Misteri Angka Satuan: Membedah Siklus Eksponen
Kenapa Angka Satuan Berulang?
Perkalian bilangan yang sama secara berulang akan selalu menghasilkan pola angka satuan yang berputar kembali ke awal.
Ketika menghitung angka satuan (digit paling kanan) dari hasil kali bilangan besar, kita sebenarnya tidak perlu repot mengalikan nilai puluhan, ratusan, atau ribuan di depannya. Digit terakhir dari suatu perkalian hanya dipengaruhi oleh perkalian antar-angka satuan bilangan tersebut.
Mari kita amati pola perkalian perpangkatan $7$:
$7^1 = 7$ (angka satuan $7$)
$7^2 = 49$ (angka satuan $9$)
$7^3 = \dots 9 \times 7 = \dots 3$ (angka satuan $3$)
$7^4 = \dots 3 \times 7 = \dots 1$ (angka satuan $1$)

Momen kuncinya terjadi saat kita mencapai angka $1$ pada $7^4$. Ketika angka berujung $1$ ini dikalikan $7$ kembali untuk menghasilkan $7^5$, ujungnya adalah $1 \times 7 = 7$. Pola angka satuan pun kembali ke awal!
Karena urutannya selalu berulang teratur $7 \to 9 \to 3 \to 1 \to 7 \dots$, pola ini membentuk sebuah siklus dengan panjang siklus $4$.
Jika kita mengamati angka satuan dari $3^1, 3^2, 3^3, \dots$, pada pangkat berapakah angka satuannya akan kembali menjadi 3 untuk pertama kalinya?
- Pangkat 3^4 (angka satuan 1)
- Pangkat 3^5 (angka satuan 3)
- Pangkat 3^3 (angka satuan 7)
- Pangkat 3^6 (angka satuan 9)
Jawaban: Pangkat 3^5 (angka satuan 3)
Pola angka satuan dari perpangkatan 3 adalah 3, 9, 7, 1 secara berurutan untuk 3^1, 3^2, 3^3, dan 3^4. Pada saat 3^4 yang berujung angka 1 dikalikan 3 lagi, hasilnya adalah 3^5 dengan angka satuan 1 x 3 = 3. Jadi, siklus kembali ke angka 3 untuk pertama kalinya pada pangkat 3^5. Pilihan 3^4 salah karena berujung 1, sedangkan 3^3 dan 3^6 bukan titik pengulangan pertama.
Siklus berulang terjadi karena angka satuan tertentu dikalikan bilangan pokok kembali menghasilkan angka satuan awal.
Analogi Roda Putar
Siklus angka satuan bisa dibayangkan seperti jarum pada roda putar yang bergeser setiap kali pangkat bertambah.
Bayangkan sebuah roda putar yang memiliki $4$ posisi di pinggirnya, yaitu $7$, $9$, $3$, dan $1$. Setiap kali nilai pangkat bertambah $1$, jarum pada roda akan maju sejauh $1$ langkah. Karena hanya ada $4$ posisi di sekeliling roda, maka setiap jarum melangkah sebanyak $4$ kali, ia akan kembali ke posisi semula.
Dengan analogi ini:
Nilai pangkat ($n$) berperan sebagai jumlah langkah jarum berputar.
Hasil bagi pangkat dengan $4$ menunjukkan jumlah putaran penuh roda.
Sisa pembagian menunjukkan langkah sisa yang menentukan posisi akhir jarum.
Coba gerakkan slider pada simulasi di atas. Perhatikan bahwa pangkat yang berselisih $4$ (misalnya pangkat $2$, $6$, dan $10$) selalu menyisakan jumlah langkah yang sama, sehingga jarum selalu berhenti di angka yang sama.
Misteri Sisa 0 Terpecahkan
Sisa pembagian $0$ berarti jarum menyelesaikan putaran penuh dan berhenti tepat di akhir siklus.
Banyak yang bingung saat membagi nilai pangkat dengan panjang siklus dan mendapatkan sisa pembagian berupa angka $0$ (seperti pada $7^{2024}$). Apakah sisa $0$ berarti posisinya kembali ke angka pertama atau tidak memiliki angka satuan?
Mari kita petakan sisa langkah jarum pada roda putar:
Sisa 1: Jarum berhenti di posisi ke-1, yaitu angka $7$.
Sisa 2: Jarum berhenti di posisi ke-2, yaitu angka $9$.
Sisa 3: Jarum berhenti di posisi ke-3, yaitu angka $3$.
Sisa 0: Jarum menuntaskan putaran roda secara penuh tanpa ada sisa langkah tambahan.

Karena roda menyelesaikan putarannya secara utuh, posisi akhir jarum berada tepat di titik pemberhentian terakhir putaran tersebut, yaitu posisi ke-4 (angka $1$).
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut terkait angka satuan dari $7^{100}$.
- Karena 100 habis dibagi 4, angka satuannya adalah angka pertama dari siklus (yaitu 7). — Salah
- Angka satuan dari $7^{100}$ adalah 1. — Benar
Pernyataan 1 Salah karena pembagian tanpa sisa (sisa 0) berarti roda telah menyelesaikan satu putaran penuh dan mendarat di elemen terakhir dari siklus, bukan elemen pertama. Pernyataan 2 Benar karena 100 dibagi 4 adalah 25 sisa 0, sehingga jarum menunjuk pada posisi ke-4 dalam siklus (7, 9, 3, 1), yaitu angka 1.
Sisa pembagian 0 pada siklus berarti mengambil elemen terakhir dari siklus tersebut.