Barisan Aritmetika: Menyingkap Urutan dan Nilai
Total vs Setoran Harian
Suku ke-$n$ ($U_n$) bisa dicari dengan mengurangkan jumlah $n$ suku pertama ($S_n$) dengan total sebelumnya ($S_{n-1}$).
Bayangkan sebuah tabungan bertingkat di dalam celengan:
$S_n$ adalah total seluruh uang yang sudah terkumpul di celengan sampai hari ke-$n$.
$U_n$ adalah uang yang kamu setorkan khusus pada hari ke-$n$ saja.
Jika pada hari ke-1 celengan berisi uang, tentu isi celengan tersebut adalah setoran hari pertama itu sendiri ($U_1 = S_1$). Pada hari ke-2, total uang di celengan menjadi $S_2$. Untuk tahu berapa lembar uang yang disetor hanya pada hari ke-2, kamu cukup menghitung selisih tabungan hari ini dengan kemarin: $U_2 = S_2 - S_1$.
Logika yang sama berlaku untuk hari ke berapa pun. Uang yang masuk khusus hari ini ($U_n$) adalah total tabungan hari ini ($S_n$) dikurangi total tabungan hari kemarin ($S_{n-1}$):
$$U_n = S_n - S_{n-1}$$
Eksplorasi visual di atas memperlihatkan bagaimana setoran harian ($U_n$) menumpuk di atas total hari kemarin ($S_{n-1}$) untuk menghasilkan total hari ini ($S_n$). Mengurangkan total hari ini dengan total hari kemarin selalu menyisakan balok setoran hari itu saja.
Diketahui total produksi sebuah pabrik selama 5 hari pertama adalah 100 unit, dan total produksi selama 4 hari pertama adalah 75 unit. Berapakah banyak unit yang diproduksi khusus pada hari ke-5 saja?
- 100 unit
- 75 unit
- 25 unit
- 20 unit
Jawaban: 25 unit
Banyak unit yang diproduksi khusus pada hari ke-5 adalah selisih total produksi 5 hari pertama dengan 4 hari pertama: U_5 = S_5 - S_4 = 100 - 75 = 25 unit. Opsi A keliru karena 100 unit adalah total keseluruhan 5 hari, Opsi B adalah total 4 hari, dan Opsi D keliru karena membagi rata produksi (100/5).
Suku ke-n adalah selisih jumlah n suku dengan jumlah n-1 suku.
Membongkar Rumus Un
Menjabarkan $S_{n-1}$ membutuhkan ketelitian tanda aljabar agar tidak terjadi kesalahan operasi saat menghitung rumus suku umum.
Pada soal kita, rumus total tabungan diberikan sebagai:
$$S_n = n^2 + 3n$$
Untuk mencari rumus setoran harian $U_n$, kita perlu menyusun bentuk aljabar untuk total tabungan kemarin, yaitu $S_{n-1}$. Gantikan setiap huruf $n$ dengan $(n-1)$:
$$S_{n-1} = (n-1)^2 + 3(n-1)$$
Mari kita uraikan satu per satu dengan teliti:
Suku kuadrat: $(n-1)^2 = n^2 - 2n + 1$
Suku linier: $3(n-1) = 3n - 3$
Jika digabungkan:
$$S_{n-1} = (n^2 - 2n + 1) + (3n - 3) = n^2 + n - 2$$
Sekarang kurangkan $S_n$ dengan $S_{n-1}$. Jangan lupa membungkus seluruh ekspresi $S_{n-1}$ dengan tanda kurung:
$$U_n = (n^2 + 3n) - (n^2 + n - 2)$$
$$U_n = n^2 + 3n - n^2 - n + 2$$
$$U_n = 2n + 2$$
Nomor Antrean vs Isi Dompet
Indeks (nomor urut) tidak bisa disamakan atau dioperasikan langsung dengan nilai sukunya.
Banyak orang terkecoh mengira mencari suku ke-$(a+b)$ sama saja dengan menjumlahkan nilai suku ke-$a$ ditambah suku ke-$b$ ($U_a + U_b$). Ini dua hal yang sangat berbeda:
Indeks ($n$) ibarat nomor antrean seseorang di sebuah loket.
Suku ke-$n$ ($U_n$) ibarat isi dompet atau uang yang dibawa oleh orang di antrean tersebut.
Ketika soal menanyakan suku ke-$(a+b)$, artinya kita mencari isi dompet dari satu orang yang berdiri di nomor antrean $(a+b)$. Kita bukan menjumlahkan isi dompet dua orang yang berbeda!
Mari kita cari nomor antrean orang pertama ($a$) dan orang kedua ($b$) menggunakan rumus isi dompet $U_n = 2n + 2$:
Mencari indeks $a$: Orang ini memiliki uang 20 ($U_a = 20$).
$$2a + 2 = 20 \implies 2a = 18 \implies a = 9$$
Mencari indeks $b$: Orang ini memiliki uang 40 ($U_b = 40$).
$$2b + 2 = 40 \implies 2b = 38 \implies b = 19$$
Nomor antrean mereka masing-masing adalah 9 dan 19.
Dalam barisan gaji bulanan seorang karyawan, gaji bulan ke-3 adalah 5 juta dan gaji bulan ke-4 adalah 6 juta. Tentukan kebenaran pernyataan berikut!
- Angka 3 dan 4 pada catatan gaji tersebut merupakan indeks urutan. — Benar
- Gaji bulan ke-7 pasti bernilai 11 juta (hasil penjumlahan 5 juta dan 6 juta). — Salah
Pernyataan 1 Benar karena angka 3 dan 4 adalah indeks urutan (nomor bulan). Pernyataan 2 Salah karena nilai suku pada nomor yang dijumlahkan U_(3+4) tidak sama dengan penjumlahan nilai masing-masing suku U_3 + U_4. Nilai suku ke-7 bergantung pada pola barisannya, bukan langsung menjumlahkan 5 juta + 6 juta.
Indeks adalah posisi urutan, sedangkan nilai suku adalah besaran pada posisi tersebut.