Taktik Sistematis Program Linear
Langkah 1: Menentukan 'Aktor' dan 'Tujuan'
Saat membaca soal cerita yang panjang dan penuh angka, jangan langsung panik mencoba menghitung semuanya sekaligus. Kunci pertama dalam memecahkan soal Program Linear adalah memisahkan dua hal mendasar: siapa aktor yang sedang kita atur jumlahnya dan apa tujuan akhir yang ingin kita capai.

Aktor dalam pemodelan matematika disebut sebagai variabel keputusan (decision variables), yaitu objek nyata yang jumlah produksinya bisa kita kendalikan:
Misalkan $x$ = banyak pakaian Model I yang dibuat.
Misalkan $y$ = banyak pakaian Model II yang dibuat.
Setelah aktornya jelas, carilah target finansialnya. Di soal ini, penjahit ingin meraup keuntungan atau omzet sebesar-besarnya dari penjualan pakaian. Inilah yang disebut fungsi objektif (tujuan utama):
Setiap potong Model I menghasilkan Rp$150.000,00$ $\rightarrow$ total dari Model I adalah $150.000x$.
Setiap potong Model II menghasilkan Rp$100.000,00$ $\rightarrow$ total dari Model II adalah $100.000y$.
Maka, rumus tujuan penjahit kita tuliskan secara ringkas:
Sebuah pengrajin membuat Tenda Tipe A yang disewakan seharga Rp800.000 dan Tenda Tipe B seharga Rp1.200.000. Untuk membuat kedua tenda dibutuhkan bahan terpal dan rangka besi. Rumusan variabel dan fungsi objektif yang tepat adalah...
- Variabel: x = biaya terpal, y = biaya tenda; Tujuan: Z = 4x + 6y
- Variabel: x = jumlah tenda A, y = jumlah tenda B; Tujuan: Z = 3x + 2y
- Variabel: x = jumlah tenda A, y = jumlah tenda B; Tujuan: Z = 800.000x + 1.200.000y
- Variabel: x = harga sewa tenda A, y = harga sewa tenda B; Tujuan: Z = 800.000x + 1.200.000y
Jawaban: Variabel: x = jumlah tenda A, y = jumlah tenda B; Tujuan: Z = 800.000x + 1.200.000y
Aktor yang ditentukan jumlah produksinya adalah jumlah tenda A (x) dan tenda B (y). Nilai pendapatan/harga sewa menempel pada masing-masing tenda menjadi fungsi objektif Z = 800.000x + 1.200.000y.
Mengidentifikasi variabel keputusan dan fungsi objektif dari teks cerita program linear
Langkah 2: Jebakan Tanda Pertidaksamaan
Banyak yang sering terjebak ketika menerjemahkan batasan bahan ke simbol matematika: apakah harus memakai $\le$ (kurang dari sama dengan) atau $\ge$ (lebih dari sama dengan)?
Kuncinya ada pada kata "persediaan", "stok", atau "kapasitas maksimal". Penjahit kita hanya memiliki $20\text{ m}$ kain polos dan $20\text{ m}$ kain bergaris di gudang. Kain yang dipakai boleh pas $20\text{ m}$, boleh bersisa (kurang dari $20\text{ m}$), tapi mustahil melebihi $20\text{ m}$. Oleh karena itu, tandanya wajib $\le$.

Mari kelompokkan angka berdasarkan jenis sumber daya yang sama (baris demi baris, bukan model pakaian):
Batasan Kain Polos:
1 potong Model I ($x$) butuh $1\text{ m}$ $\rightarrow 1x$
1 potong Model II ($y$) butuh $2\text{ m}$ $\rightarrow 2y$
Total stok hanya $20\text{ m} \rightarrow x + 2y \le 20$
Batasan Kain Bergaris:
Model I butuh $3\text{ m}$ $\rightarrow 3x$
Model II butuh $1\text{ m}$ $\rightarrow 1y$
Total stok hanya $20\text{ m} \rightarrow 3x + y \le 20$
Syarat Non-Negatif (Wajib Ada): Jumlah baju yang diproduksi di dunia nyata tidak mungkin minus! Maka selalu sertakan syarat mutlak: $$x \ge 0 \quad \text{dan} \quad y \ge 0$$
Sebuah toko roti membuat Roti Manis (x) dan Roti Tawar (y). Di dapur tersedia 15 kg tepung dan toko hanya memiliki 10 kg gula. Jika tiap Roti Manis butuh 2 kg tepung & 1 kg gula, serta Roti Tawar butuh 3 kg tepung & 2 kg gula, maka sistem pertidaksamaan bahan yang tepat adalah...
- Tepung: 2x + 3y ≥ 15; Gula: x + 2y ≤ 10
- Tepung: 2x + 3y ≤ 15; Gula: x + 2y ≤ 10
- Tepung: 2x + 3y ≤ 15; Gula: x + 2y ≥ 10
- Tepung: 2x + 3y ≥ 15; Gula: x + 2y ≥ 10
Jawaban: Tepung: 2x + 3y ≤ 15; Gula: x + 2y ≤ 10
Kata 'tersedia' dan 'hanya memiliki' menunjukkan batas atas persediaan yang tidak boleh dilampaui, sehingga kedua kendala bertanda kurang dari atau sama dengan (≤).
Menentukan tanda pertidaksamaan yang tepat berdasarkan kata batas/persediaan versus batas minimum.
Langkah 3: Mencari Titik 'Mentok' (Pojok)
Kenapa kita tidak perlu mencoba sembarang kombinasi seperti $(1, 1)$ atau $(2, 3)$?
Dalam teorema optimasi program linear (Corner Point Theorem), nilai maksimum atau minimum dari suatu fungsi linear selalu tercapai di salah satu titik pojok (titik sudut / ekstrim) dari daerah himpunan penyelesaian (DHP). Di titik-titik inilah sumber daya kita dimanfaatkan paling mentok.

Untuk menemukan titik-titik pojok tersebut secara taktis, ikuti 3 langkah berikut:
1. Cari Titik Potong dengan Sumbu Koordinat
Ubah sementara tanda $\le$ menjadi tanda sama dengan ($=$):
Garis kain polos: $x + 2y = 20$
Jika $x = 0 \implies y = 10 \rightarrow (0, 10)$
Jika $y = 0 \implies x = 20 \rightarrow (20, 0)$
Garis kain bergaris: $3x + y = 20$
Jika $x = 0 \implies y = 20 \rightarrow (0, 20)$
Jika $y = 0 \implies x = \frac{20}{3} \approx 6{,}67 \rightarrow \left(\frac{20}{3}, 0\right)$
2. Cari Titik Potong Kedua Garis (Sistem Eliminasi)
Titik perpotongan antara kedua garis terjadi saat kain polos dan kain bergaris sama-sama habis:
Substitusi nilai $y = 8$ ke salah satu persamaan:
Diperoleh titik potong $(4, 8)$.
3. Tentukan Batas Daerah Penyelesaian
Karena kedua pertidaksamaan bertanda $\le$, daerah penyelesaian berada di dekat titik asal $(0,0)$ di bawah kedua garis. Titik-titik pojok daerah yang valid adalah:
Titik $O(0, 0)$
Titik $A\left(\frac{20}{3}, 0\right)$ (karena garis kedua memotong sumbu-$x$ lebih dulu sebelum 20)
Titik $B(4, 8)$ (titik potong kedua garis)
Titik $C(0, 10)$ (karena garis pertama memotong sumbu-$y$ lebih dulu sebelum 20)