muncul berpasangan: Tidak dapat dicabut (inalienable) dan Tidak dapat dibagi (indivisible). Bedanya ada pada 'apa yang dilakukan si pelanggar' terhadap hak tersebut.
Tidak Dapat Dicabut (Dirampas) Hak tidak bisa dirampas paksa, dihilangkan sewenang-wenang oleh pihak lain, atau kamu serahkan begitu saja ke orang lain. Studi Kasus: Sebuah rezim memenjarakan rakyatnya tanpa proses peradilan yang jelas. Ini pelanggaran terhadap sifat "tidak dapat dicabut", karena hak kebebasan fisik seseorang dirampas paksa oleh kekuasaan.
Tidak Dapat Dibagi (Dipilah-pilah) Hak-hak kamu tidak bisa dikorting atau dipotong-potong seolah kamu cuma butuh satu jenis hak saja. Hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya itu satu kesatuan yang utuh. Studi Kasus: Negara memberikan fasilitas sekolah gratis dan asuransi kesehatan (hak sosial ekonomi), TAPI melarang rakyatnya untuk mengkritik pemerintah di internet (hak politik). Ini pelanggaran terhadap sifat "tidak dapat dibagi".
Sekarang coba bedakan dua kasus ini.
Berdasarkan dua studi kasus berikut, tentukan sifat HAM mana yang dilanggar!
- Aparat menangkap dan menahan demonstran di lokasi rahasia tanpa melalui proses pengadilan yang adil. — Tidak dapat dicabut
- Pemerintah berbangga karena memberikan tunjangan ekonomi penuh pada rakyat, tetapi melarang keras rakyatnya membentuk partai oposisi. — Tidak dapat dibagi
Penculikan berarti perampasan hak kebebasan fisik, sehingga melanggar prinsip 'tidak dapat dicabut'. Sementara, mengorbankan hak politik demi memberi hak kesehatan adalah bentuk pemotongan hak, yang melanggar prinsip 'tidak dapat dibagi' (karena HAM harus dipenuhi secara utuh).
Hak dicabut saat dirampas paksa dari genggamanmu, hak dibagi saat kamu hanya diberi satu hak namun hak asasi lainnya ditahan.