Cabang Linguistik: Bedah Suara, Bentuk, dan Makna

Bahasa Punya Anatominya Sendiri

Pernah kepikiran nggak, kenapa kalau dokter itu ada spesialis jantung, tulang, saraf, sampai kulit? Padahal sama-sama mengkaji tubuh manusia, kan? Nah, bahasa juga persis seperti itu.

Ilmu yang mempelajari bahasa secara ilmiah disebut Linguistik. Karena bahasa itu sistem yang sangat kompleks—mulai dari getaran pita suara, coretan huruf, bentukan kata, sampai pesan tak kasat mata—ahli bahasa membaginya menjadi beberapa "spesialis" lapisan.

Ada 4 cabang utama yang saling bertingkat dari yang paling fisik sampai yang paling abstrak:

  1. Fonologi: Spesialis bunyi dan huruf.

  2. Morfologi: Spesialis perakitan kata.

  3. Sintaksis: Spesialis arsitektur kalimat.

  4. Semantik: Spesialis makna dan pesan.

Fonologi & Morfologi: Pabrik Bunyi dan Bentuk

Mari kita mulai dari dua lapisan paling bawah, yang sangat peduli pada "fisik" bahasa.

ilustrasi

Fonologi adalah ilmu tentang bunyi. Ia mengkaji kenapa huruf 'p' dan 'b' bunyinya beda padahal sama-sama dibentuk oleh bibir yang tertutup. Pokoknya, kalau urusannya sama pelafalan, getaran pita suara, atau perbedaan huruf, itu area kekuasaan Fonologi.

Naik satu tingkat, ada Morfologi. Ini adalah "pabrik perakitan kata". Morfologi tidak peduli lagi sama sekadar bunyi, melainkan bagaimana kepingan-kepingan bentuk digabung jadi kata utuh. Contohnya, ngasih imbuhan (me-, -kan), atau memendekkan kata.

ilustrasi

Kata 'Tilang' asalnya dari frasa 'Bukti Pelanggaran'. Fenomena pemendekan kata seperti ini masuk ke wilayah spesialis bahasa yang mana?

  • Fonologi
  • Morfologi
  • Sintaksis
  • Semantik

Jawaban: Morfologi

Tilang dibentuk dengan memendekkan 'Bukti Pelanggaran'. Karena ini soal mengubah/memendekkan bentuk kata jadi kata baru, ini adalah kajian Morfologi.

Akronim adalah produk dari morfologi karena berkaitan dengan cara pembentukan dan pemendekan kata, bukan maknanya.

Sintaksis: Sang Arsitek Kalimat

Sekarang kita naik ke lapisan ketiga. Kepingan kata yang sudah diproduksi Morfologi, kini dirangkai jadi kalimat. Di sinilah Sintaksis bekerja.

ilustrasi

Sintaksis adalah mandor tata bahasa. Fokusnya cuma satu: memastikan susunan kalimat sah secara aturan struktur (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan). Sintaksis sangat kaku pada aturan bentuk, tapi nggak peduli sama sekali pada masuk akal atau tidaknya sebuah makna.

Tentukan benar atau salah pernyataan tentang cara kerja Sintaksis berikut:

  • Sintaksis sangat kaku mengatur urutan jabatan kata seperti Subjek dan Predikat dalam sebuah kalimat. — Benar
  • Sintaksis akan menganggap kalimat itu salah/ilegal jika maknanya tidak bisa diterima logika dunia nyata. — Salah

Sintaksis cuma butuh strukturnya (seperti S-P-O) lengkap dan ditaruh di urutan yang tepat. Urusan kalimatnya halu atau tidak masuk akal itu urusan Semantik.

Sintaksis murni menilai aturan tata letak penyusunan kata dalam kalimat, tanpa menghiraukan makna logisnya.