Peta Purba & Misteri Hewan Peralihan
Flashback ke Zaman Es
Sebelum kita bahas soal, mari putar mundur waktu ke jutaan tahun lalu di Zaman Es (Pleistosen). Waktu itu, cuaca bumi jauh lebih dingin dan banyak air terkunci menjadi es raksasa di kutub. Akibatnya, permukaan air laut dunia surut hingga sekitar 120 meter!
Coba kamu geser slider di atas. Laut-laut dangkal yang tadinya memisahkan daratan tiba-tiba mengering. Apa yang terjadi?
Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan mendadak menyatu dengan benua Asia menjadi dataran super luas yang disebut Paparan Sunda.
Di ufuk timur, daratan Papua juga menyatu dengan benua Australia menjadi Paparan Sahul.
Garis Penjaga Batas Purba
Sekarang, coba perhatikan area di tengah peta tadi, seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara. Saat air laut surut maksimal, kenapa area ini nggak ikut menyatu sama Asia atau Australia?
Jawabannya: karena area tersebut dikelilingi laut yang berpalung sangat dalam. Daratan di tengah ini terkurung lautan abadi dan tidak pernah bisa nyambung ke benua mana pun. Wilayah yang terisolasi inilah yang disebut Wallacea (Zona Peralihan).
Karena adanya laut dalam purba ini, muncullah dua batas alam yang sangat tegas:
Garis Wallace: Menandai ujung paling timur dari daratan purba Asia. Fauna Asiatis (Barat) mentok dan terhenti di batas ini.
Garis Weber: Menandai ujung paling barat dari daratan purba Australia. Fauna Australis (Timur) mentok sampai di sisi sini.

Apa alasan utama Garis Wallace dan Garis Weber ditarik pada posisi geografis mereka saat ini?
- A. Karena di garis tersebut terdapat deretan gunung berapi aktif yang tidak bisa dilewati hewan.
- B. Karena garis tersebut mengikuti batas jurang laut dalam purba di tepi Paparan Sunda dan Paparan Sahul yang tak pernah kering.
- C. Karena garis tersebut memisahkan wilayah dengan curah hujan tinggi dan padang pasir kering.
- D. Karena garis tersebut sengaja dibuat oleh pemerintah purba untuk membatasi penyebaran hewan.
Jawaban: B. Karena garis tersebut mengikuti batas jurang laut dalam purba di tepi Paparan Sunda dan Paparan Sahul yang tak pernah kering.
Garis Wallace dan Weber sejatinya menandai batas terluar landas kontinen purba. Palung laut yang sangat dalam di wilayah ini membuatnya tak pernah kering, sehingga hewan darat tak bisa menyeberang.
Garis Wallace dan Weber adalah batas jurang laut dalam di tepi daratan Asia purba dan Australia purba.
Misteri Zona Peralihan (Endemisme)
Gambar: Masteraah at German Wikipedia, CC BY-SA 2.0 de — Wikimedia Commons
Kalau gitu, kenapa fauna di wilayah Peralihan (Wallacea) seperti di Sulawesi beda banget dari daerah lain? Banyak yang salah sangka kalau hewan di sini unik karena mereka cuma "campuran 50:50" antara hewan Asia dan Australia yang saling menyeberang lalu kawin silang.
Faktanya, laut dalam yang mengurung Wallacea itu super sulit ditembus hewan darat! Nenek moyang hewan yang hidup di sana sekarang kemungkinan adalah kelompok mamalia yang secara kebetulan terdampar jutaan tahun lalu (misalnya tersapu badai atau menumpang batang pohon hanyut).
Begitu mendarat, mereka terkurung dan berevolusi sendiri dalam isolasi, tanpa pesaing ketat atau predator mematikan dari daratan utama.
Berdasarkan sejarah biogeografinya, ujilah pernyataan berikut mengenai keunikan hewan-hewan endemik di wilayah Peralihan (Wallacea):
- Mereka berevolusi dari hasil kawin silang antara hewan dari benua Asia dan Australia yang bertemu di tengah. — Salah
- Nenek moyang mereka berevolusi secara terisolasi selama jutaan tahun tanpa persaingan atau ancaman predator utama dari benua asal. — Benar
- Spesies di wilayah ini unik karena habitatnya terus-menerus terendam banjir laut dangkal sehingga mereka beradaptasi menjadi amfibi. — Salah
Hewan peralihan unik karena berevolusi secara mandiri dalam isolasi, menghasilkan endemisme tinggi, BUKAN karena hasil kawin silang dari dua benua atau semuanya berubah jadi amfibi.
Keunikan fauna peralihan berasal dari endemisme akibat isolasi geografis jutaan tahun, bukan campuran 50:50 Asia-Australia.