Monster Slime Air Kolam: Rahasia Pseudopodia

Membedah Arti Pseudopodia

Istilah biologi sering kali berasal dari bahasa Yunani yang mendeskripsikan bentuk atau fungsi aslinya secara logis.

Ilustrasi karakter monster slime transparan hijau kebiruan menjulurkan tonjolan menyerupai kaki di lingkungan air.

Di dalam setetes air kolam, terdapat dunia mikroskopis tempat berbagai organisme bersel satu hidup dan mencari makan. Karena hanya terdiri dari satu sel tunggal, mereka membutuhkan cara fisik untuk berpindah tempat dari satu titik ke titik lain.

Jika kita membedah istilah pseudopodia:

Secara harfiah, pseudopodia adalah kaki semu.

Amoeba Si Monster Slime

Amoeba adalah contoh utama organisme yang bergerak dengan cara mengalirkan isi selnya untuk membentuk pseudopodia.

Dalam klasifikasi Protozoa (protista mirip hewan), organisme yang bergerak menggunakan kaki semu digolongkan ke dalam kelompok Rhizopoda (atau Sarcodina). Contoh yang paling terkenal adalah Amoeba (Opsi E).

Amoeba tidak memiliki dinding sel yang kaku maupun cangkang luar yang keras, sehingga bentuk tubuhnya selalu berubah-ubah. Gerakannya bekerja dengan mekanisme yang sangat khas:

  1. Sitoplasma (cairan dan massa isi sel) mengalir ke satu arah tertentu akibat dorongan sitoskeleton di dalam sel.

  2. Aliran cairan sel tersebut menekan membran plasma hingga membentuk tonjolan juluran (pseudopodia).

  3. Bagian belakang sel mengkerut dan ikut tertarik maju.

Karena kemampuan menjulurkan sitoplasma menjadi kaki semu inilah, Opsi E (Amoeba) merupakan jawaban yang tepat pada soal.

Seorang ilmuwan mengamati amuba yang bergerak menjauhi setetes zat kimia berbahaya di bawah mikroskop. Bagaimana cara amuba tersebut menciptakan gerakan untuk menjauh?

  • Mengalirkan cairan selnya ke sisi yang berlawanan hingga membentuk tonjolan.
  • Mengibaskan ekor panjang di bagian belakang tubuhnya dengan ritme cepat.
  • Menggetarkan rambut-rambut halus yang menyelimuti seluruh permukaan tubuhnya.
  • Meluncur pasif mengikuti arus air tanpa mengubah bentuk tubuh sedikit pun.

Jawaban: Mengalirkan cairan selnya ke sisi yang berlawanan hingga membentuk tonjolan.

Amoeba bergerak menggunakan pseudopodia (kaki semu), yaitu tonjolan dinamis yang terbentuk saat sitoplasma (cairan sel) mengalir ke arah tertentu. Mengibaskan ekor panjang adalah mekanisme flagel, menggetarkan rambut halus adalah kerja silia, sedangkan meluncur pasif tanpa perubahan bentuk adalah sifat organisme tanpa alat gerak aktif seperti Sporozoa.

Pseudopodia terbentuk dari penjuluran isi sel tubuh organisme.

Kendaraan Air Mikroskopis: Flagel dan Silia

Organisme bersel satu lainnya juga menggunakan alat gerak khusus yang bentuk dan kerjanya berbeda dari pseudopodia.

Infografis perbandingan tiga organisme air kolam berdasarkan alat gerak dan analoginya.

Jika Amoeba bergerak lambat merayap seperti monster slime, mikroorganisme air kolam lainnya memiliki mekanisme gerak seperti kendaraan air:

Tentukan kebenaran dari masing-masing pernyataan mengenai alat gerak mikroorganisme berikut:

  • Organisme yang diselimuti rambut getar padat di seluruh tubuhnya bergerak menggunakan silia. — Benar
  • Organisme yang berbentuk lonjong dan bergerak cepat dengan cambuk panjang artinya menggunakan pseudopodia. — Salah

Pernyataan 1 Benar karena silia adalah rambut getar halus dan pendek yang menyelimuti sel, seperti pada Paramecium. Pernyataan 2 Salah karena cambuk panjang bergetar adalah flagel (seperti pada Euglena), bukan pseudopodia yang berupa tonjolan aliran cairan sel dengan bentuk tubuh tidak tetap.

Organisme yang memiliki cambuk panjang di satu sisi ujungnya bergerak menggunakan flagel.