Logika Peluang Majemuk Tanpa Pengembalian

Efek Domino 'Tanpa Pengembalian'

Mari kita mulai dari logika dasar peluang. Peluang secara matematis selalu berakar dari satu rumus sederhana: jumlah kejadian yang kita inginkan dibagi total kemungkinan.

Di soal, kita dihadapkan pada skenario pengambilan tanpa pengembalian. Bayangkan kamu punya kotak berisi 8 bola. Ketika soal menyatakan "pengambilan pertama dipastikan bola merah", ini bukan sekadar kemungkinan lagi, melainkan sebuah fakta yang sudah fix terjadi. Bola merah itu sudah keluar dari kotak dan masuk ke kantongmu.

Apa konsekuensi matematisnya untuk pengambilan kedua dan ketiga?

  1. Total bola (penyebut) dalam kotak mutlak berkurang. Awalnya ada $8$ bola, sekarang tersisa $7$ bola. Ini adalah ruang sampel baru kita.

  2. Jumlah bola spesifik (pembilang) juga berubah. Dari yang tadinya ada $2$ Merah, $4$ Hitam, dan $2$ Hijau, kini rincian di dalam kotak adalah: $1$ Merah, $4$ Hitam, dan $2$ Hijau.

Kesalahan paling umum adalah tetap menggunakan penyebut $8$ untuk perhitungan selanjutnya. Padahal, dunia di dalam kotak tersebut sudah berubah sejak bola pertama diambil!

Misalkan dalam sebuah kotak ada 2 Hijau, 4 Hitam, dan 2 Merah. Jika kamu mengambil 1 bola Hijau tanpa dikembalikan, bagaimana susunan kotak untuk pengambilan selanjutnya?

  • A. Kotak berisi 7 bola: 2 Hijau, 3 Hitam, 2 Merah
  • B. Kotak berisi 7 bola: 1 Hijau, 4 Hitam, 2 Merah
  • C. Kotak berisi 8 bola, peluang tidak berubah
  • D. Kotak berisi 6 bola: 1 Hijau, 3 Hitam, 2 Merah

Jawaban: B. Kotak berisi 7 bola: 1 Hijau, 4 Hitam, 2 Merah

Total bola berkurang jadi 7, dan karena bola Hijau yang diambil, jumlah bola Hijau tersisa 1. Warna lain tetap.

Tanpa pengembalian mengurangi total ruang sampel dan jumlah item yang terambil di tahap berikutnya.

Memecah Kode 'Warna Berbeda'

Target kita sekarang adalah mendapatkan tiga bola dengan warna berbeda. Karena bola pertama wajib Merah ($M$), maka bola kedua dan ketiga hanya boleh berwarna Hijau ($Hj$) dan Hitam ($Hk$).

Pertanyaan pentingnya: Apakah urutan pengambilan itu berpengaruh?

Secara matematis, karena bola diambil satu per satu secara berurutan, maka mendapatkan "Hijau lalu Hitam" adalah kejadian yang sama sekali berbeda dengan mendapatkan "Hitam lalu Hijau". Kenapa? Karena saat kita mengambil Hijau di tarikan kedua, kondisi kotak (jumlah bola sisa) akan berbeda dibandingkan jika kita menarik Hitam di tarikan kedua.

Oleh karena itu, target "warna berbeda" harus kita pecah menjadi dua skenario/rute yang spesifik dan kaku:

  1. Skenario 1: Merah $\rightarrow$ Hijau $\rightarrow$ Hitam

  2. Skenario 2: Merah $\rightarrow$ Hitam $\rightarrow$ Hijau

Jika soal meminta 3 warna berbeda, dan pengambilan pertama dipastikan bola **Hijau**, skenario mana saja yang valid untuk dihitung? (Pilih semua yang benar)

  • Urutan: Hijau -> Merah -> Hitam
  • Urutan: Hijau -> Hijau -> Hitam
  • Urutan: Hijau -> Hitam -> Merah
  • Urutan: Hitam -> Merah -> Hijau

Jawaban: Urutan: Hijau -> Merah -> Hitam; Urutan: Hijau -> Hitam -> Merah

Karena bola 1 dipastikan Hijau, maka bola 2 dan 3 harus Merah dan Hitam. Dua urutan yang mungkin adalah (Hj, M, Hk) dan (Hj, Hk, M).

Kejadian berurutan yang menuntut hasil berbeda harus dipecah berdasarkan semua kemungkinan urutan kemunculannya.

Aturan Perkalian: Peluang Skenario

Bagaimana cara menghitung total peluang dari satu rentetan kejadian? Kita menggunakan Aturan Perkalian. Jika kejadian A LALU kejadian B terjadi, peluangnya adalah peluang A dikali peluang B.

Mari kita hitung Skenario 1 (Merah $\rightarrow$ Hijau $\rightarrow$ Hitam). Karena pengambilan pertama Merah sudah fix terjadi (peluangnya dianggap $1$), kita langsung fokus pada pengambilan kedua dan ketiga dari sisa $7$ bola di kotak:

Mari hitung rute Skenario 2 (Merah $\rightarrow$ Hitam $\rightarrow$ Hijau):

Sesuai Aturan Perkalian, jika kita ingin mencari peluang terambil bola Merah LALU bola Hijau secara berturut-turut, operasi matematika apa yang kita pakai?

  • A. P(M) + P(Hj)
  • B. P(M) - P(Hj)
  • C. P(M) x P(Hj)
  • D. P(M) / P(Hj)

Jawaban: C. P(M) x P(Hj)

Untuk kejadian 'A lalu B', operator matematika yang digunakan adalah perkalian.

Aturan perkalian untuk kejadian saling bebas/bersyarat digunakan saat kejadian terjadi secara berurutan berantai (AND).