Hukum Termodinamika: Mengintip Dompet Energi

Kenapa Kerja Gas Bisa Negatif?

Kerja bernilai negatif karena gas mengeluarkan energinya sendiri untuk mendesak udara luar saat volumenya bertambah. Bayangkan kamu sedang berada di ruangan yang penuh sesak lalu mencoba merentangkan kedua tangan lebar-lebar. Kamu terpaksa mendesak kerumunan orang di sekitarmu, dan hal itu pasti menguras tenaga. Hal yang sama persis terjadi pada gas: saat berekspansi dari volume awal hingga menjadi $20\text{ L}$, partikel gas harus mendesak molekul udara luar yang menekan batas wadah.

Karena gas yang harus "membayar biaya capek" untuk menyingkirkan rintangan tersebut, energi sistem justru keluar ke lingkungan. Dalam termodinamika kimia, setiap energi yang dikeluarkan oleh sistem disepakati bertanda minus, sehingga kerja mekanik bernilai negatif ($w = -P_{\text{luar}}\Delta V$). Fakta inilah yang membuat nilai $w$ pada Opsi B dan Opsi C bertanda negatif ($-1.113{,}56\text{ J}$). Sebaliknya, Opsi E menetapkan nilai $w$ positif dan memakai volume akhir ($20\text{ L}$) secara langsung tanpa memperhitungkan selisih volume ($\Delta V$), sehingga menyalahi konsep fisik pergerakan batas sistem.

Memilih Tekanan yang Tepat

Kerja yang dilakukan gas saat berekspansi ditentukan oleh kuatnya tekanan luar, bukan tekanan dalam gas itu sendiri. Saat kamu mendorong pintu darurat untuk keluar, besar tenaga yang wajib kamu keluarkan bergantung pada seberapa kuat kerumunan orang di luar menahan pintu tersebut dari arah berlawanan, bukan semata-mata besar otot lenganmu.

Menghitung Kalor (Analogi Saldo)

Hukum I Termodinamika adalah hukum saldo energi: perubahan energi dalam adalah hasil gabungan transfer kalor masuk dan pengeluaran kerja gas. Supaya tidak tertukar antara tanda tambah dan kurang, bayangkan energi dalam ($\Delta E$) sebagai perubahan saldo pada rekening bank milik gas. Kerja mekanik ($w$) adalah tagihan belanja yang harus dibayar keluar, sedangkan kalor ($q$) adalah uang transferan yang masuk atau keluar dari rekening.

Diagram neraca saldo energi menunjukkan perubahan energi dalam dari kombinasi kerja keluar dan kalor masuk.

Prinsip kekekalan energi ini dirumuskan sebagai:

$$\Delta E = q + w$$

Dari soal, saldo akhir gas tercatat tekor sebesar $\Delta E = -100\text{ kal} = -418{,}4\text{ J}$, sementara gas baru saja membayar kerja ekspansi sebesar $w = -1.113{,}56\text{ J}$. Jika gas mengeluarkan uang sebanyak $1.113{,}56\text{ J}$ tetapi saldonya cuma merosot $418{,}4\text{ J}$, artinya pasti ada suntikan dana transferan yang masuk dari luar:

$$q = \Delta E - w = -418{,}4 - (-1.113{,}56) = +695{,}16\text{ J}$$

Nilai kalor positif inilah yang menjadikan Opsi B jawaban yang tepat. Sebaliknya, pada Opsi C, kalor bernilai negatif ($-895{,}16\text{ J}$). Secara logika saldo dompet, jika gas sudah tekor membayar kerja dan masih ditarik uang kalor lagi ke luar, saldo rekening gas tentu akan anjlok jauh lebih parah, bukan hanya berkurang $-418{,}4\text{ J}$.

Sebuah wadah tertutup rapat memiliki gas yang berekspansi karena reaksi lambat, tetapi dinding silinder itu benar-benar terisolasi sehingga tidak ada kalor yang bisa merembes keluar-masuk. Apa yang terjadi pada energi dalam sistem gas tersebut saat berekspansi?

  • Energi dalamnya terus bertambah.
  • Energi dalamnya berkurang.
  • Energi dalamnya tetap utuh.
  • Energi dalam menutupi volumenya.

Jawaban: Energi dalamnya berkurang.

Ketika gas berekspansi, gas melakukan kerja mekanik ke lingkungan sehingga mengeluarkan energi (w bertanda negatif). Karena dinding wadah terisolasi sempurna, tidak ada kalor yang dapat masuk maupun keluar (q = 0). Berdasarkan Hukum I Termodinamika (ΔE = q + w = 0 + w), saldo energi dalam sistem otomatis berkurang. Opsi A dan C salah karena mengabaikan energi yang hilang akibat usaha ekspansi, sedangkan Opsi D mencampurkan besaran energi dengan volume wadah.

Kerja yang dilakukan ke lingkungan akan mengurangi energi sistem jika tidak ada kalor yang masuk atau keluar.